Pages

Saturday, 29 July 2017

Festival Bumi Rafflesia Day 1

Share it Please
Photo Credited: Alesha Wisata
Mengikuti Familiarization Trip atau Fam Trip ke Bengkulu bersama puluhan teman blogger adalah keistimewaan karena untuk mendapatkan moment ini, sangat langka maka ini rezeki banget. Apa lagi saat dua kali kesempatan ke Bengkulu, saya tak sempat eksplor lebih dalam tempat-tempat wisatanya. 
Karena dalam dua kali ke sana dalam rangka kerja jadi saat mengunjungi tempat-tempat wisata terdekat juga terlalu buru-buru dan kurang menikmati karena hanya berkunjung sekilas dan pikiran fokus ke materi pekerjaan.

Selama tiga hari 21-23 Juli 2017 di sana, lumayan terbayar rasa penasaran saya dengan semua pemandangan dan daerah yang ingin saya selami. Kali ini, saya ingin berbagi tempat wisatanya dulu, di artikel selanjutnya baru tentang wisata sejarah sekaligus memberi gambaran Bengkulu masa lalu dan masa kini.

Kami tiba di Bengkulu pukul 8.30 langsung menuju Rejang Lebong dengan jarak tempuh lebih kurang 2 jam perjalanan. Karena kami menggunakan bus besar jadi jalannya agak lambat di medan berkelok. Jika naik mobil kecil dalam waktu 1,5 jam saja sudah bisa sampai.

Didampingi teman-teman dari Alesha Wisata dengan pemandu Pak Devi penggiat Budaya Bengkulu yang menjelaskan asal usul Provinsi Bengkulu yang tadinya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan.

Menuju Rejang Lebong, kami melewati jalan liku 9 yang naik turun dan berkelok, lebih kurang sama dengan jalanan sekitar Lembah Anai Bukittinggi atau Kawasan Puncak Bogor. Tips melewati jalanan ini jika mudah mabuk, sebaiknya minum antimo sejam sebelum perjalanan ke sana dan sedia plastik untuk jaga-jaga kalau tidak tahan menahan rasa mual.

Cuaca dingin dan disarankan membawa jaket dan minyak angin juga selama perjalanan. Di tengah perjalanan, kami mendapat surprise, bahwa ada Bunga Rafflesia Arnoldii sedang mekar di Taba Penanjung Bengkulu Tengah, kami senang bukan main dan menuruni lembah hutan. Bonusnya, cuaca cerah dan tidaj hujan jadi menuruni lembah tidaklah terlalu sulit. Dengan bantuan tongkat kayu yang disediakan sampailah kami di tempat Rafflesia tersebut mekar.

Rafflesia Arnoldii mekar di hari ke-3 Diameter 65 cm

Horeee ketemu Rafflesia!

Seperti bertemu idola, kami langsung mengabadikan moment bersama bunga yang menjadi ikon Bengkulu ini. Bunga Rafflesia beda spesies dengan Bunga Bangkai. Rafflesia tidak mengeluarkan bau bangkai. Bunga yang kami lihat ini sudah mekar dalam hari ke-3 dengan diameter 65 cm dan bisa bertahan mekar dalam waktu 7 hari.  How lucky we are bisa melihat bunga ini secara langsung.


Perjalanan dilanjutkan dan kami menyempatkan untuk sholat Dhuhur di Masjid Agung Baitul Makmur, Curup Kabupaten Rejang Lebong dan menuju Lesehan Pancur untuk makan siang. Di Lesehan Pancur ini ada sambal khas Bengkulu yang saya suka, yaitu Dambal Rebung. Restoran konsep outdoor ini sangat nyaman dan instagramable. Banyak spot untuk berfoto dan suasananya bersih. Area parkir juga cukup luas.

Area Danau Mas Harun Bastari

Danau Mas Harun Bastari
Bunga ini unik seperti benang wol 
Taman Bunga Inaya yang masih dikembangkan
Berbagai jenis Bunga Chrysant
Selesai makan siang, menuju Danau Mas Harun Bastari yang tak kalah adem baik suasana maupun cuacanya. Kawasan danau ini sudah dilengkapi fasilitas bagi wisatawan yang ingin menginap. Tersedia beberapa hostel, toilet umum, tempat makan dan area parkir aman.

Menyambut Bengkulu 2020 dan Flower Garden Festival yang rencananya akan dilaksanakan pada 2018, terhampar Taman Bunga Inaya dengan berbagai jenis bunga yang dibudidayakan di sana. Mulai Bunga Matahari, Bunga Krokot, Bunga Chrysant, Bunga Jengger Ayam, Marigold dan masih banyak lagi. Bahkan ada kebun stroberi dan pengunjung bisa memetik dan memakan buah tersebut langsung dari pohonnya seizin pengelola.

Taman Bunga Inaya masih dalam tahap pengembangan untuk mencapai tahap Taman Bunga Nasional, menurut Pemprov Bengkulu, Bpk.Almidianto dalam konferensi pers menyatakan bahwa Taman ini dipersiapkan menuju Bengkulu 2020 dan sampai saat ini, sudah dikembangkan secara lahan, pembudidayaan berbagai spesies bungan, infrastruktur dan penganggaran dalam payung hukum. Dalam hal ini, ada MoU antara Gubernur Bengkulu dan Bupati Rejang Lebong sebagai penguat komitmen pembangunan daerah wisata prioritas Bengkulu ini.

Sinergi dengan beberapa pihak pun dilakukan, termasuk melibatkan masyarakat umum. Misalnya, para petani sayur dan buah. Ikut mendukung keberlangsungan Taman Bunga Inaya.

Matahari petang sudah mulai menyapa, memberi tanda agar kami lekas menuju Desa Tebat Monok Kabupaten Kepahiang untuk melihat konservasi Bunga Bangkai. Masih beruntung di lokasi bunga ini masih cerah cuaca dan keberadaan bunga tidak jauh dari jalan raya sehingga kami tidak perlu turun terlalu jauh seperti ketika mengunjungi Bunga Rafflesia Arnoldii.

Bunga Titan Arum spesies dari Amorphopallus Titanum ini sedang mekar di hari ke-3, cantik dan mengeluarkan bau bangkai sedikit karena sebagian mahkota sudah menutup. 



Amorphopallus Titanum

Konservasi Bunga Bangkai ini dikelola oleh Pak Holidin beserta enam saudaranya. Tanpa bantuan siapapun termasuk pemerintah. Ia berhasil membudidayakan Amorphopallus Titanum di beberapa titik. Menurut Pak Holidin, banyak tamu dari lokal maupun luar negeri menjadikan area konservasi ini untuk penelitian atau sekadar kunjungan wisata.

Amorphopallus Titanum ini bertahan mekar sempurna dalam 24 jam, yang kami lihat ini sudah mekar di hari ke-3 makanya mahkotanya sudah agak menutup dan tidak terlalu mengeluarkan bau bangkai. Untuk cerita lengkapnya tentang konservasi bunga bangkai ini, akan saya ulas secara khusus nanti ya.

Hari pertama Fam Trip begitu mengesankan dan pengalaman tak terlupa. Lanjut ke Fam Trip hari kedua ya. Sampai jumpa!

28 comments:

  1. Indonesia itu bener2 indah ya teh...

    ReplyDelete
  2. Hari pertama benar" penuh kejutan ya mbak hehe

    ReplyDelete
  3. Indah banget ya. Sebenarnya aku lulus seleksi, Teh. Tapi waktunya berbarengan dengan dapat undangan juga ke Seren Taun, sinar resmi. Sempat galau galau berat akunya. Tapi dua-duanya menarik. Ya sudah Insya Allah lain kali bisa berkunjung ke Bengkulu. Amin

    ReplyDelete
  4. Bengkulu indah banget yak. Banyak bunga-bunga yang jarang diliat di Jakarta. Apalagi bunga bangkai itu ya. Ternyata besar, aku pikir enggak sebesar itu ukurannya.

    ReplyDelete
  5. Saya baru tahu bunga Raflesia dan bunga bangkai ternyata berbeda ya. Indahnnya berbagai jenis bunga di Bengkulu.

    ReplyDelete
  6. Danau Mas Harun Bastari viewnya bagus banget ya dan beruntung banget ya teh bisa menyaksikan bunga raflesia dan bunga bangkai yang mekar

    ReplyDelete
  7. Jadi tahu kalo Bengkulu itu tidak sekedar bunga bangkai ya dari artikel ini. Danaunya sejuk,bersih dan tenang cocok untuk travelling dan sekedar melepas penat. Wahh rejeki banget ini,pas ke sana pas bunga sebagai ikon nya bersemi mekar. Dan salut juga untuk pak Kholidin ya,yang peduli meski tanpa dibantu

    ReplyDelete
  8. Beruntung banget Teh Ani bisa melihat secara langsung bunga Raflesia yang sedang mekar. Semoga suatu hari saya juga bisa ke sana

    ReplyDelete
  9. Saya pikir bunga raflesia mengeluarkan bau juga lho Teh, ternyata enggak toch.
    Semoga menuju Bengkulu 2020 dapat terlaksana dan pastinya semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu. Aamin

    Siipp Teh, ditunggu part selanjutnya.. ☺

    ReplyDelete
  10. bunga rafflesianya bikin mupeng ih, penasaran pengen liat aslinya, secara biasa cuma di natgeo hehehe
    ini day 1, berarti day 2 soal kuliner ya bu?
    *jadi laper siang2 gini kalo ngomongin kuliner khas bengkulu :)

    ReplyDelete
  11. Nice, bs foto langsung bersama bunga yg sangat khas di Indonesia. Raflesia Arnoldi.

    ReplyDelete
  12. Bisa dibayangkan bagaimana melalui liku 9, saya pernah melewati kelok 9 di Padang bikin mual memang, malah ada lagi yang kelok nya sampai lebih dari 15 sampe nggak terhitung karena saking puyengnya. Ternyata di Bengkulu ada juga hehe.. jadi pengen explore Bengkulu juga.

    ReplyDelete
  13. Indonesia kaya raya banget ya Teh... Bener-bener warisan alam yang sangat langka dan menjadi flora mencitrakan kota Bengkulu.

    ReplyDelete
  14. Aku ada saudara jauh padahal di Bengkulu, Teh. Tapi belum pernah ke sana :'). Masya Allah, alam Bengkulu indah bangeeet.

    ReplyDelete
  15. Waaw Bengkulu keren, smoga someday bisa berkunjung amin

    ReplyDelete
  16. wah pengen kunjungi bunga raflesianya... :)

    ReplyDelete
  17. Jd mau travelling k Bengkulu,, mau Liat bunga raflesiaya dr deket,,, senang y teh tmbh teman n wawasan ngiri saya

    ReplyDelete
  18. Bunga yang mirip benang wol, itu masih satu familia dengan Bunga Jengger Ayam. Nah, kalo lagi beruntung biasanya banyak Nephentes sp., (Kantung Semar) yang tumbuh (berbunga) Teh Ani. Sayangnya ga nemu yaa.. Coba, lebih lama lagi di Bengkulu, bisa main ke Desa di tengah-tengah hutan yang banyak pohon durian, Desa Muko-Muko, perbatasan Jambi-Bengkulu. Sejuuuk banget dan buah-buahan berlimpah di sana. Next, siapa tahu Teh Ani pengen eksplor Indigenous people Bengkulu-Jambi-Palembang-Riau. Belajar budaya dan obat-obatan tradisional Suku Anak Dalam, Talang Mamak, Melayu Tradisional, dan Suku-Suku Laut Kepri.

    ReplyDelete
  19. Dulu saya pikir Raflesia dan bunga bangkai itu sama lho. Raflesia saya pikir nama ilmiahnya, ternyata beda yaaa :D

    TFS Teh. Ditunggu cerita hari keduanya :D

    ReplyDelete
  20. Rezeki banget nih bisa ikut halan-halan semacam gini. Jarang dan gak semua orang bisa. Alhamdulilah..

    Aku kok, penasaran ya pengen lihat langsung bunga Rafflesia gitu, saat ini cuma bisa mandangin lewat gambar aja, termasuk foto dari Teh Ani :)

    Selain itu bunga-bunga yang lain juga tak kalah kerennya, dan satu hal yang aku suka, pengen bisa singgah juga di Masjid itu. Pengen bisa merasakan shalat disana...

    ReplyDelete
  21. Belum pernah ke Bengkulu, jadi pengen lihat Flower Garden Flower 2018.

    ReplyDelete
  22. Huaaaaahhh banyak yang bisa jadi spot hunting fot di sana ya, Teteh.
    Wow, betapa bahagianya bisa ke Bumi Rafflesia
    Saya entah usia berapa bisa kesana. Memegang langsung Rafflesia yang saya kenal pertama kali lewat prangko saja.

    ReplyDelete
  23. seneng yah mbak kunjungan kali ini puas jalan-jalan dan banyak liat bunga langka :)

    ReplyDelete
  24. Waah seneng ya bisa sampai di Bengkulu teh. Aku yang nyaris ke sana beberapa bulan lalu, pas ada festifal budaya, jadi makin pengin

    ReplyDelete
  25. Wowww..bunga Raflesia Arnoldi nya sudah mekar di hari ketiga ya. Gede juga 65cm diameternya. Bisa bertahan selama 7 hari ya. Sesudah itu gimana besarnya? Asik banget teh Anih bisa ke Bengkulu bareng blogger kece lainnya.

    ReplyDelete
  26. Belum pernah ke Bengkulu, masih ada di list. Semoga next year ah.. Hehehe. Amin.

    ReplyDelete
  27. Bengkulu cantik teh, pantesan teman saya kangen berat sama rumahnya di Bengkulu kalau sedang ada di Bogor

    ReplyDelete

Blogroll

About