Featured Slider

Inovasi Sido Muncul Dalam 7 Produk Baru Berbentuk Kapsul

Peluncuran 7 Produk baru Sido uncul dengan prosesi potong tumpeng

Sebagai penyuka jamu dan minuman herbal lainnya saya sangat senang dan surprise saat tersedia jamu dan food supplement herbal yang kemasannya lebih simpel seperti produk terbarunya Sido Muncul.

Siapa yang tak kenal dengan perusahaan PT. Sido Muncul  yang melegenda dengan produk – produk olahan jamunya sejak 1940. Produk yang ramah rasa di lidah orang Indonesia dan mengandung rempah - rempah pilihan asli Indonesia.

Semakin meningkat minat masyarakat, semakin gencar pula inovasi yang dilakukan Sido Muncul, untuk memudahkan masyarakat mengonsumsinya, juga memperkaya khasiatnya dengan formula rempah yang  telah teruji.

Masyarakat merasa dimudahkan dalam menemukan ramuan jamu yang pas dengan kemasan yang praktis dan mudah dibawa ke mana - mana. Bayangkan saja dari jamu godog menjadi jamu cair kemasan yang rasanya tak mengubah prinsip herbalnya jamu.


Atas dasar upaya pelayanan maksimal kepada masyarakat,  maka Sido Muncul meluncurkan 7 Food Supplement berikut ini; Tolak Angin, Tolak Linu, Sari Kunyit, Vitamin E 100 I.U, Vitamin E 300 I.U, Vitamin D3 400 I.U, dan Virgin Coconut Oil (VCO). dalam kemasan capsule pada 20 Februari 2020 di Cipete Jakarta Selatan.

Tujuh produk ini menyusul dari 33 produk serupa yang telah diluncurkan dan dipasarkan lebih dulu, menurut Bapak Irwan Hidayat selaku Direktur PT. Sido Muncul, kehadiran dari produk – produk baru ini untuk memenuhi permintaan pasar selain dalam negeri, pasar luar negeri pun berminat akan produk – produk Sido Muncul ini.

Peluncuran produk Sido Muncul dalam bentuk kapsul ini juga untuk menyesuaikan dengan regulasi produk kesehatan di luar negeri. Sebab di luar negeri belum ada peraturan atau pasal undang – undang yang berkaitan dengan jamu. Sedangkan di Indonesia, jamu sudah membudaya dan dikenal masyarakat umum serta ada regulasi yang diterapkan.  

“Agar mampu menembus ekspor maka dilakukan penyesuaian dan adaptasi. Mulai dari komposisi, kualitas serta kemasan.” Kata Pak Irwan.

Ditambahkan Wakil Direktur Marketing Ibu Maria Reviani Hidayat bahwa beberapa negara ASEAN sudah menyatakan minatnya dan bersedia memasarkan produk Sido Muncul terbaru ini.

Ibu Maria Reviani menambahkan bahwa pembuatan food supplement Sido Muncul ini di ekstraksi dengan mesin herbal khusus dengan suhu rendah agar semua kandungan yang terdapat pada komponen bahan jamu ini tidak rusak sehingga tidak Mengurangi khasiatnya. Persiapan selama dua tahun dengan observasi, riset dan kajian – kajian dilakukan secara intensif untuk memberikan output terbaik terhadap produk tersebut.

Sido Muncul, produk jamu yang tak hanya berorientasi pada sisi perusahaan namun citra dalam mempertahankan kualitas produk pun dijalankan dengan baik dan konsisten dengan mengangkat ciri khas Bangsa Indonesia dalam produk herbal tradisional yang kaya rempah asli Indonesia.

Bapak Irwan Hidayat, Pemimpin Sido Muncul Yang Selalu Mengajak Pada Kemajuan

Di tengah acara kesibukan peluncuran 7 Food Supplement ini, Pak Irwan Hidayat mengajak kami berbincang soal isu yang tengah ramai di masyarakat saat ini. Seperti soal buruh, kondisi perusahaan dan karyawan. Memberikan insight juga dengan kondisi pekerja dan perusahaan di negara lain.

Bersama Pak Irwan dan teman - teman Blogger


Beberapa kali saya berkesempatan mengikuti acara – acara Sido Muncul, Pak Irwan yang rendah hati ini selalu membagikan cerita inspiratif baik dari pengalamannya sendiri maupun  mengangkat tema –tema berat yang wajib diketahui sebagai gambaran untuk berlatih mencerna isu - isu yang tak mmudah dipahami.

Gaji dan Bonus Besar Tak Menjamin Motivasi Para Pekerja Memaksimalkan Kinerjanya. Mengapa demikian?

Sering terjadi bahwa ada beberapa orang yang sudah di zona nyaman dengan posisi mapan dari sebuah perusahaan ternama. Namun lebih memilih untuk melanjutkan karirnya di perusahaan yang level-nya jauh lebih kecil. Gaji lebih kecil bahkan tanpa bonus. Ada juga yang rela tidak mendapatkan benefit apapun dengan alasan membantu sesama.

Sustainability Adalah Kunci Danone Specialized Nutrition Indonesia Atas Keberlangsungan Usaha Dan Dampak Perusahaan Dalam Lingkungan Masyarakat

PAUD Cerdas,Citeureup


Selalu menarik dan semangat jika membahas soal kegiatan CSR  (Corporate Social Responsibility) suatu perusahaan. Selalu ada inspirasi dan semangat berbagi dengan berbagai metode dan sistem di dalamnya. Walaupun dengan cara yang berbeda di setiap perusahaan.

Bertahan Atau Tenggelam Kah Industri Telekomunikasi Indonesia Di Tengah Gempuran Disrupsi?


“Kalau ada yang gratis, mengapa harus ambil yang berbayar? Telpon sekarang sudah bisa pakai WhatsApp, LINE dan masih banyak lagi aplikasi lainnya. Chatting pun bisa gratis tanpa harus membayar Rp.350 untuk 160 karakter.”

Ini adalah ungkapan klasik masyarakat yang patut dimaklumi. Termasuk saya sendiri. Kemudahan teknologi dan berbagai benefit yang ditawarkan membuat sebagian besar masyarakat termasuk saya pribadi, tak memungkiri lebih memilih yang gratis dan memberi manfaat. Apa lagi untuk kerja remote memerlukan meeting online melalui chat group atau video conference tanpa keluar biaya besar. Lalu apa masalahnya?

LoveCare Indonesia Membantu Dapatkan Perawat Terampil Sesuai Rujukan Dokter

Jika ingat soal rawat inap, saya sering memikirkan dua pihak. Baik yang sakit maupun yang menunggui di ruang rawat tersebut. Sungguh bikin tidak nyaman bagi keduanya. Bagi yang sakit terasa membosankan dan merasa sumpek, walaupun di ruangan VVIP. Bagi yang menunggu, perasaan campur aduk antara rasa khawatir, sedih, lelah dan dituntut kesabaran saat menghadapi pasien yang ditunggu.

Untuk perawatan darurat selama satu atau maksimal tiga hari di rumah sakit jika sakit parah masih bisa dimaklumi namun jika pasien sudah agak baikan sebaiknya diawat di rumah. Agar lebih nyaman kepada yang sakit juga yang merawatnya. Untuk perawatan di rumah tentu saja perlu pendampingan tenaga medis profesional agar prosedur pengobatan jalan pasien berjalan lancar dan tidak terjadi kesalahan treatment.

Econusa, Orang Punya Adat Adalah Yang Mampu Menjaga Hutan

ki-ka : Matias Mairuma, Bustar Maitar, Jimmy Wanma dan Yulia Fonataba

Berkembangnya industri, luasnya pembangunan infrastruktur dan maju pesatnya wisata modern, harus dibarengi dengan menjaga lingkungan dan ekosistem alam tidak terganggu habitatnya. Baik bagi tumbuhan maupun hewan di dalamnya. 

Emosi Perlu Dialirkan Bukan Dialihkan

Bersama peserta workshop (Foto: Dandiah)


Sumbu pendek, istilah ini dulu sering saya alami, selalunya saya meledak duluan ketika menemui hal yang tak pas dengan hati. Sesudahnya baru menyesal habis-habisan, merasa bersalah dan minta maaf berkali –kali ke orang yang kena amarah saya. Jika dalam situasi tersebut, saya merasa sangat bodoh dan merasa penyesalan tak ada gunanya.