Lima Kepala Daerah Berprestasi Inspirasi Masyarakat

22:20 Ani Berta 20 Comments

Selalu kagum dengan sosok-sosok pejabat yang merakyat bukan hanya pencitraan tetapi berhasil mengimplementasikan visi misi mereka saat berkampanye. Visi misi yang tak menguap setelah terpilih. Justru mereka menjadikan beban yang sangat berat saat terpilih, membuatnya ngebut menjalankan tugas dengan sigap dan peka dengan kebutuhan warganya yang disesuaikan dengan kondisi.

Saya ingin mengulas lima kepala daerah yang melakukan perubahan dari nol sampai menjadikan daerah yang dipimpinnya terkenal dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lainnya. Tak hanya itu, era digital dan segala kecanggihannya, diupayakan oleh lima kepala daerah di bawah ini menjadi salah satu sarana pelayanan warga.

Penyesuaian diri warga dari konvensional ke digital juga dirasakan manfaatnya. Saya sebagai Blogger dan aktif di sosial media, sangat setuju dengan pola pikir lima kepala daerah ini dalam mengembangkan Program TIK di sekolahan dan masyarakat luas.

Lima kepala daerah berikut ini juga berhasil mengenalkan daerah kecil di Indonesia ke tingkat nasional bahkan internasional. Jadi, membawa nama harum bukan untuk daerahnya saja tetapi Indonesia ke kancah dunia.

Deretan prestasi para kepala daerah yang saya ulas ini, bukan diraih demi pencitraan atau mereka mengejar prestasi demi port folio semata. Tapi semua prestasi itu mereka raih dengan proses dan pengalaman hidup yang dijalani dengan berbagai perjuangan. Karena terbukti dengan hasil yang dirasakan oleh warganya.

Tulisan ini saya harap bisa dipetik inspirasinya bagi siapapun yang ingin mencapai tujuan hidup lebih baik, perjalanan hidup lima kepala daerah yang dimulai dari nol, melalui perjuangan dan kerja keras patut diambil keteladanannya baik dalam kehidupan sehari-hari, karir atau apapun.
Berikut lima kepala daerah yang berhasil saya dapatkan dari berbagai referensi, semoga keteladanannya yang patut, dapat menjadi inspirasi bukan hanya untuk para pejabat tapi untuk semua masyarakat.

Muhammad Irwansyah

Muhammad Irwansyah
Walikota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung

Bapak tiga orang anak ini lahir di Bangka pada 1 Juni 1983. Lulus dari Universitas Sjakhyakirti Palembang mengantongi gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen.

Muhammad Irwansyah, menjabat walikota Pangkalpinang tidak instan. Pekerjaan yang dijalaninya tak dipilih-pilih atau gengsi, selagi halal dijalaninya dengan total. Siapa yang menyangka jika Ia pernah berjualan martabak dan berjualan tiket pesawat? Hingga akhirnya mampu menjadi menjadi Manajer Perusahaan di Sriwijaya Air. Sekarang Muhammad Irwansyah juga menjabat sebagai Direktur di dua perusahaan yang berbeda, PT. Palembang Airport Service dan PT. Nusantara Aero Mandiri.

Muhammad Irwansyah gemar berorganisasi, karir politiknya menjadi walikota Pangkalpinang didukung dengan keterampilannya berkomunikasi dan mengatur organisasi. Jadi, bagi yang suka ikutan OSIS di sekolah, Karang Taruna di lingkungan rumah atau jadi volunteer, geluti kegiatan-kegiatan itu secara total. Karena Muhammad Irwansyah pun mengawali karir cemerlangnya dari ikutan berbagai organisasi.

Perkembangan teknologi dan era digital masa kini, diadopsi dalam pemerintahan Muhammad Irwansyah agar tepat guna. Masyarakat tak hanya menggunakan sosial media dan fasilitas digital lainnya untuk senang-senang semata. Tapi, digunakan juga untuk mengontrol dan evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pangkalpinang dengan meluncurkan aplikasi “Lapor Mang”. Warga bisa melapor kinerja pemerintah melalui aplikasi ini. Konsep Smart City ia terapkan.

Generasi milenial yang kebutuhan informasi dan teknologinya besar, mengingat pelajaran di sekolah yang kadang mewajibkan murid-muridnya mencari referensi pelajaran dari internet, Muhammad Irwansyah gencar memajukan Program TIK di sekolah-sekolah. Jelas ini penting dan patut jadi contoh untuk daerah lainnya, mengingat anak saya pun di sekolahnya sudah banyak tugas terkait TIK. Kalau programnya ditingkatkan, anak-anak pun bisa lebih tepat menggunakan TIK pada tempatnya, tidak disalahgunakan.

Proses belajar mengajar di sekolah-sekolah pun menerapkan pendidikan berbasis digital dan di lingkungan Dinas Pendidikan, diterapkan e-office.
Hal ini mengantarkannya pada Penghargaan Anugerah Ki Hajar 2014 Kategori Implementasi Terbaik dalam Pendayagunaan TIK untuk Pendidikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. 

Ternyata Pak Muhammad Irwansyah punya suara merdu (Sumber: Youtube Noel Aries)


Walikota Pangkalpinang sangat dekat dengan warga dan memihak kaum lemah, membuat nurani Muhammad Irwansyah peka dengan apa yang dibutuhkan masyarakat secara urgent. Misalnya, membedah ratusan rumah warga miskin menjadi layak huni agar masyarakatnya sehat dan berkualitas. Buat warga yang memiliki masalah pribadi atau keluarga, bisa konseling ke Mobil Anti Galau yang setiap hari beroperasi pada jam kerja. Jadi, warga leluasa mengungkapkan masalahnya dan dicarikan solusi. Jadi, tak ada warga yang tertutup atau menimbun masalahnya sendiri.

Gagasan Muhammad Irwansyah membangun Rumah Sakit Green Hospital berkonsep medical tourism diharapkan menjadi rumah sakit yang hijau, segar dan menarik. Sehingga pasien atau dokter yang datang dari kota lain atau luar negeri, merasa berkesan. Buat para dokter yang ditugaskan di Pangkalpinang tak merasa sedang tugas dan pasien yang berobat di sana pun akan tetap merasa senang hatinya karena melihat konsep ini. Muhammad Irwansyah berharap nantinya rumah sakit ini dibangun di Provinsi Bangka Belitung dan menjadi salah satu ikon Kota Pangkalpinang.

Siapa yang tak tertarik dengan even besar? Kuliner, yang selalu menjadi destinasi wisata, dimanfaatkannya dengan memunculkan kuliner khas Pangkalpinang dalam berbagai festival. Bahkan rencananya menjadi tuan rumah kejuaraan dunia MotoCross, MXGP 2017-2019 digodok terus. Pasti nih yang suka balapan motor sudah tak sabar nunggu ini terlaksana.

Muhammad Irwansyah pun siap kembali menjadikan Pangkalpinang menjadi Kota “Pangkal Kemenangan” yang disebut Bung Karno, untuk Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung dan pastinya warga Pangkalpinang itu sendiri.

Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta (Photo Credited: dangiangkisunda.com) 

Dedi Mulyadi
Bupati Purwakarta, Provinsi Jawa Barat

Saya sebagai Orang berdarah Sunda, bangga dengan sistem kepemimpinan Dedi Mulyadi dengan budaya Sunda yang kental, bahkan mengadopsi ajaran Sunda dalam setiap kehidupan warganya, baik yang asli maupun pendatang. Bahkan di Museum Diorama Bale Panyawangan, terdapat pusat informasi Kebudayaan Sunda yang lengkap.

Lahir di Subang 45 tahun yang lalu, tepatnya 11 April 1971. Bapak dua orang anak ini menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman Purwakarta.

Ayahnya yang Tentara Prajurit Kader dan ibunya yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Sejak kecil, ia sudah terbiasa hidup dengan penuh perjuangan dan kerja keras. Menggembala domba dan mengerjakan ladang adalah kegiatan yang sering ia lakukan sejak kecil. Pengalamannya menggembala domba, membuatnya terinspirasi menciptaka Steak Maranggi, makanan khas Purwakarta.

Tahun 1999 ia terpilih menjadi anggota DPRD Purwakarta dan terpilih menjadi Ketua Komisi E. Tahun 2003 ia terpilih menjadi Wakil Bupati Purwakarta. Ia berhasil menjadi Bupati Purwakarta periode 2008-2013, kemudian terpilih kembali untuk periode tahun 2013-2018.

Banyak hal yang ia lakukan untuk kemajuan Purwakarta. Dalam bidang infrastruktur ia telah berhasil membangun jalan-jalan dan aliran listrik hingga ke seluruh desa-desa di Purwakarta. Dalam hal tata kelola lingkungan ia berhasil membangun kawasan hijau yang apik dan menjadi salah satu kawasan hijau terbaik di Jawa Barat. Untuk arsitektur kota ia menggunakan konsep kesundaaan dengan tiga ikon Purwakarta yaitu Museum Diorama, Bale Panyawangan, Monumen Citra Resmi dan Taman Air Mancur ‘Sri Baduga’ Situ Buleud — Taman Air Mancur Terbesar di ASEAN.

Sebuah festival yang sempat saya datangi, pada Desember 2015, yakni Festival Steak Maranggi yang diadakan tak jauh dari Balai Kota, yakni, Jalan Singawinata Purwakarta. Festival tahunan ini, bermaksud untuk mempertahankan kuliner khas Purwakarta, berupa daging kambing yang dibakar dicampur bumbu kecap yang dibubuhi irisan cabai rawit. Festival ini, berupa rangkaian acara lomba membuat sate dan steak maranggi dengan pesertanya ratusan pelajar.

Ia juga berhasil memajukan pariwisata di Purwakarta. Untuk menarik wisatawan ia menyelenggarakan berbagaik even dan festival budaya khas Sunda. Salah satu even yang pernah ia galang adalah Purwarkarta menjadi tuan rumah Konfrensi Desa Dunia (World Village Confrence 2016)
  
Di Purwakarta sekolah mulai jam 06.00 wib. Anak-anak berangkat ke sekolah wajib berjalan kaki atau bersepeda dengan menggunakan tas buatan sendiri. Siswa diwajibkan peduli peternakan dan pertanian dengan cara wajib memelihara hewan ternak sebagai salah satu syarat kenaikan kelas.

Program yang menjadi pondasi generasi muda di Purwakarta adalah “Atikan Tujuh Poe Istimewa Purwakarta” (Pendidikan Tujuh Hari Istimewa Purwakarta), yaitu tema kegiatan pendidikan di sekolah berbeda-beda setiap hari. Senin mengusung tema “Ajeg Nusantara”, siswa dikenalkan dengan Nusantara, mulai budaya, potensi, hingga kekayaan alamnya.  Selasa bertema “Mapag Buana”, menjemput dunia, siswa mengenal dunia. Rabu bertema “Maneuh di Sunda”, muatan pendidikan khas Sunda, siswa mengenal potensi dan kultur masyarakat Sunda. Kamis bertema “Nyanding Wawangi”, siswa khusus belajar estetika, sastra, mendekorasi ruangan, dan sebagainya.  Jumat bertema “Nyucikeun Diri”, berisi penanaman nilai spiritual dan kebersihan lingkungan. Sabtu dan Minggu bertema “Betah di Imah”, siswa harus merasa nyaman berada di rumah.

Inovasi kebudayaan tersebut membuatnya di nobatkan sebagai pahlawan revolusi budaya oleh salah satu surat khabar di Jawa Barat. Ia juga terpilih dua kali sebagai Kepala Daerah Inovatif. Bahkan ia di undang International Young Leader Assembly atau IYLA untuk memaparkan inovasi itu di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat.

Hal terpenting dari sekian banyak prestasi Dedi Mulayadi adalah ia berhasil mengangkat derajat Kabupaten Purwakarta tidak hanya di tingkat Provinsi Jawa Barat, tetapi juga di tinggkat Nasional dan Dunia.

Ridwan kamil, Walikota Bandung (Photo credited: news.liputan.6.com)


Mochamad Ridwan Kamil
Walikota Bandung, Provinsi Jawa Barat

Terlahir 4 Oktober 1971. Bapak dua orang anak ini akrab dipanggil Kang Emil oleh warganya. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Arsitektur di Institut Teknologi Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan S2 di University of California, Berkeley.

Menurut Kang Emil, ruang publik terkait erat dengan tingkat kebahagiaan masyarakat. Tujuannya adalah agar warga Bandung semakin mencintai kotanya sendiri. Jadi, perbaikan ruang publik sangat penting untuk disegerakan. Ini dirasakan oleh saya, ketika berada di ruang publik yang nyaman dan bersih, saya merasa betah.

Kalau ke Bandung, tidak usah bingung lagi mau ke mana. Bahkan kolong jembatan flyover pun menjadi sangat menarik untuk dikunjungi, karena ada sesuatu yang bisa dinikmati di sana. Saya yang Orang Bandung, sangat pangling ketika berkunjung ke kota kelahiran setiap pulang kampung. Selalu banyak perubahan di sana.

Untuk mengajak keluarga berlibur, tak perlu pusing atau bosan lagi. Banyak sekali pilihan di sana sekarang. Bahkan fasilitas publik seperti alun-alun Bandung yang dulu padat dengan pedagang kakilima, pengamen, gelandangan dan orang-orang pacaran, sekarang nampak tertib dan bersih hijau karena pedagang kakilima sudah direlokasi. Alun Alun pun aman buat main anak-anak. Arsitekturnya juga menarik dan asyik buat foto-foto.

Tak hanya itu, Taman Balai Kota yang terdapat di Jalan Merdeka pun sangat menarik dan aman untuk wisata keluarga, di sana ada Bus Tingkat. Namanya Bus Bandros yang bisa membawa warga atau wisatawan keliling Kota Bandung.
Jalur pedestrian yang ditata nyaman membuat pejalan kaki tak terasa capek atau was-was. Pokoknya, mau jalan-jalan di Kota Bandung di sudut mana pun tetap menyenangkan.

Ia juga akan mengubah kawasan Gedebage menjadi teknopolis, yaitu kota dengan sentuhan teknologi dan seni. Menurut saya ini luar biasa karena Gedebage yang saya kenal, tadinya hanya daerah industri yang becek dan macet. Mudah-mudahan Gedebage menjadi keren dengan segera.

Kang Emil pun menerapkan sentuhan teknologi dalam berbagai hal termasuk dalam pelayanan birokrasi. Konsep Smart City dengan pembuatan Bandung Command Center yang terdiri dari beberapa aplikasi untuk menampung keluhan warga secara online. Program ini bukan hanya wacana, apa lagi program ini didukung dengan fasilitas internet gratis di seluruh Kota Bandung.

Usahanya dalam menata kota dan lingkungan telah mendapat penghargaan Adipura sebanyak dua kali. Bandung juga mendapat penghargaan sebagai Kota cerdas.

Yoyok Riyo Sudibyo, Bupati Batang (Photo Credited: radarkampus.com)

Yoyok Riyo Sudibyo
Bupati Batang, Provinsi Jawa Tengah

Ia lahir di Batang 44 tahun yang lalu, tepatnya 23 April 1972. Bapak dua orang anak ini menyelesaikan akademi militer tahun 1994.

Setelah lulus Akmil karir militernya cukup baik. Ia pernah mendapat penugasan sebagai perwira operasi Detasemen Intel Kodam Jaya, Jakarta (2001). Pernah menjadi  Komandan Koramil 03 Tanjung Priok, Jakarta Utara (2002), ia merupakan Danramil termuda di Indonesia saat itu. Ia juga pernah menjadi Komandan Satgas Badan Intelijen Negara (BIN) wilayah Jayawijaya, Papua (2004).

Saya sebelumnya tidak begitu tahu tentang Kabupaten Batang. Setelah prestasi-prestasinya muncul di media. Saya jadi tergelitik untuk mencari informasi tentangnya juga tentang Kabupaten Batang Jawa Tengah. Salah satunya ketika Batang terpilih menjadi daerah percontohan untuk program efisiensi energi penerangan jalan umum  tingkat nasional. Batang menyisihkan daerah-daerah lain di Indonesia untuk proyek percontohan ini. Hanya dua daerah yang terpilih di seluruh Indonesia. Pemasangan lampu LED ini akan mampu menghemat pengeluaran APBD Batang hingga  40-50%.

Beliau, orang militer yang suka berbisnis. Perpaduan ini sangat berpengaruh pada kemanfaatan orang banyak. Sehingga ketika Ia memilih salah satu jalan hidupnya, tak kesulitan beradaptasi. Karena kemampuannya sudah kuat dalam berbagai bidang tersebut. Seperti saat mendirikan usaha garmen dan usahanya maju pesat, lapangan pekerjaan pun tercipta. Dalam waktu 6 tahun saja, sudah memiliki 60 toko garmen di papua dan Batang.

Masyarakat mendorongnya menjadi Bupati Batang karena kontribusinya sudah terbukti menolong banyak orang.
Saat terpilih menjadi Bupati Batang periode 2012-2017, dengan rasa syukur ia segera menuju rumah ibunya, berjalan kaki semalam suntuk sepanjang 48 km untuk sungkem, melakukan nazarnya.

Hal yang luar biasa dan jarang ada di daerah lain, menggelar Festival Anggaran secara rutin. Anggaran yang akuntabel dan transparan memang menjadi prioritasnya. Sehingga anggaran yang keluar hanya sesuai kebutuhan dan diketahui masyarakat melalui website.

Jasanya dalam membangun sistem anggaran yang bersih, akuntabel, dan transparan ia diberi penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award 2015, Penghargaan Akuntabilitas Kinerja 2015 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan Penghargaan Kinerja Pelayanan Publik dari Ombudsman Republik Indonesia 2015.

Penghargaan lain yang bisa ia raih untuk Kabupaten Batang adalah Adipura 2015, Penghargaan Manggala Karya Kencana di bidang keluarga berencana dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional 2015, Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI dalam bidang pertanian. Investment Award sebagai kabupaten terbaik dalam bidang penanaman modal, 2013.

Beliau berhasil melaksanakan visinya untuk Kabupaten Batang, “Birokrasi Bersih – Ekonomi Bangkit”.

 
Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi 
Abdullah Azwar Anas
Bupati Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur

Siapa yang tak kenal Banyuwangi? Saya dulu, mengenal Banyuwangi sebagai kota yang mengerikan karena banyak cerita santet dan dukun dari kota ini.

Tapi kini Banyuwangi sudah berubah, pola pikir masyarakatnya sudah ramah dan hangat serta tidak menonjolkan klenik dan ghaib seperti dulu lagi. Saya lihat sudah banyak masyarakat yang dekat dengan Banyuwangi. Mulai dari banyaknya yang berkunjung ke Kawah Ijen, Gunung Ijen. Pantai-pantai di Banyuwangi pun dibenahi, diantaranya Pantai Teluk Hijau dan Pulau Merah.

Ini berkat kepemimpinan Pak Anas, yang terpilih menjadi Bupati Banyuwangi di Pilkada 2010. Pria kelahiran Banyuwangi 6 Agustus 1973 ini lulus Sarjana Teknik Pendidikan di IKIP Jakarta, Sarjana Sastra dan S2 Ilmu Sosial -Politik di Universitas Indonesia.

Untuk memajukan sektor pariwisata dengan menonjolkan khas Banyuwangi, Dalam pembangunan fisiknya, banyak menonjolkan arsitektur Suku Using yang merupakan suku asli Banyuwangi. Ia melibatkan sejumlah arsitek ternama, budayawan, dan arsitek lokal. Hasilnya ia mampu membuat ikon-ikon baru seperti  Bandara, Stadion Diponegoro, Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Hotel, Gedung Perpustakaan, dan Politeknik Negeri Banyuwangi.

Hasilnya sekarang Banyuwangi bersih, rapi, dan ramah. Arsitektur hijau dengan ciri lokal yang kuat mengubah wajah Banyuwangi, sekarang memiliki karakter lokal yang kuat. Dan mendapat penghargaan Adipura serta mendapat predikat cagar biosfer dunia atas capaiannya tersebut.

Ada puluhan Festival setiap tahunnya di banyuwangi, diantaranya International Tour de Banyuwangi Ijen, Banyuwangi Ethno Carnival dan Batik Festival, Festival fashion di Jember. Yang kesemuanya itu sangat kental dengan budaya asli Banyuwangi

Secara pribadi Abdullah Azwar Anas juga mendapat beberapa penghargaan, diantaranya gelar Indonesia Marketing Champion, Progressive Leader, dan Best Regional Achievers untuk kategori Best Marketer Regent.

Semakin banyak ya, hal menarik dari Banyuwangi dan saya pun jadi ingin ke sana menikmati panorama alam, budaya dan keramahan warga Banyuwangi.

Dari ulasan lima kepala daerah yang menginspirasi ini, dapat menjadi cermin bagi generasi muda yang ingin meraih prestasi. Fenomena yang terjadi saat ini, banyak remaja yang tergiur dengan pencapaian orang lain yang menjadi figur favoritnya. Mereka tak berusaha meraihnya dengan menjalani proses. Ingin mendapatkan secara cepat hasilnya dengan membuat sensasi dan jalan pintas. Dampaknya tidak melanggengkan keberhasilannya bahkan menjerumuskannya. Belajar melalui proses yang panjang dan pembelajaran dari berbagai sumber kehidupan para kepala daerah di atas adalah bukti, bahwa memperoleh kepopuleran itu dengan berkarya dan bekerja keras.

Banyak juga anak muda yang kurang percaya diri dalam menonjolkan kemampuannya. Padahal begitu banyak potensi dalam dirinya. Bisa mencontoh Muhammad Irwansyah, Walikota Pangkalpinang yang memulai keberhasilannya justru dengan berjualan martabak. Atau Bupati Purwakarta yang masa mudanya dipenuhi kerja keras. Jadi, tak ada alasan anak muda banyak mengeluh karena belum menemui keberhasilannya. Ketekunan yang dijalani para kepala daerah di atas berhasil melanggengkan kepemimpinannya karena matang dan berpengalaman bekerja dengan hati dan konsisten.

Ayo anak muda, masih banyak kesempatan untuk meraih keberhasilan seperti para kepala daerah di atas. Tak perlu, menjadi pejabat atau kepala daerah seperti mereka. Jadi diri sendiri dan ambil inspirasi mereka untuk pembangkit semangat.

You Might Also Like

20 comments:

  1. Aloha Mba...
    Akhirnya sempet ketemu di Ritz yak..
    Btw ada juga kepala daerah toh tadi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuuuu iya, Mas sayangnya tadi gak foto bareng ya? Hihihi

      Delete
  2. Setuju Teh Ani Berta.
    Pemimpin muda memang sangat dibutuhkan di negeri ini. Lima kepala daerah berprestasi ini bisa jadi contoh buat para pemimpin yang lainnya agar bisa memberikan perubahan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  3. Bupati Bojonegoro gak masuk ya hehehe

    ReplyDelete
  4. risma walikota surabaya harusnya masuk donk....!!!

    ReplyDelete
  5. Mbak, next ulas yah soal 5 kepala daerah ini : 1. Kab. Bantaeng, 2. Kab. Merauke, 3. Gub. Kalimantan Utara, 4. Walikota Batam dan 5. Walikota Balikpapan. Terserah temanya apa tentang mereka..

    ReplyDelete
  6. 3 dari 5 walikota/bupati yg teuh Ani tulis, sempat saya dekat dan wawancara beliau. 1. Walikota Pangkal Pinang, Mu Irwansyah karena pernah diundang ke Bangka bareng komunitas blogger. 2. Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, saya wawancara dan profilkan di majalah life style INSIATOR. 3. Bupati Banyuwangi, Aswar Anas kenal semasih Ketum GP Ansor sering diundang liput kegiatan beliau....mereka memang orang2 luar bias....

    ReplyDelete
  7. salut sama mereka yang berprestasi, ini menunjukkan Indonesia memiliki banyak stok pemimpin terbaik

    di antara kelimanya, saya baru lihat langsung pak RK waktu acara kompasianival 2014 di TMII :)

    ReplyDelete
  8. Saya tahunya cuma ridwan kamil doang,hhe
    Ibu risma sis walikota surabaya jg berprestasi

    ReplyDelete
  9. Pemimpin hebat seperti ini memang harus sering diekspos supaya menularkan kebaikan dan prestasi.

    TFS, teh Ani!

    ReplyDelete
  10. So Inspiring teh, mungkin teh Ani kedepannya harus maju teh, aku jadi tim sukses deeeeh :)))

    ReplyDelete
  11. aaaa ada favorit saya, Kang Emil, sudah mah smart, selera humornya tinggi :D

    ReplyDelete
  12. aku sekampung sama pak yoyok.. ikut bangga jadinya.

    ReplyDelete
  13. Kang Emil selalu di hati #ehh hehe seneng banget sama dia menata kota cukup bagus dan humoris orangnya haha.

    ReplyDelete
  14. bener mbak kurnia, saya juga fans berat kg.emil,,hehe

    ReplyDelete
  15. Bupati Ponorogo kok nggak masuk ya min?

    ReplyDelete
  16. Bu risma kok masuk mba? beliau salah satu walkot terbaik di Indonesia

    ReplyDelete