Friday, 2 June 2017

Gangguan Tiroid Kurang Dikenal Padahal Vital Untuk Tubuh

Share it Please

Penyakit gangguan tiroid kurang familiar di telinga masyarakat luas, masyarakat tahunya penyakit populer, seperti maag, jantung, darah tinggi, diabetes dan lain-lain. Untuk organ di leher pun hanya paham radang tenggorokan atau amandel saja jika rasa sakit menimpa bagian leher. Padahal di sana ada organ yang sangat penting karena berpengaruh pada semua fungsi organ tubuh. Yaitu Kelenjar Tiroid.



Maka, bahasan tentang tiroid dilakukan Kementerian Kesehatan dalam seminar bertajuk “Pekan Kesadaran Tiroid Internasional” yang dibuka oleh dr.Lily S Sulistyowati, MM dan narasumber kompeten spesialisasinya.

Menjelaskan lebih detail terkait penyakit ini. Diantaranya Dr Arman Bhakti Pulungan, Sp(A)K FAAP, selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Dr. Roy Panusunan Sibarani, MD, Internist-Endocrinologist dan dr.Eni Gustina, MPH.

Kelenjar Tiroid atau kelenjar gondok adalah kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon tiroid. Kelenjar Tiroid terletak di leher depan bagian bawah, menyerupai bentuk kupu-kupu. Mengapa hormon tiroid sangat vital? Karena fungsinya memengaruhi setiap sel, jaringan dan organ tubuh.
Kelenjar tiroid membantu tubuh agar energi berfungsi dengan baik dan menghangatkan tubuh, berperan langsung pada kerja otak, jantung, otot dan organ lainnya. Bahkan untuk anak-anak berperan dalam tumbuh kembangnya.

Gangguan tiroid adalah kelainan fungsi pada kelenjar tiroid, bisa kongential (bawaan) atau didapatkan karena pengaruh lain dan dapat mengenai semua umur.

Berikut jenis gangguan tiroid:

Gangguan Fungsi Tiroid terdiri dari dua:

Hipotiroid yaitu kekurangan hormon Tiroid, dengan gejala: Lemah, lelah, ngantuk, kurang konsentrasi, sulit buang air besar, gangguan penglihatan, kurang tenaga, tidak tahan dingin, nyeri sendi, kesemutan dan suara serak.

Tanda Hipotiroid, Nadi menurun, Bengkak pada muka dan kaki, Berat badan naik, pembesaran kelenjar tiroid dan gangguan menstruasi.

Hipertiroid yaitu karena kelebihan hormon tiroid, gejalanya mudah marah/emosional, sulit tidur, sulit konsentrasi, tidak tahan panas, berdebar, banyak makan tapi berat badan tidak bertambah malah berat badan menurun dengan cepat.

Tanda Hipertiroid, Mata melotot, Nadi cepat, keringat berlebihan, gemetar, pembesaran kelenjar tiroid dan gangguan menstruasi.

Kekurangan dan kelebihan sama-sama tidak baik karena dua-duanya menimbulkan efek buruk bagi fungsi organ tubuh.

Gangguan Bentuk Tiroid

Struma atau gondok, terjadinya pembesaran kelenjar tiroid, struma akibat kekurangan Iodium disebut GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium)

Nodul Adalah benjolan pada kelenjar tiroid yang dapat bersifat jinak atau ganas.

Keganasan atau Kanker Tiroid dan Peradangan atau Infeksi.

Setelah mengenal gangguan tiroid beserta tandanya, berarti harus lebih mawas diri dengan penyakit yang jarang dibahas atau kurang familiar di masyarakat ini. Harus diperkenalkan ke keluarga, teman dan lingkungan masing-masing agar tidak ada yang lengah dengan penyakit yang sering tanpa sadar tidak terdeteksi.

Gangguan tiroid dapat mengurangi kualitas hidup dan memiliki dampak psikologis. Berikut gangguan pada kelompok usia tertentu:

Bayi Baru Lahir: Dapat terjadi retardasi mental

Anak-anak: Gangguan tumbuh kembang dan perilaku

Usia Dewasa: Penyakit jantung, Tulang keropos dan Gangguan kesuburan.

Ibu Hamil: Meningkatkan risiko keguguran, Kelahiran prematur dan Gangguan pertumbuhan pada janin.

Dr Arman Bhakti Pulungan menyarankan bagi para ibu yang baru melahirkan, untuk melakukan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)

Hipotiroid Kongenital adalah kelainan hormon tiroid sejak bayi lahir yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik dan mental, ini dapat terjadi pada setiap bayi.

Gejala dan tanda fisik hipotiroid congenital: Kuning berkepanjangan, minum sering tersedak, pusar menonjol, lidah tebal, hidung melebar dan pesek, kesulitan bicara, perut buncit, tangan dan kaki teraba dingin, tubuh cebol dan keterbelakangan mental atau idiot.

SHK sudah ditetapkan dalam Permenkes No.75 Tahun 2015 sebagai upaya penyelamatan generasi bangsa dari keterbelakangan mental dan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, bayi baru lahir usia 3-4 hari sebaiknya minta SHK pada petugas kesehatan sehingga bila diketahui positif Hipotiroid Kongenital, bisa segera diobati.

Gangguan tiroid dapat dikenali dengan cara:

Pemeriksaan mandiri menggunakan kuisioner sendiri lalu konsultasi ke dokter. Dengan deteksi dini gangguan tiroid, dapat mencegah komplikasi.

Menurut dokter Lily, Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk dengan gangguan tiroid terbesar di Asia Tenggara. Maka dari itu penyakit ini harus benar-benar diwaspadai agar kualitas hidup bangsa terselamatkan terutama generasi penerusnya.

Untuk mengenal lebih dalam tentang Gangguan Tiroid, dapat membacanya di http://tiroidindonesia.com/

5 comments:

  1. Teman ada yg punya tiroid teh,,, akhirnya menjalar menjadi kanker,,. Dn skrg dh pergi,,,

    ReplyDelete
  2. iya bu, saya tahunya gangguan tiroid itu seperti gondok di leher
    waduh, gangguan pada kelompok usia serem juga ya.
    terima kasih udah diingetin, jadi bisa melakukan pencegahan yang lebih baik ketimbang mengobati...

    ReplyDelete
  3. Iya bener Teh, emang rada kurang populer. Namun sebenarnya pengidapnya juga mulai banyak. Saya sering melayani kastemer dengan keluhan tiroid. Dari hiper, hipo sampai kanker tiroid. DAn emang enggak bisa diabaikan, bisa menjadi berbahaya juga.

    ReplyDelete
  4. Gangguan tiroid ternyata bisa semua umur ya,,baru tau juga nih habis melahirkan sebaiknya dilakukan skrining.

    ReplyDelete
  5. Teenyata tiroid ini serem juga ya teh. Nah ingat saat hamil chantika, ada masalah dileher, takitnya masalah ke kandungan, langsung melakukan rawat inap cukup lama.

    ReplyDelete

Blogroll

About