Pages

Saturday, 13 January 2018

Potensi Diri Harus Disyukuri dan Dikembangkan Bukan Dibandingkan

Share it Please
pic: pixabay.com

Berapa banyak waktu yang tercecer untuk hal yang sia-sia? Kalau saya mengaku saja, banyak! Contohnya, ketika ingin menulis konten untuk blog atau portal tertentu, kesalahan saya adalah selalu menyambi nengok sosial media atau sambil stalking sosial media orang lain. Tujuannya sedikit refreshing dari kejenuhan menulis 1000 kata. Tapi malah keterusan dan nagih. Sehingga lupa tugas utama. Tentu saja ini menjadi candu.

Efek terlalu sering kepo-in sosmed orang lain, hati setegar ngarai sianok pun tetap baper ujung-ujungnya. Membandingkan dengan keadaan orang lain dan sebagainya. Sibuk menilai orang lain dan akhirnya lupa diri. Tidak menjadi diri sendiri dan capek baper. Yap. Itu realita.

Mau berdalih bagaimana pun hati kecil sejujurnya punya perasaan yang sama kan? Ya iyalah sama manusia, punya organ sama setidaknya lebih kurang seperti itulah keadaannya. Cuma kadarnya saja yang beda.

Beruntung kewarasan saya masih terjaga. Ternyata masih banyak hal yang lebih penting untuk diperhatikan dan dipikirkan dibanding stalking sosial media orang lain yang membuat waktu terkuras. Mirisnya lagi, waktu tersebut tak akan pernah kembali lagi.

Bergegas saya evaluasi diri. Dengan mengurangi aktivitas di luar rumah agar pikiran dan fisik istirahat sejenak dan tidak membaca sesuatu yang saya rasa tak ada kepentingan langsung terhadap hidup saya. Jadi, waktu benar-benar saya manfaatkan untuk hal-hal berharga.

Langkah yang saya ambil untuk menebus kesalahan sudah membuang-buang banyak waktu itu saya pakai untuk:

Perbanyak ibadah, mohon maaf jika dianggap riya. Tapi hal ini tak dimungkiri saya pribadi memang harus menata ibadah lebih baik lagi. Memperbanyak shaum sunat, qiyamul lail, silaturahim dan perbanyak menerapkan poin-poin ibadah dalam segala aspek kehidupan. Bukan sekadar ritual.

Menata Karya yang tertunda, Sejak 2016, banyak pekerjaan tertunda dan pekerjaan yang belum saya terima karena terlalu sibuk dengan hal-hal kecil yang tak terlalu ber-efek besar dalam menambah nilai secara moral maupun materi. Materi tak seberapa tapi capek dan jenuh berhari-hari.

Justru pekerjaan yang banyak saya tolak adalah dibutuhkan banyak orang dan bermanfaat langsung. Misalnya, menjadi editor di sebuah portal pendidikan dan pengisi konten di beberapa website pemberdayaan perempuan. Tahun ini, harus saya ambil kembali. Ini adalah titik balik saya dalam berkarya. Artinya, saya harus dapat menyeleksi. Mana yang patut diambil dan tidak. Agar tidak terlalu random dan lebih fokus.

Banyak melakukan hal-hal menyenangkan mulai dari rumah, misalnya, mencoba lagi resep kue, memasak bersama anak, membaca buku-buku yang numpuk belum terbaca semua dan setelahnya memang memberikan efek rasa senang serta banyak inspirasi yang masuk. Saya jadi banyak ide juga untuk menulis.

Membuat blog baru, Pertimbangannya karena saya suka sekali makan dan jalan walau bukan travel atau food blogger. Artikel tentang perjalanan dan kuliner komposisinya banyak juga di blog utama saya yang gado-gado. Jadi, tak ada salahnya saya membuat blog khusus dua kategori ini dengan nama food travel zone. Setiap perjalanan biar terarsip dengan baik dan lebih rapi.

Selain poin-poin di atas tentunya melakukan hal yang lebih tepat dalam keseharian. Tidak mudah baperan dengan sesuatu yang harus dipikirkan sampai diratapi atau dipikirkan terlalu dalam.

Saya lebih memakai metode switch. Pada saat ada hal yang kurang nyaman dan kurang berkenan di hati, biasanya langsung telaah dulu masalahnya, selesaikan. Lalu beralih ke hal-hal yang membuat hati senang dan nyaman. Biasanya keadaan cepat membaik.

Sesederhana makan yang manis-manis seperti cokelat dan es krim atau ngopi di luar biasanya mengembalikan mood menjadi segar kembali dan semangat kembali melakukan aktivitas bermanfaat.
Kesimpulannya, ketika kita sibuk membandingkan diri dengan orang lain, sebaiknya cooling down

Lihat ke dalam diri, potensi diri, pencapaian yang telah diperoleh, orang-orang yang respek dan lain sebagainya. Jika kita jeli dengan sesuatu yang kita miliki dan mensyukurinya, pasti akan semangat untuk mengembangkannya.

Oh ya, jangan lupa eliminasi hal-hal yang berbau negatif, sesuatu yang gampang menjatuhkan mood dan semangat.
“Let’s find the new of you”


7 comments:

  1. Happy 2018 ya teh...setuju sekali kalau kita harus selalu bersyukur! Segala kelebihan dan kekurangan sejatinya adalah karunia-Nya.

    ReplyDelete
  2. Semangaaaatt bangettt aku baca postingan ini teh! Yeayyy!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  3. Sepakat. Disyukuri dan dikembangkan. Kalau sudah berkembang jangan lupa bagi-bagi teh, biar kembangnya tidak jatuh berguguran begitu saja. eeyaa

    ReplyDelete
  4. Wah, suntikan semangat banget ini, Teh. Segera beralih ke hal-hal yang menyenangkan jika ada sesuatu yang bikin baper atau hal-hal negatif lainnya. Catet banget!
    Thanks for sharing ya, Teh :)

    ReplyDelete
  5. Emang betul banget tuh, Ani, seringnya bunda mengklik blog2 lain sukak bikin keasyikan sampe waktu terkikis abis di situ. Bukan sih utk membandingkan, tp utk membaca apa topik postingan mereka sehingga mampu menulis postingan routinely. Sd hari ini bunda merasa adalah kemajuan dlm penataan tampilan blog karena Paman google juga. Tapi koq ya sepertinya bunda gak pinter2 seeey. Nice posting, Ani.

    ReplyDelete
  6. Asikk, jadi blog barunya udah meluncur belum, Teh?

    ReplyDelete
  7. saya memutuskan untuk uninstall instagram di hape Teh untuk sementara. Kalau mau posting di Ig via gramblr di laptop. Lumayan membantu saat ini untuk mengurangi baper hahahaha.

    ReplyDelete

Blogroll

About