Lalombaa Cocoa Village Tempat Wisata Sekaligus Edukasi Tentang Cokelat

09:56 Ani Berta 9 Comments

Siapa yang tak suka cokelat? Mau diseduh, dimakan batangan, campuran aneka cemilan seperti puding, kue kering dan lain-lain? Rasanya tak ada yang tak menyukai rasa lezatnya cokelat ya? Termasuk saya sendiri penggila aneka olahan cokelat.



Tambah nikmat lagi menikmati cokelat karena cokelat adalah bahan baku yang dihasilkan dari kakao dan berasal dari negeri sendiri, Indonesia. Bahkan menurut data di beberapa situs, termasuk di situs Kakao Indonesia, bahwa Indonesia adalah pemasok dan penghasil kakao terbesar nomor 3 dunia. Daerah penghasil Kakao terbesar Indonesia adalah Sulawesi Barat.

Sayang sekali, pasokan besar kakao dari Indonesia ke luar negeri kurang dikenal dan nama Indonesia kurang tertoreh dalam sejarah. Berdasarkan informasi dari situs Kakao Indonesia, ketika Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh mengunjungi pabrik cokelat di Swiss pada April 2016, sangat mengejutkan bahwa Indonesia tak tercatat sebagai pemasok kakao terbesar di sana. Sementara Swiss memasok paling banyak dari Indonesia. Sementara Jepang dan Australia diakui dan tercatat di Museum Kakao di sana. Padahal dua negara ini tak memiliki kebun kakao sebesar lahan kakao di Indonesia.

Konsumsi kakao di Indonesia juga masih sangat rendah dibanding Malaysia dan Singapura, menurut informasi dari Liputan 6 padahal Indonesia termasuk 3 besar produsen kakao terbesar di dunia dengan pendapatan 722 ribu ton dan pada Tahun 2012 mencapai 4 Juta Ton.

Masyarakat Indonesia perlu diedukasi betapa banyak manfaat kakao untuk kesehatan juga untuk konsumsi pangan. Masyarakat Indonesia harus menikmati kakao dalam berbagai olahan. Jangan sampai semua produk terbaiknya orang luar saja yang menikmati.

Salomba Kakao Village, Kolaka Sulawesi Tenggara
Salah satu sudut Kakao Village
Mengedukasi masyarakat tentang kakao tentu saja harus dengan cara yang asyik agar menarik dan mudah diserap. Solusi edukasi ada pada pembangunan Lalombaa Cocoa Village di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara. Kampung Cokelat ini berfungsi sebagai Agrowisata berbasis perkebunan kakao. Selain menjadi pusat wisata, bisa sambil belajar mengenal kakao beserta sejarahnya.

Ada apa saja di sana?

Galeri Cokelat, isinya adalah kakao, produk olahan kakao dalam berbagai bentuk, olahan cokelat dan lain-lain. Akan dipajang juga cokelat buatan masyarakat setempat.

Teater, Bisa digunakan untuk pertunjukan apapun bagi masyarakat di sana. Dan menjadi tempat untuk pertemuan para petani dalam kegiatan pelatihan.

Unit pengolahan hasil, Bisa belajar cara mengolah kakao yang baik atau setidaknya kita bisa tahu bagaimana proses kakao menjadi makanan layak konsumsi.

Gudang penyimpanan Kakao yang terintegrasi dengan hamparan kebun kakao milik masyarakat seluas 300 ha yang berlokasi di Kelurahan Lalomba, Kecamatan Kolaka.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kolaka, Bachrun Hanise mengatakan bahwa kawasan Cocoa Village ini dapat menjadi pusat edukasi bagi masyarakat setempat serta wisatawan yang datang.

“Sehingga mereka paham bagaimana proses kakao menjadi cokelat.” Kata Bachrun.

Agrowisata ini sangat memanjakan pengunjung, apa lagi pengunjung yang datang bersama keluarga atau anak-anak. Karena dilengkapi dengan arena bermain yang aman dan banyak spot-spot untuk berfoto atau selfie. Kalau datang ke sini, siap-siap bawa powerbank lebih dari satu. Agar bisa puas berfoto ambil video.

Pada musim panen, akan disuguhi pemandangan buah-buah kakao yang ranum dan setiap pengunjung diberi kesempatan menikmati suasana kehidupan para petani saat bercocok tanam kakao. Untuk wisatawan tersedia hotel berbintang, kuliner asyik dan cozy dan berbagai fasilitas kemudahan lainnya. Khusus bagi wisatawan mancanegara, akan disediakan fasilitas Homestay di rumah-rumah warga yang disiapkan dengan pelayanan terbaik. Sehingga bisa lebih dekat dengan para petani sambil memetik pelajaran dan pengalaman tak terlupakan.

Selain menikmati agrowisata Kakao, wisatawan juga bisa mendapatkan paket perjalanan menarik untuk menikmati pemandangan bawah laut di Pulau Padamarang yang masih berada di kawasan yang sama. Asyik ya?

Pembangunan agrowisata ini jelas menguntungkan semua pihak, baik pengelola maupun petani setempat. Lahan kebun kakao milik petani yang akan menjadi bagian Agrowisata Kampung kakao ini, akan diuntungkan dengan kunjungan wisatawan dan dipastikan lahan yang dipakai akan terawat dengan baik dan produktif. Petani pun mendapatkan keuntungan plus.

Dengan adanya Agrowisata Kampung Kakao ini, diharapkan kakao Indonesia lebih muncul namanya sesuai dengan kontribusi pasokan ke berbagai tempat termasuk seluruh dunia. Dan dapat lebih mempromosikan kakao dengan lebih baik lagi. Masyarakat pun teredukasi dengan baik juga terhibur dengan fasilitas yang ada di Agrowisata Kampung Kakao.
Bagi yang ingin wisata ke Sulawesi, bertambah destinasi menarik untuk menambah pengalaman tak terlupakan di Agrowisata Kampung Kakao ini.


You Might Also Like

9 comments:

  1. Suami saya hobi suka banget coklat.. jadi bisa rekomendasiin tempat ini sekalian butuh piknik hehehe

    ReplyDelete
  2. semua tentang cokelat.
    anak saya yg cewek seneng bgt cokelat pasti seneng diajak kemari :)
    salam sehat dan semangat Mbak ANi

    ReplyDelete
  3. waw di Sulawesi ya, duhhh itu bagus konsepnya agrowisata teh, hijau dan bis amenikmati langsung produknya, kebun kakao itu bikin adem karena banyak pepohonan yang berderet rapih

    ReplyDelete
  4. Waah keren...keren. Sebagai chocolate addict saya bangga dengan Indonesia.

    ReplyDelete
  5. kalo ingat kebun cokelat, jadi kebayang iklan Koko Cr*nch waktu muda :)

    *Yang cowo ga peka, yang cewe gengsi. Gitu aja terus sampe ladang gandum dihujani meteor coklat dan jadilah koko k*unch
    wkwkkwkw

    btw, yang galeri itu penasaran bu, pengen liat koleksinya kayak gimana, kebetulan saya juga penggemar cokelat...

    ReplyDelete
  6. Saya pecinta cokelat. Rasanya belum afdol kalo belum lihat langsung tempat ini. Hmm...

    ReplyDelete
  7. Waaah sedih banget Mbak Ani, kok Indonesia ngga muncul sebagai penghasil coklat, tapi negara lain yang jelas2 ngga punya puun coklat malah disebut sebagai penghasil. Hiks.
    Suka banget niy sama coklat. Seneng banget kalau bisa dapat edukasi juga masalah percoklatan.

    ReplyDelete
  8. Coklat, siapa yang tak suka? kayaknya yang aku temui sih, penggemar coklat tak kenal umur.
    Aku sudah mulai mengurangi konsumsi susu, tapi coklat, selalu menggodaku hehehe

    ReplyDelete
  9. Wah aku selalu suka cokelat, makasih infonya teh

    ReplyDelete