Wednesday, 19 April 2017

Cashflow Pribadi Penting Dicatat

Share it Please

Sebagai pekerja tetap atau independen, ibu rumah tangga atau seorang pelajar yang belum punya penghasilan, sebaiknya mempunyai catatan keuangan dalam setiap transaksi yang dilakukan, baik uang masuk maupun uang keluar.

Hal ini disampaikan oleh Mauldy R.Makmur, Head of Corp Secretary & Business Support PT Mandiri Manajemen Investasi dalam Program Madiri Edukasi di Summarecon Mall Bekasi (15/4)

Menurut Mauldy, keberhasilan ekonomi keluarga bukan berpatokan pada berapa besarnya penghasilan dan kekayaan yang dimiliki tetapi semua tergantung pada bagaimana manajemen keuangan yang diterapkan. Jika penghasilan tidak besar tapi jika dikelola dengan baik, akan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan berpengaruh pada pembuatan keputusan dalam membuat anggaran pengeluaran.

Mauldy R. Makmur

Berikut lima poin yang penting dilakukan dalam mencatat berbagai transaksi sehari-hari, walaupun bukan perusahaan, ini tips yang dibagikan Mouldy yang bisa dicoba:

Mencatat Transaksi Keuangan : Setiap transaksi keuangan sebaiknya dicatat sekecil apapun, agar arus kas diketahui dengan jelas. Setiap transaksi yang tercatat biasanya akan memberi sinyal apakah setiap pengeluaran tepat dan sesuai kebutuhan? Jika selalu nombok alias lebih besar pasak dari pada tiang, sebaiknya review kembali apa saja yang benar-benar dibutuhkan. Kurangi anggaran yang kurang urgent.

Membuat neraca yang menampilkan catatan kekayaan dan hutang juga penting. Catat saja semua investasi dan hutang yang dimiliki.

Lindungi Kekayaan : Asuransi adalah solusi untuk melindungi kekayaan yang dimiliki, jika benar-benar paham dengan ketentuan premi, klaim serta hak dan kewajiban yang ada di buku polish asuransi, pasti akan merasakan banyak manfaatnya. Asuransi yang bisa dipilih beragam, asuransi bangunan, jiwa, kesehatan, kendaraan dan lain-lain.

Berinvestasi : Berinvestasi dari mulai nominal kecil dan dari yang ringan akan melatih untuk investasi yang meningkat. Sebelum berinvestasi, tentukan tujuan dulu, apakah investasi yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan? Pilih investasi yang bisa ter-cover oleh penghasilan, bisa dalam bentuk asuransi, saham, reksadana, emas murni, properti dan lain-lain.

Persiapkan Dana Darurat : Dana darurat penting untuk jaga-jaga, jika ada kemalangan seperti sakit, kecelakaan, perlu menolong orang dengan segera dan kebutuhan-kebutuhan mendadak lainnya. Usahakan dana darurat disediakan dalam jumlah yang banyak.

Bijak dalam Berhutang : Menurut Mauldy, hutang ada dua jenis, Hutang Produktif dan Hutang Konsumtif. Hutang Produktif adalah hutang yang digunakan untuk membeli investasi dan dikelola menjadi nilai ekonomis yang lebih tinggi. Misalnya untuk membeli properti, membeli investasi dan peruntukkan modal usaha.

Sedangkan Hutang Konsumtif adalah hutang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hiburan, liburan dan membeli sesuatu yang kurang dibutuhkan. Biasanya yang suka lapar mata, main gesek kartu kredit padahal tak membutuhkannya.

Mauldy menyarankan sebaiknya berhutang untuk hal-hal produktif dan situasi urgent saja. Dengan mempertimbangkan banyak hal tentunya.

Paling utama dalam pengelolaan keuangan sendiri, sebaiknya sisihkan untuk zakat, sedekah datau infak. Agar lebih berkah dan hak orang lain dalam rezeki kita tersampaikan.

Acara Mandiri Edukasi diadakan di Jakarta, Bekasi, Aceh, Jogja, Surabaya, Ternate dan Cirebon. Acara ini menyasar ibu-ibu rumah tangga, pelaku UKM dan masyarakat umum yang diedukasi untuk pintar mengatur keuangan. Selain kegiatan edukasi ada networking dan kegiatan masak bersama yang dipandu oleh seorang Chef.

Edukasi untuk masyarakat luas terutama di akar rumput sangat penting dan perlu berkelanjutan karena masyarakat di daerah-daerah pasti banyak yang haus ilmu, semoga perusahaan-perusahaan lain dapat meneladani kegiatan bermanfaat yang dilakukan Bank Mandiri.

10 comments:

  1. Dulu sempet tidak teh catat debit m kredit pas blm punya kidos,, skrg gk telaten lg,, noted teh rincian pengeluaran global aja yg d catet skrng mah,.

    ReplyDelete
  2. Keuangan buat bulanan sih udah dicatet. Giliran keuangan dari ngeblog sempet kelupaan mulu :(. Alhasil dapet teguran langsung, gara2 sempet lupa, dan sekarang lagi membiasakan buat bikin jurnal keuangan. Penting banget ya ternyata, baru saya rasain.

    ReplyDelete
  3. Pgn istiqomah lg catet2 pengeluaran.. investasi smcm reksadana blom aja dr kmrn2.. *sigh

    ReplyDelete
  4. Yang paling aku inget adalah, belajar buat mengatur pengeluaran keungan sama kurangi untuk berhutang di hal2 yg sifatnya konsumtif. Apa lagi, kalo aku mesti ngekost, kalo gak inget2 cara ngatur uang yg gak baik, bisa makan mie tiap hari hahahha sblm tanggal tua :(

    ReplyDelete
  5. Menghindari sale-sale yang buat mata blink jika melihatnya.
    Kadang tergoda melihat sale ya Teh Ani.

    Langsung konsen dari kemaren bener detail mengelola keuangan.

    ReplyDelete
  6. Acara yg seperti ini dibutuhkan sebenarnya. Membuka mata untuk tahu pentingnya berinvestasi supaya bisa jaga jika di kemudian hari terjadi sesuatu b

    ReplyDelete
  7. aku belum konsisten bikin cashflow kadang bisa 1 bulan rajin nextga hehheemakasi sharingnya mba

    ReplyDelete
  8. Memang harus konsisten ya bikinnya cuma seringnya lupa atau bahkan males apalagi kalo penghasilan ga menentu tambah bingung lagi..

    ReplyDelete
  9. Investasi sama dana darurat itu wajib, teh. Mesti ada alokasi khusus.

    ReplyDelete
  10. Membuat catatan pengeluaran dan pemasukan penting. bagi seorang tenaga lepas kayak aku dan Teh Ani yg penting pengeluarannya tetap ya Teh biar gak nombok tiap bulannya hehe..

    ReplyDelete

Blogroll

About