Friday, 18 August 2017

Menggali Profesi Dubber di In House Training Blogger Reporter Indonesia

Praktek dialog 

Melanjutkan kegiatan rutin BRid (Blogger Reporter Indonesia) untuk memberikan pengayaan bagi member nya, 12 Agustus 2017 lalu diadakan #InHouseTrainingBrid2 di Wisma RIAT (Rumah Internet Atmanto) menghadirkan Narasumber Agus Nurhasan seorang Dubber profesional dan memiliki jam terbang tinggi. Kak Agus adalah pengisi suara Suneo (Film Doraemon) dari 2006-2008 dan pengisi suara Pria Bertopi Kuning.

Mengapa kali ini pelatihannya bukan tentang blogging? Karena BRid mempunyai misi agar member memperoleh pengetahuan luas di luar kegiatan blogging. Pengetahuan di luar blogging harus benar-benar didapat sebagai nilai tambah pada tulisan blog. Dalam beberapa hal, tulisan blog memerlukan kedalaman materi dan makna. Misalnya, menulis tentang teater berarti harus banyak membaca atau observasi tentang teater, menulis tentang musik, kuliner, jalan-jalan dan lain sebagainya pun sama. Maka selayaknya blogger bisa belajar apa saja, kapanpun dan di mana pun.

Mengawali acara, Hazmi Srondol memberikan sambutan. Menurutnya, profesi dubber bisa dilirik dan dipelajari sebagai profesi cadangan.

ki-ka: Founder BRid Hazmi Srondol, Ibu Amy Atmanto dan Kak Agus Nurhasan

“Kita tidak tahu ke depannya bagaimana dunia blogging maka kita tak cukup mengandalkan hanya pada satu skill saja. Apapun bisa dipelajari dengan ketekunan dan kemauan yang keras. Maka di #InHouseTrainingBRid2 ini, kami mengajak teman-teman untuk mempelajari profesi lain, yakni Dubber.

Dalam kesempatan ini, hadir Ibu Amy Atmanto, Pemimpin Yayasan RIAT sekaligus designer dan mantan presenter televisi. Ibu Amy memberikan wejangan kepada semua peserta dan memberi amanat yang menitikberatkan untuk mendalami karya jurnalistik dan sastra dengan baik.

“Kami dari Yayasan RIAT selalu menyambut baik kegiatan Blogger Reporter Indonesia sebagai wadah untuk menyalurkan minat terhadap jurnalistin dalam kapasitas sebagai blogger. Teruslah berkarya dan jangan lupa untuk selalu memperdalam karya jurnalistik yang lebih dalam. Bisa belajar pada ahlinya maupun otodidack.”

“Yayasan RIAT mewadahi edukasi dalam dunia literasi dan TIK bagi para penyandang tunanetra. Bagi siapapun kami membuka kerja sama dan kolaborasi untuk mencapai tujuan untuk kebaikan bersama.” Tambah Ibu Amy.

Selanjutnya acara inti pun dimulai. Pemberian materi oleh Kak Agus diawali talkshow bersama salah satu Admin BRid Hanisah Sukmawati. Hani adalah salah satu dubber binaan Kak Agus juga yang sudah menyalurkan karyanya di sebuah stasiun televisi. Jadi, obrolan narasumber dan moderator sangat nyambung dan hidup.

Hani dan Kak Agus

Kak Agus menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang Dubber, memerlukan proses dan latihan yang terus menerus. Diperlukan suara yang power tapi bukan berarti berteriak. Intonasi, artikulasi, warna dan tempo suara harus diperhatikan. Untuk mendalaminya perlu latihan yang tidak singkat.

Seorang Dubber juga wajib punya kemampuan mengolah rasa. Diantaranya harus konsentrasi, mampu menghadirkan emosi dari peristiwa-peristiwa yang pernah dialami agar penjiwaan lebih dalam. Disamping itu, imajinasi dan observasi pun diperlukan.

Seorang Dubber juga harus cerdas, cekatan, jeli dan memiliki konsentrasi tinggi sebab dalam aktivitas dubbing harus melakukan empat hal dalam satu waktu. Melihat monitor, Mendengar suara asli melalui headphone, Membaca naskah dan Merasakan emosi dari tokoh yang diperankan. Empat hal ini tak bisa terpisahkan tentunya.

Latihan konsisten dan olah fisik penting untuk profesi Dubber tidak lupa juga soal kepercayaan diri.
“Selama ini jika bercanda dengan teman-teman ekspresinya selalu lepas dan tidak ada rasa malu. Dalam kegiatan dubbing seharusnya lebih ekspresif, tidak malu, tidak ditahan dan tidak takut mengeluarkan suara power.” Kata Kak Agus.

“Untuk melatih suara yang berenergi, bisa latihan napas sendiri di rumah dengan menghirup udara dari hidung sampai perut kembung lalu tahan sejenak dan keluarkan perlahan melalui mulut. Selain itu, olah raga rutin dan tidak banyak makan gorengan.” Kak Agus menambahkan.

Materi Kak Agus bukan hanya materi yang dibagikan, praktek memeragakan dialog dan latihan olah napas serta vokal. Kami semua senang dan benar-benar menyimak ulasan demi ulasan. Karena ini memang benar-benar baru bagi kami dan terlihat berpeluang bagus. Bahkan beberapa peserta ada yang ingin mendalami profesi ini dan berniat gabung di studio latihannya.

Banyak materi yang dibagikan Kak Agus, sampai peserta semua beyah dan banyak pertanyaan-pertanyaan berbobot. Namun keterbatasan waktu membuat sesi ini harus berakhir hingga matahari tenggelam.

Hari Minggu yang seharusnya menjadi waktu berkumpul bersama keluarga, peserta tetap semangat menggali ilmu dubbing.

Acara ini selain di-support oleh Yayasan RIAT juga didukung oleh Gogobli.com portal shopping online khusu produk kesehatan dan kecantikan yang berdiri sejak 2011 dan dipercaya sebagai portal yang mempunyai kredibilitas tinggi. Mengingat produk yang dijual di sana adalah merek-merek yang sudah baik pamornya di masyarakat dan terdaftar di Badan POM Indonesia. Jadi, komsumen Gogobli aman membeli kebutuhan penunjang kesehatan dan perawatan kecantikannya.


Bareng Kak Agus

Saya sebagai Co-Founder Blogger Reporter Indonesia, mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pendukung acara ini termasuk kehadiran teman-teman BRid yang telah memeriahkan acara serta membawa makanan untuk potluck sebagai tambahan hidangan yang telah disediakan.
Semoga acara ini bermanfaat dan semoga bertemu kembali di lain waktu. Di #InHouseTrainingBRid3 Aamiin.

Bagi yang berminat mengenal atau mendalami profesi Dubber bisa menghubungi Kak Agus di
Emai  : agus.nurhasan@yahoo.co.id   Facebook  :  Agus Nurhasan Twitter     :  @AgusNurhasan
Continue Reading...

Thursday, 17 August 2017

Benih Sawit Berkualitas Berdampak Pada Nasib dan Eksistensi Sawit Di Mata Dunia


Sudah hampir dua tahun saya mengikuti perkembangan kelapa sawit yang dibahas pada acara-acara talkshow dan workshop Kementerian Pertanian RI melalui Media Perkebunan. Awalnya saya menanggapi biasa saja dan sepintas lalu menyimak tanpa memikirkan nasib dan masa depannya.
Continue Reading...

Sunday, 13 August 2017

Luncurkan Aplikasi “My Home Credit”, Inovasi Home Credit Indonesia untuk Kemudahan dan Edukasi Pelanggan


Kebutuhan membeli barang elektronik, furnitur dan semua barang tahan lama semakin meningkat. Apa lagi banyaknya muncul keluarga baru yang memerlukan banyak barang untuk kepentingan sehari-hari. Misalnya, handphone, kursi, meja, barang elektronik dan lain-lain.
Continue Reading...

Sunday, 6 August 2017

FWD Hackathon 2017 Ajak Anak Muda Mengembangkan Asuransi Digital

Peluncuran FWD Hackathon 2017 oleh Rudi Kamdani, Poppy Savitri dan Andy Zain

Data OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada Triwulan pertama 2017 mencatat penetrasi Asuransi di Indonesia masih 2,7% masih jauh tertinggal dengan negara-negara tetangga yang rata-rata sudah mencapai 5%. 
Data ini tak dapat dipungkiri sebab ketika saya bertanya soal asuransi ke orang-orang terdekat, jawabannya “Ah saya sih cukup nabung aja, gak perlu pakai asuransi.” Atau ungkapan “Semua sudah diatur rezekinya, kalaupun terjadi sesuatu yang tak diinginkan mudah-mudahan ada rezekinya pada saat itu.” Lebih parahnya lagi, ada ungkapan “Ngapain susah-susah naruh uang di tempat lain, nanti saat membutuhkan malah susah ngambilnya.”

Ungkapan-ungkapan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih memandang sebelah mata terhadap asuransi. Mengingat ketakutan dan rasa ragu yang mendominasi pikiran sebagian orang tentang asuransi ini. Akibat pemberitaan di media atau testimoni ketidakpuasan sebagian orang terhadap asuransi ini di media sosial dan lain sebagainya.

Padahal asuransi jika dipahami dengan baik, akan menghasilkan berbagai benefit bagi kehidupan pemakainya. Misalnya, bisa menjadi payung sebelum hujan. Persediaan yang tak membuat kelimpungan di saat urgent, masalah perlindungan total dan pemenuhan kebutuhan sesuai anggaran. Asuransi juga bermanfaat sebagai patokan anggaran kebutuhan di masa mendatang setidaknya bisa tenang menghadapinya.

Maka dari itu, PT. FWD Life Indonesia (FWD Life) pada 4 Agustus 2017 di Kasablanka Hall Jakarta mengadakan sosialisasi agar asuransi dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat khususnya generasi muda. Umumnya generasi muda tidak peduli terhadap asuransi malah cenderung tidak mau tahu karena image nya “Asuransi itu urusan orang tua” dan prosesnya yang menurut mereka rumit, membuat mereka tak peduli dengan asuransi.

Padahal mengenal asuransi sejak dini adalah keuntungan besar bahkan memiliki asuransi sejak muda dapat memberikan nilai tambah yang tidak sedikit untuk nominal klaim atau perlindungannya.

Rudi Kamdani

Rudi Kamdani, Vice President FWD Life mendukung peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia melalui pemanfaatan inovasi asuransi berbasis digital melalui FWD Hackathon 2017 yang acara puncaknya akan diselenggarakan pada 22-24 September 2017.

“FWD Life merasa ikut bertanggung jawab atas penetrasi asuransi yang belum meningkat ini, maka dari itu FWD Life berinisiatif mengadakan edukasi dan meningkatkan inovasi asuransi berbasis digital agar memudahkan siapapun untuk memperoleh asuransi dan dapat dipahami prosedurnya dengan lebih baik.” Kata Rudi.

“Gaya hidup masyarakat yang sudah lengket dengan teknologi tentu ini adalah suatu potensi untuk lebih mudah sosialisasikan asuransi dan peluang untuk FWD Life menggandeng generasi muda untuk sama-sama membangun asuransi di Indonesia supaya lebih maju.”

Saat ini, FWD Life telah menerapkan transaksi secara digital dan tidak memerlukan formulir kertas atau dokumen yang menghabiskan banyak lembaran. Tentu ini adalah upaya penghematan juga.

“FWD Life juga memudahkan para nasabahnya dalam hal konsultasi melalui fitur click to meet, bisa janjian di tempat terdekat dan tak harus datang ke kantor FWD. Misalnya, bisa janjian di Excelso terdekat, sebagai kafe yang bekerja sama dengan FWD. Konsultasi bisa melalui WhatsApp atau telepon dan untuk klaim pun bisa semudah mengirimkan foto dan dokumen via WhatsApp.” Tambah Rudi.

FWD Life menggandeng Founder Institute dalam pengembangan asuransi berbasis digital ini.

Poppy Savitri (Bekraf)

Poppy Savitri, Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif dari Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) pun mendukung penuh langkah FWD Life dalam upaya mengenalkan asuransi kepada masyarakat dan generasi muda melalui Kompetisi Hackathon 2017 sebagai ajang eksplorasi karya anak muda dalam dunia start up dan selebihnya edukasi tentang asuransi tentunya.

Poppy juga mengungkapkan bahwa adaptasi diperlukan dalam pengembangan asuransi di setiap era nya. Misalnya, saat ini masyarakat sudah mobile dan remote cara konvensional sebaiknya dikolaborasikan dengan cara digital. Maka menurutnya, FWD menyelenggarakan Hackathon 2017 sebagai perusahaan yang telah memiliki jaringan usaha di Hongkong&Macau, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam dan Jepang ini adalah langkah awal yang tepat.

Andy Zain

Andy Zain, Direktur Founder Institute, menyambut kerjasama FWD Life dengan sangat terbuka dan mendukung sepenuhnya.

“Ini adalah kali pertama Founder Institute bekerjasama dengan perusahaan asuransi, tentu banyak sekali tantangan dan inovasi yang harus digali.” 

Andy juga memberikan wawasan soal dunia start up yang selama ini banyak tidak bertahan karena kurangnya strategi. Start Up banyak bermunculan tetapi hanya sedikit yang bertahan.

Founder Institute berdiri sejak enam tahun lalu dan melahirkan banyak entrepreneur berbasis teknologi dan rata-rata berhasil. Kali ini, Andy Zain berbagi kiat sukses start up menurutnya, untuk menjalankan usaha ini, perlu poin-poin berikut ini:

Pengembangan ide, Sebaiknya ide yang ditemukan didiskusikan dulu dengan tim dan diverifikasi agar lebih rasional dan total. Tidak semua ide ketika ditemukan langsung bisa dieksekusi.

Team Work, Tim yang solid dan saling mengisi akan menghasilkan eksekusi ide yang sempurna dan tidak tersendat oleh kekurangan jalan pikiran. Maka sebelum memulai sebuah start up sebaiknya bentuk dulu tim yang kompak.

Produk dan Pemasaran, Dalam hal ini, produk dan pemasaran sangat penting, mengingat kebertahanan sebuah start up adalah dari sini. Ciptakan produk yang banyak dibutuhkan masyarakat dan banyak dicari. Sasar pasaran yang tepat dan lakukan selalu evaluasi.

Perluas Jaringan, Networking yang luas sangat berpengaruh karena satu usaha memerlukan banyak dukungan dari berbagai arah dan berbagai kelompok atau institusi. Jika networking luas pengaruh juga pada keberlangsungan operasional dan pemasaran sebuah start up.

Pendanaan / Funding, Dana sangat penting dan untuk hal ini solusinya bisa mencari investor yang relevan dengan usaha yang dirintis.

“Founder Institute ketika mendidik para calon start up tidak hanya mengandalkan teori dan praktek saja tapi ditekankan juga untuk belajar bersama dan menggali ide sama-sama serta verifikasi setiap ide yang keluar. Selain itu, Founder Institute juga memberikan peluang untuk networking dengan jaringan yang dimiliki oleh Founder Institute.” Kata Andy.

Andy mengajak generasi muda untuk berpartisipasi dalam ajang FWD Hackathon 2017 ini untuk menggali ide dan sama-sama berupaya mengubah cara pandang anak muda terhadap asuransi ke arah yang lebih positif.


Lomba ini sudah dibuka pendaftarannya mulai 4 Agustus 2017 bagi yang ingin mendaftar bisa membuka Microsite FWD dan acara puncaknya dilaksanakan 22-24 September 2017. Sebelum acara puncak ini, diselenggarakan juga roadshow ke Jakarta, Surabaya dan Bandung.

Hadiahnya adalah Rp.100 Juta Rupiah plus kunjungan ke Silicon Valley.

“Hadiah kali ini bukan hanya uang tunai, beasiswa dan kunjungan edukasi pun diberikan kepada para pemenang sebagai tunjangan hingga keberhasilannya mendirikan start up yang survive.” Pungkas Rudi Kamdani.


Saya sendiri salut dengan gebrakan FWD Hackathon 2017 yang diniatkan bukan sekadar kegiatan lomba dan memberikan hadiah setelah itu selesai. Tapi memberi bimbingan dan pendampingan hingga berhasil. Ayo bagi yang berminat segera daftarkan di FWD Hackathon 2017 ya.
Continue Reading...

Thursday, 3 August 2017

Penuhi Hak Si Kecil Melalui Dukungan Terhadap Ibu Hamil dan Menyusui Bersama Anmum

Kesempatan berharga untuk saya bisa mengikuti #CelebrateTheExtraordinary bertepatan dengan peringatan “Pekan Asi Sedunia” pada 1 Agustus 2017 di Hotel Raffles bersama Fonterra dan Anmun. Dalam acara ini, padat ilmu bermanfaat tentang dukungan terhadap ibu hamil dan menyusui.

Mengingat kenyataan sekarang di lingkungan saya pribadi pun begitu banyak ibu hamil dan menyusui kurang pengetahuan tentang apa yang patut dilakukan pada periode emas bagi buah hatinya. Kondisi psikologis dan fisik yang berubah meyoritas membuat mereka cenderung emosional, tergantung dan putus asa. Itu yang saya lihat dari lingkungan terdekat saya, baik saudara maupun tetangga.
Continue Reading...

Monday, 31 July 2017

Kemenperin Siapkan Generasi Berkualitas dan Berdaya Saing Melalui Program Vokasi


Lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) banyak yang menganggur, menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) angka pengangguran lulusan SMK di Indonesia sampai Agustus 2016 mencapai 7.03 orang. Sangat ironis, mengingat lulusan SMK yang diarahkan supaya bisa langsung bekerja setelah lulus, malah lebih banyak yang menganggur.
Continue Reading...

Saturday, 29 July 2017

Festival Bumi Rafflesia Day 1

Photo Credited: Alesha Wisata
Mengikuti Familiarization Trip atau Fam Trip ke Bengkulu bersama puluhan teman blogger adalah keistimewaan karena untuk mendapatkan moment ini, sangat langka maka ini rezeki banget. Apa lagi saat dua kali kesempatan ke Bengkulu, saya tak sempat eksplor lebih dalam tempat-tempat wisatanya. 
Karena dalam dua kali ke sana dalam rangka kerja jadi saat mengunjungi tempat-tempat wisata terdekat juga terlalu buru-buru dan kurang menikmati karena hanya berkunjung sekilas dan pikiran fokus ke materi pekerjaan.
Continue Reading...

Tuesday, 18 July 2017

Trubus, Bina Swadaya dan Generasi Millennials

Ki-Ka; Virage Awi, Bernadete Deram (Lodan Doe), Reka Agni Maharani dan Komunitas Hysteria

Saat mendapat undangan hari jadi Bina Swadaya ke-50 sekaligus peluncuran Majalah online trubus.id di Hotel Bidakara pada 14 Juni 2017 lalu, saya merasa takjub. Trubus yang selama ini menjadi bahan guyonan antarteman saat ada yang merasa dirinya layak menjadi cover majalah. Selalu diplesetkan ke Majalah Trubus. Tanpa bermaksud mengolok majalahnya tentu. Seru saja, manusia disejajarkan dengan tumbuhan dan hewan yang selalu menjadi cover majalah tersebut, itu maksud perumpamaannya.
Continue Reading...

Thursday, 13 July 2017

Lebaran Menyisakan Pesan Khusus


Buat saya, lebaran tak sekadar merayakan hari kemenangan dan merayakan hari besar dari Agama yang saya anut. Karena lebaran buat saya menjadi barometer tersendiri untuk proses muhasabah (Mengumpulkan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat dan mengevaluasinya) ini yang terpenting.
Continue Reading...

Sunday, 9 July 2017

MRT Jakarta dan Lifestyle


Impian memiliki fasilitas MRT sejak lama, sebentar lagi terkabul. Dulunya Cuma ngiler saat merasakan MRT di Singapura dan lihat di televisi untuk negara-negara lainnya. Dalam hitungan tahun, In Syaa Allah 2019 kita, Indonesia bakalan menikmati MRT Jakarta.
Continue Reading...

Friday, 7 July 2017

Hal Yang Perlu Diikuti Saat Mengunjungi Job Fair


Bukan hanya berburu pekerjaan yang diinginkan semata. Pergi ke job fair sebisa mungkin tidak terpaku hanya pada satu tujuan mencari kerja tetapi terapkan dulu niat “Sambil menyelam minum air” Yup! Sekarang banyak sekali Job Fair yang diselenggarakan berbagai pihak, ada yang berbayar ada yang gratis dan konsepnya rata-rata seragam. Beli tiket masuk, lihat-lihat booth, submit CV lalu pulang. Kelanjutannya tidak tahu. Hanya sikap harap-harap cemas yang didapatkan kan?
Continue Reading...

Monday, 19 June 2017

Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik Untuk Rakyat Miskin


Pada 7 Juni 2017 lalu, saya menghadiri undangan Kementerian ESDM yang membahas tentang tarif listrik. Sengaja saya hadir karena ingin mengetahui lebih dalam tentang tarif listrik yang sebenarnya.

Saya juga bukan termasuk tipe orang yang mudah menghakimi sesuatu jika belum tahu akar permasalahannya. Maka dari itu, undangan ESDM ini sangat kebetulan. Disamping saya ingin tahu sebenarnya tentang sebab kenaikan listrik itu juga ingin membagikan informasi dari sumbernya untuk yang suka mengeluh soal listrik naik.
Continue Reading...

Thursday, 15 June 2017

Gula Indonesia Kini Kurang Manis Daya Saingnya


Gula Indonesia dulu sempat mengalami kejayaan. Ekspor melimpah dan kualitas prima. Mampu memasok kebutuhan negeri sendiri juga. Namun itu tinggal kenangan manis saja. Kini Gula Indonesia mengalami keterpurukan, dari segi produksi maupun kualitasnya.
Continue Reading...

Wednesday, 14 June 2017

Tempat Mudik Aman di 6 Titik Mudik Pantura Dari SGM Bunda

SGM mendukung tumbuh kembang anak bukan sekadar saat pemenuhan nutrisinya saja tapi mencakup sisi-sisi lainnya sampai detail-detail yang dibutuhkan keluarga khususnya para bunda. Misalnya, menjelang musim mudik lebaran, SGM Bunda dan SGM Eksplor mendukung aktivitas mudik dengan menyediakan 6 titik tempat mudik di jalur Pantura.


Diinformasikan Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor, Tempat mudik ini bernama TEMAN (Tempat Mudik Nyaman) ramah anak yang bisa menjadi tempat istirahat sambil bermain permainan edukatif dan interaktif.
Continue Reading...

Sunday, 11 June 2017

Kupas Tuntas MLM Syariah Bersama K-Link Indonesia

Bisnis MLM (Multi Level Marketing) sebenarnya potensial, hanya image nya yang sudah telanjur negatif di mata masyarakat karena ulah oknum yang menjalankan Money Game mengatasnamakan MLM. Padahal, bisnis MLM bisa menjadi alternatif untuk memperoleh usaha yang fleksibel. Bahkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi semua kalangan.
Continue Reading...

Tuesday, 6 June 2017

Hemat Energi Potong Sepuluh Persen Jadikan Gaya Hidup


Tips Hemat Energi di Rumah

Dalam sebulan terakhir heboh dengan keluhan ibu-ibu rumah tangga dan beberapa teman tentang listrik yang harganya melambung. Bagi saya yang awam saat itu, ikut panik dan ada rasa marah juga melihat kenaikan ini. Tapi saya berubah pola pikir setelah menghadiri talkshow “Hemat Energi Potong 10 Persen Energi Berkeadilan” di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bulan Mei 2017 lalu.
Continue Reading...

Friday, 2 June 2017

Gangguan Tiroid Kurang Dikenal Padahal Vital Untuk Tubuh


Penyakit gangguan tiroid kurang familiar di telinga masyarakat luas, masyarakat tahunya penyakit populer, seperti maag, jantung, darah tinggi, diabetes dan lain-lain. Untuk organ di leher pun hanya paham radang tenggorokan atau amandel saja jika rasa sakit menimpa bagian leher. Padahal di sana ada organ yang sangat penting karena berpengaruh pada semua fungsi organ tubuh. Yaitu Kelenjar Tiroid.
Continue Reading...

Thursday, 1 June 2017

Desa Gasol dan Pertanian Organik


Sukaria di tengah sawah

Pertama diajak ke Cianjur untuk trip ke lahan pertanian di Desa Gasol, saya Cuma terbayang Tepung Gasol itu terbuat dari sejenis umbi bernama Gasol. Duh betul-betul tidak fokus dan tidak bertanya pula. Tapi setelah melihat website nya www.gasolorganik.com saya baru paham. Bahwa Gasol adalah nama sebuah Desa di Cianjur yang terkenal dengan lahan pertanian organiknya.
Continue Reading...

Monday, 29 May 2017

Tips Mudik Aman Bersama Mirage


Mudik bagi yang memiliki kampung halaman adalah ritual yang tak ingin terlewatkan, selalu ingin mendapatkan momen berharga bersama keluarga dan silaturahim ke keluarga besar. Sebaikya mudik dipersiapkan sejak jauh hari agar mendekati hari H tidak kalap atau kerepotan.
Continue Reading...

Asyiknya Menikmati Roof Top di Warung OPPA

Siapa sangka jika di Depok ada tempat makan asyik dengan konsep warung tapi rasa istimewa? Tepatnya di Jalan Margonda Raya No 330. Memang di sini jalur ramai tapi cukup asyik buat ngumpul sama teman atau keluarga. Restoran ini buka mulai pukul 16.00 hingga pukul 23.00.

Warung OPPA ada 3 lantai termasuk roof top. Masing-masing punya konsep berbeda. Disesuaikan dengan selera anak muda interiornya.
Continue Reading...

Saturday, 27 May 2017

Sinergi Akal, Fisik dan Sosial Agar Anak Pintarnya Beda

Clozetters Gathering With Parenting Club

Mempersiapkan generasi penerus berkualitas harus sejak dini dan peran orang tua adalah paling utama. Aktivitas si kecil mulai dari rumah mencerminkan pergaulan anak di masa mendatang, kelak terjun ke masyarakat luas nantinya tidak akan menemui masalah.
Continue Reading...

Thursday, 25 May 2017

Familia Urban Hunian Nyaman Di Kota Bekasi


Hunian dengan konsep Landed House memberikan banyak keuntungan dan manfaat besar untuk kehidupan penghuninya, baik anak-anak maupun dewasa. Rumah yang mempunyai ruang gerak leluasa akan memberikan atmosfir yang baik terhadap suasana hati dan kenyamanannya.

Landed House di kota besar memang sudah mahal harganya mengingat memerlukan lahan yang luas karena ada halaman serta jalan yang lebih lapang. Tapi jangan khawatir, di Kota Bekasi ada rumah dengan konsep ini dengan harga yang kompetitif dan mudah diakses.
Continue Reading...

Ramadan Sehat dan Praktis Bersama Philips

Talkshow
“Karena aktivitas sehari-hari di Bulan Ramadan tidak berubah, maka asupan makanan harus tetap seimbang antara karbohidrat, lemak, sayur, buah, air dan serat serta menghindari makanan berkalori tinggi yang mengakibatkan berkurangnya cairan yang akan mengganggu metabolisme tubuh untuk detoksifikasi.” Rita Ramayulis DCN, M.Kes membuka talkshow. Rita adalah seorang nutritionis dan penulis buku gizi.
Continue Reading...

Tuesday, 23 May 2017

Investasi Sambil Bantu Petani

Yohanes dan Petani yang bergabung di Crowde.co

Siapa bilang membantu petani harus menjadi ahli pertanian atau sedikitnya ada background pendidikan pertanian dulu? Paradigma ini jelas tidak tepat karena petani saat ini membutuhkan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat dan berbagai latar belakang.

Kemajuan pertanian tidak terukur hanya dari bantuan sekumpulan yang paham soal pertanian saja tapi mencakup seluruh bidang. Terlihat jelas, sekarang kondisi pertanian mundur dibanding Tahun 1980-an yang jaya dengan swasembada berasnya. Indonesia sukses menjadi negara agraris dan mampu membantu kelaparan yang melanda Ethiopia.

Sayuran hasil panen petani kolaborasi dengan crowde.co

Sekarang banyak sekali tantangan untuk petani dalam memajukan pertanian, diantaranya:

Modal: Permodalan menjadi dasar kebutuhan setiap usaha, begitu pula untuk petani. Tak cukup lahan saja, namun untuk mendapatkan bibit unggul, pupuk yang berkualitas dan pembiayaan lain-lainnya. Termasuk penelitian dan pemasaran.

Keamanan: Saat saya berkesempatan menemui petani di Cianjur dalam sebuah gathering, banyak petani yang mengeluhkan soal keamanan. Mereka merasa capek ketika sudah menanam dan memelihara lahan serta produknya, giliran panen diambil orang lain. Penjagaan lahan ini yang masih kurang dilakukan karena memerlukan waktu untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam menumbuhkan sikap saling menjaga hak milik orang lain.

Soal keamanan ini perlu kerja sama juga dengan pemerintah dan masyarakat setempat agar penjagaan bisa dilakukan bersama.

Bingung dalam berinvestasi: Petani memerlukan investasi dan menjalin kemitraan untuk mendukung kemajuan pertanian yang diolahnya. Banyak petani yang terjebak dengan investasi yang tidak tepat bahkan malah merugikannya.

Pinjaman Dana Mencekik: Petani tak semua paham prosedur peminjaman dana yang tepat dan adil dalam pembayaran. Kadang, sering mengambil pinjaman yang menurutnya mudah saja tanpa memikirkan jangka panjang. Jadinya malah terjerembab dalam utang-utang yang tak terselesaikan karena banyaknya bunga yang dibebankan.

Lalu, solusi apakah yang bisa didapat para petani dalam memajukan pertanian? Sedangkan masyarakat akan mendapatkan makanan bergizi dan aman jika petani mampu menyediakannya dengan produk unggulannya.

Saya salut dengan anak muda yang tergerak memberdayakan petani dengan caranya dan menyumbangkan segenap kemampuannya melalui Crowde.co yakni, platform investasi bersama untuk permodalan petani dengan sistem bagi hasil.

Yohanes, Founder Crowde.co

Cara berinvestasi di Crowde.co
Founder sekaligus CEO Crowde.co adalah Yohanes Sugihtononugroho. Anak muda yang tergerak ingin memajukan petani dengan mengedukasi mulai dari tata cara berinvestasi yang aman dan memberi solusi memperoleh pinjaman tanpa bunga mencekik.

September 2015 Crowde berdiri dan mulai bergerak selama enam bulan ke desa-desa di seluruh Jawa. Yohannes mengatakan bahwa crowde terbentuk karena melihat kondisi di desa yang begitu banyak potensi agriculture namun tidak terolah dengan baik.

Sedangkan hal ini bisa memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat jika diberdayakan. Yohannes awalnya melihat ibu-ibu yang ingin punya usaha. Akhirnya diarahkan biar bisa punya bisnis jamur tiram pada lahan kecil di belakang rumahnya.

Usaha ini dilakukan karena biaya murah, pembeli menjemput, maka usaha ini mudah dijalankan. Walau si ibu ini masih di tahap cukup, tapi untuknya sangat memenuhi harapan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Anaknya bisa kuliah.

Dengan cara ini Crowde bisa bantu dari sisi mencarikan dana. Bukan membantu secara teknis pertanian itu sendiri.

Petani di Bogor sudah bisa aplikasikan arahan Crowde. Seluruh Jawa sudah didatangi untuk kerjasama. Begitu pula untuk Lampung yang direncanakan memberdayakan Sorgum, lalu di  Makassar Rumput Laut dan lain sebagainya.

Crowde biasanya mencarikan partner dan mensinergikan Start Up dan UKM. Keberhasilan bantuan Crowde ini berdampak pada keberlanjutan pengembangan. Misalnya dari satu petak sawah yang diajukan meningkat ke petak-petak berikutnya. Sehingga bertahap mengalami kemajuan.

Ada harapan untuk berjuang lebih bagi para petani dengan hadirnya Crowde.co. Tidak hanya melakukan sesuatu “asal cukup” saja terhadap sugesti petani tapi memotivasi untuk berkembang lebih baik lagi.

Investor yang tergabung di Crowde lebih care pada para petani, turun langsung ke lapangan, sambil mereferensikan potensi yang dimiliki petani kepada pengelola pasar atau jaringan-jaringan yang diperlukan petani. Crowde tidak ikut campur soal negosiasi mereka. Artinya bersifat independen dan memberikan kebebasan interaksi antara petani dan investor.

Investasi berbeda disarankan untuk diambil agar bisa memberi solusi jika investasi yang lain gagal. Jadi, ada cadangan dan risiko yang tertutup. Crowde memiliki prinsip Transparan dan menjaga kestabilan harga.

Yohanes memberikan contoh tips investasi yang tepat. Yakni, tergantung pada momentum apa yang sedang rame dan diminati untuk investasi, misalnya cabe, daging di musim hari raya. Maka, bisa ambil investasi ini untuk ditingkatkan pada moment hari raya atau hari besar. Harus rajin survei juga.

Investor saat ini masih banyak dari lokal, untuk internasional justru TKI sasaran yang potensial. Crowde ada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga ada pegangan yang aman.

Meyakinkan investasi pada agriculture. Menghindari investasi bodong. Adalah tujuan Crowde sehingga petani dan investor bisa saling memahami dan nyaman dengan transparansi yang diberikan.
Pemasaran Crowde masih dari mulut ke mulut dan saling mereferensikan. Potensi Indonesia dalam bidang agriculture sangat luas. Misalnya dari ternak Ikan Patin bukan hanya dari dagingnya saja yang berpotensi tapi dari larva nya pun memberikan potensi.

Crowde tidak eksklusif di satu petani tapi menjadi jembatan bagi petani lainnya juga yang terhubung dari petani yang kerja sama denga Crowde. Masalah return dari besaran Rp. 10.000 atau Rp.100.000 dapat terlihat dari persentase target yang ditentukan sesuai kesepakatan bagi hasil.

Yohanes menambahkan bahwa sekarang ini, jumlah petani dan investor mencukupi, malah proyek yang masih kurang.

Dalam kesempatan ini, hadir para petani dengan latar belakang seniman, IT Programer berbagi betapa asyiknya menjadi petani dan menikmati hasilnya yang terbaik untuk dipasarkan sebagai produk yang berkualitas. Petani-petani tersebut ada yang memelihara ayam ternak. Ikan patin dan menanam sayuran juga beras.



Kesimpulannya, memajukan petani tak harus punya latar belakang pendidikan pertanian, yuk sama-sama kita majukan pertanian Indonesia, apapun latar belakangnya, apapun profesinya, kita bantu petani dengan kemampuan yang dipunyai.


Continue Reading...

Saturday, 20 May 2017

Zakat Profesi Penting Dianggarkan


Penghasilan yang terkelola biasanya akan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Baik besar maupun kecil. Arus kas yang masuk jika dikelola dengan baik dan tepat bisa mengukur kestabilan kas rumah tangga.
Continue Reading...

Friday, 12 May 2017

Vivo V5s Memanjakan Kembali Pencinta Foto Selfie

VIVO V5s

Vivo adalah perusahaan smartphone yang berdiri pada Tahun 2009 dan dikomersilkan mulai 2011. Masuk ke pasar Indonesia pada 2014 dan disambut dengan penjualan yang baik. Sebagai parameter keberhasilannya, Vivo di Indonesia memiliki 5000 pegawai, 6000 pengecer di 360 kota dalam 32 provinsi di Indonesia. Komitmen sumberdaya manusia yang dibangun Vivo dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa Vivo maksimal dalam memenuhi kebutuhan perangkat komunikasi yang multitasking dan berkualitas.
Continue Reading...

Sunday, 7 May 2017

Islah Cinta Mewarnai Perjalanan Seorang Reporter di India

Novel Islah Cinta Karya Dini Fitria

Sinopsis

Diva, seorang reporter yang ditugaskan meliput kehidupan Islam di negeri minoritas, India. Bersama juru kamera sekaligus atasan di kantornya bernama Jay. Api semangat Diva bergelora dari mulai persiapan hingga berangkat. Karena melihat itinerary yang sangat unik dan menantang. Namun sesampainya di India, guide yang direncanakan menemani selama perjalanannya, harus pulang ke Indonesia karena ada urusan keluarganya yang mendadak.
Continue Reading...

Sehari di Cirebon Bersama Big Bird dan ILDI

Big Bird Jalan Jalan ke Cirebon. Foto by Wulan Muhariani

Sudah lama saya ingin sekali eksplor Cirebon, tempat-tempat yang dekat dan menarik selama ini banyak terlewatkan. Padahal nilai sejarah dan wisatanya tak kalah dengan wisata luar negeri. Kedalaman makna cerita, sejarah dan hal-hal menarik lainnya sangat kaya.
Continue Reading...

Friday, 28 April 2017

Imunisasi Investasi Kesehatan Anak Penting Dipahami Masyarakat Luas

“Aku anak sehat tubuhku kuat, karena ibuku rajin dan cermat, selama aku bayi selalu diberi asi, makanan bergizi dan imunisasi.”

Sepenggal lirik lagu anak-anak di era delapan puluhan ini sering bergema di televisi, radio atau pengantar acara-acara di posyandu. Lirik lagu yang mudah diingat sekaligus mengingatkan para orang tua untuk selalu memberi segala hal yang terbaik untuk anak-anak di masa awal kehidupannya. Termasuk imunisasi.

Dengan imunisasi, anak-anak dibekali kekuatan dan benteng pertahanan dari berbagai penyakit. Imunisasi sangat terjangkau dan pencegahan dini yang lebih efektif. Imunisasi terbukti dapat mencegah dan mengurangi sakit, cacat dan kematian. Kejadian yang seringnya disebabkan oleh penyakit TBC, Hepatitis B, Polio, Campak, Difteri, Pertusis, Tetanus, Pneumonia, Meningitis dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi lainnya.

Narasumber
Melalui moment Pekan Imunisasi Dunia 2017, Kementerian Kesehatan melakukan campaign bertajuk “Penuhi Hak Anak Untuk Hidup Sehat Melalui Imunisasi” pada 27 April 2017 di Lane Park Jakarta. Kami para undangan diberi wawasan detail tentang imunisasi dari tiga narasumber dr.Prima Yosephine dari Kemenkes, Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K) , Msi dan KH Arwani Faishol dari MUI.
Continue Reading...

Blogroll

About