Pages

Tuesday, 6 December 2016

Lawan Diabetes Yang Mengintai di Dalam Tubuh

Share it Please

Tahun 2011, sebulan setelah reuni SMA, adik teman saya menelepon bahwa kakaknya yang merupakan teman SMA saya itu meninggal. Terkejut, karena usianya saat itu masih 33 tahun dan saat reuni, alm kelihatan segar bugar bahkan sepulang reuni, kami hang out dan karaoke di sebuah mall besar di Bandung. Adik alm menjelaskan dengan terisak-isak, bahwa kakaknya meninggal karena sakit Diabetes Tipe II.

Alm teman saya tersebut bekerja sebagai polisi intel di setiap event besar, jadi di sana alm sering minum minuman kemasan dan kopi dalam jumlah banyak karena memang itu kesukaannya. Ditambah lagi merokok bak cerbong kereta api yang tak putus-putus. Berhenti merokok jika sedang mandi dan tidur saja. Adik alm memberikan penjelasan ke saya dari hasil penjelasan dokter yang menanganinya sebelum meninggal.

Dari kejadian itu, saya menjadi lebih waspada dan gencar mencari tahu dari berbagai sumber tentang penyakit mematikan ini. Tanggal 14 Nopember 2016 lalu, pada Hari Diabetes Sedunia, Kemenkes mengadakan talkshow bertema “Eyes On Diabetes” dengan Narasumber Prof DR Dr Agung Pranoto, Mkes, SpPD, K-EMD, FINASIM dan Dr Lily Sulistyowati dari Kemenkes. Dari acara ini, saya semakin paham dan tercerahkan tentang penyakit diabetes yang kadang kurang terdeteksi jika tidak memeriksakan kesehatan secara rutin.

Diabetes adalah penyakit yang timbul akibat peningkatan kadar glukosa darah di atas nilai normal. Diabetes terbagi dua, yakni Diabetes Tipe I yang disebabkan berhentinya tubuh memproduksi insulin karena perusakan sel pankreas. Biasanya terjadi pada anak-anak. Sedangkan Diabetes Tipe II bentuknya lebih umum dan 90% terjadi pada orang dewasa tapi baru-baru ini terjadi pada anak dan remaja yang kurang aktivitas fisik dan mengalami obesitas.

Mirisnya, di Indonesia penyakit Diabetes merupakan penyakit mematikan nomor 3 menurut Data Sample Registration Survey (SRS) 2014 dengan persentase 6,7% setelah Stroke 21,1% dan Jantung Koroner 12,9%. Menempati peringkat ke 7 Dunia setelah China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko.


Melihat data dan fakta tersebut, Kementerian Kesehatan RI bertindak cepat dan terus sosialisasikan edukasi tentang penyakit diabetes ini. Diabetes perlu diwaspadai karena terbukti menurunkan kualitas hidup dan penyebab kematian dini.

Menurut Dr.Agung, penyakit diabetes yang tidak terdeteksi dan tidak terkontrol, akan mengakibatkan komplikasi ke penyakit jantung koroner, kebutaan karena menyerang retina, gagal ginjal dan amputasi tubuh bagian bawah. Karena lama-lama, penyakit diabetes yang didiamkan akan merusak organ-organ penting dalam tubuh. Seperti pankreas, ginjal, jantung, penyumbatan pembuluh darah dan lain-lain.

Masyarakat dapat memulai perhatian dengan mengetahui pemicu terjadinya Penyakit Diabetes ini. Misalnya:

Riwayat keluarga, Jika orang tua atau saudara kandung pernah mengalami Diabetes, kemungkinan besar mengidap penyakit yang sama sangat besar kemungkinannya. Dan Apabila ibu hamil mengidap diabetes, bayi perempuan akan berpotensi menurunkan penyakit ini juga ke generasi berikutnya.

Usia, setelah 40 tahun di mana aktivitas fisik menurun dan kurangnya masa otot berpotensi terkena diabetes.

Kegemukan dan Obesitas, Semakin besar lemak dalam tubuh semakin kecil pula sel terhadap insulin yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam tubuh.

Aktivitas fisik yang kurang, Dokter Lily menjelaskan, bahwa untuk beraktivitas fisik, tak harus melakukan olah raga full di lapangan atau lari keliling komplek. Pada saat duduk, memasak atau mandi pun bisa berkesempatan sambil olah raga. Misalnya, ketika duduk sambil menulis atau di belakang meja kerja, bisa sambil gerak-gerakan kaki dan sesekali tangan. Kalau bisa, untuk mengambil minum atau makanan tak harus minta bantuan office boy atau asisten. Biarkan tubuh bergerak. Dokter Lily juga merekomendasikan agar setiap hari kita bisa melakukan aktivitas fisik sedikitnya 30 menit dalam sehari.

Diet Tidak sehat dan mengonsumsi kaya kalori, lemak jenuh, gula dan rendah serat.
Tekanan darah tinggi
Perempuan yang mengalami diabetes selama kehamilan

Kasus Diabetes Tipe II ini, dapat dicegah dengan menjalankan Metode CERDIK berikut ini:

  1. Cek kesehatan secara berkala, tes glukosa darah dan kadar HbA1c secara teratur
  2. Enyahkan asap rokok baik secara aktif atau pasif. Penggunaan tembakau kunyah pun tidak disarankan.
  3. Rajin aktivitas fisik dengan melakukan aktivitas yang banyak gerak minimal 30 menit sehari selama lima kali dalam seminggu
  4. Diet sehat dan seimbang, mengonsumsi 3-5 porsi buah dan sayuran setiap hari. Kurangi asupan gula, garam dan lemak jenuh.
  5. Kelola Stres, Jadikan hidup tidak rumit, banyak cari hiburan dan penyegaran dengan gaya hidup sehat dan lalui kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai agar selalu senang hati.

Masyarakat juga harus sadar dan mau cari tahu tentang sebab akibat penyakit diabetes ini, mau menghadiri berbagai forum edukasi kesehatan dan mau menjalankan gaya hidup sehat. Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan ilmu tentang penyakit diabetes, bisa membagikan kembali kepada teman, keluarga dan orang-orang di sekelilingnya.

Jangan percaya mitos berikut ini

Dengan demikian, masyarakat umum dan pemangku kepentingan yang sama-sama bergerak dalam sosialisasi dan edukasi penyakit Diabetes bisa membantu pemerintah dalam menurunkan angka penyakit ini.


Jika Penyakit Diabetes dapat dicegah, kualitas hidup Bangsa Indonesia pun akan produktif dan banyak memunculkan Sumber Daya Manusia andal untuk kemajuan bangsa.

16 comments:

  1. Siap mencegah dengan CERDIK teh... Makasih infonya...

    ReplyDelete
  2. Gaung pencegahan diabetes semakin kencang di mana-mana. Semoga hal ini bisa mengedukasi banyak masyarakat.

    TFS, teh Ani.

    ReplyDelete
  3. Terima kasih sudah diingatkan untuk waspada, Eda. Suka minum kopi sachet-an nih.

    ReplyDelete
  4. salah satu silent killer ya teh Ani. Kayanya sekarang sih memang penyebabnya bukan melulu faktor keturunan ya, pola makan juga menjadi pemicu

    ReplyDelete
  5. Informasi yang bermanfaat. Penderitanya semakin muda usia. Benar-benar harus CERDIK supaya sehat.

    ReplyDelete
  6. Diabetes emang serem. Langsung cek kesehatan ah

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah, sudah rajin senam dan mengurangi gula

    ReplyDelete
  8. Diabetes harus dilawan sekarang juga biar tidak lebih merajalela

    ReplyDelete
  9. Menjaga pola makan dan hidup sehat memang penting untuk mencegah diabetes ya?

    ReplyDelete
  10. Jadi takut. Kelebihan berat badan juga bisa jadi pemicunya, ya?

    ReplyDelete
  11. Pola hidup, pola makan dan pola pikir juga eprlu diubah ya, teh. Supaya hidup yang berkualitas dan mendapatkan hidup yang kuantitas.

    ReplyDelete
  12. faktor keturunan juga kayanya emang pengaruh si & setahu saya biasanya nyilang, kalau ibu turunnya ke anak laki, tapi kalau anaknya perempuan semua gimana yah?
    Tapi bener si soalnya sy kenal beberapa orang yg ibunya diabet, terus anak laki2nya juga diabet

    ReplyDelete

Blogroll

About