Pages

Monday, 10 April 2017

Tanggap Alergi Dengan 3K Bersama Nutricia Sarihusada

Share it Please
Masih segar ingatan saya, saat teman saya di Bali panik minta dibelikan dulu susu pengganti susu sapi dari Jakarta karena di Bali belum tersedia, kebetulan ASI teman saya tersebut tidak keluar juga. Anaknya yang alergi susu sapi mengalami gagal pernapasan karena minum susu sapi. Sedih dan ikut panik sebab kirim susu ke sana pun tak bisa langsung sehari sampai karena teman saya tinggal jauh dari kota.

Satu contoh lagi, ketika anak teman saya sesak napas di sekolahannya, setelah dicari penyebabnya, si anak dikasih kue yang dilapisi selai kacang. Padahal si anak alergi kacang. Fatal lah akibatnya. Jadilah urusan antar orang tua dan guru.

Keadaan ini harus menjadi perhatian dan edukasi ke setiap orang tua dan anak harus dilakukan. Apa lagi, dua dekade terakhir, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat peningkatan angka kejadian penyakit alergi pada anak. Studi di beberapa negara untuk seluruh dunia termasuk Indonesia, prevalensi alergi protein susu sapi mencapai 2% sampai 7,5%.

Ki-ka: Psikolog Anna Surti Ariani, dr.Maria Melissa dan Prof.Budi

Berdasarkan kondisi tersebut, Nutricia Sarihusada memberi dukungan penuh dalam meningkatkan kesadaran penuh semua lapisan masyarakat. Tahun ini, Nutricia Sarihusada meluncurkan kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K (Kenali, Konsultasikan dan Kendalikan) Dimaksudkan agar anak tetap ceria dan tumbuh sempurna walau alergi dan bunda tanggap dengan solusinya.

Pada 5 April 2017 lalu, Nutricia Sarihusada menggelar talkshow terkait alergi menghadirkan narasumber Prof. Budi Setiabudiawan dan Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani S. Psi, M.Si, Psi.

Menurut Prof. Budi, Alergen dibagi dua, yaitu pemicu hirupan dan makanan. Alergi protein susu sapi adalah salah satu alergi makanan yang banyak terjadi pada anak-anak. Harus diwaspadai karena alergi protein susu sapi dapat menyerang pernapasan (20-30%) Saluran cerna (50-60%) dan Kulit (50-60%).

“Harus diwaspadai karena jika sudah parah bisa berlanjut diare berdarah, kolik, penyempitan saluran pernapasan dan kondisi berbahaya lainnya.” Kata Prof.Budi.

Apa yang harus dilakukan orang tua untuk tanggap terhadap alergi pada anak? Prof.Budi menyarankan masyarakat terutama para Bunda untuk melakukan 3K, yaitu:

Kenali: Telusuri riwayat ibu bapaknya, apakah punya alergi atau tidak? Jika punya, kemungkinan anak mengidap alergi sangat besar. Lalu, lihat kondisi anak, jika anak makan sesuatu atau terpapar sesuatu menjadi bereaksi dan tidak wajar, berarti ada kecenderungan anak mengidap alergi. Tapi, orangtua atau siapapun tak berhak memvonis anak alergi sebelum dipastikan ke dokter.

Konsultasikan: Konsultasikan ke dokter, jika sudah dikonsultasikan, biasanya ada solusi terbaik untuk menangani alergi si kecil.

Kendalikan: Setelah berkonsultasi, ikuti saran dokter dan hindari makanan-makanan pemicu alergi. Cari alternatif pengganti makanan yang lebih aman dan direkomendasikan.

Prof. Budi menerangkan bahwa si kecil yang terpapar alergi supaya tetap bisa berkembang sempurna dan tetap ceria, harus diperhatikan aspek asupan gizinya, misalnya bagi yang alergi susu sapi, ASI adalah jalan terbaik tetapi jika ASI tak keluar, bisa diganti dengan asam amino yang direkomendasikan dan alternatif terakhir adalah susu soya.

“Tidak ada kamus alergi udang dilawan udang. Jika alergi terhadap sesuatu, sudah dipastikan menghindari makanan penyebab alergi.” Tegas Prof. Budi.

Sedangkan menurut Psikolog Anna Surti Ariani, Alergi juga menimbulkan dampak psikologis baik pada si kecil atau orangtua, terutama para bunda. Anak yang alergi memerlukan penanganan khusus dan harus banyak didampingi. Kadang orangtua bekerja harus cuti atau sering absen. Kelelahan dan rasa cemas berlebihan juga kerap dirasakan orangtua.

Menurut Anna, orangtua perlu mencari tahu wawasan tentang alergi anak, bisa dari bacaan, talkshow atau dari sumber yang kompeten. Selain mencari wawasan, orangtua juga bisa mencari komunitas atau perkumpulan yang mempunyai anak alergi, agar bisa bertukar informasi dan dapat saling memberi dukungan.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan juga dalam upaya tanggap alergi, tiga hal yang wajib dikenali keluarga menurut Anna adalah:

Kenali Anak: Teliti, apakah anak alergi terhadap sesuatu, baik makanan, cuaca atau apapun.

Kenali Lingkungan: Lingkungan anak di sekolah, rumah dan tempat-tempat anak berkegiatan semestinya dikenali, komunikasi juga dengan teman-teman anak, orang tua teman anak, guru atau guru les nya. Takutnya ada yang memberi makanan yang memicu alergi dan mereka tidak tahu.

Kenali diri Orangtua Sendiri: Kenali diri, apakah punya riwayat alergi atau tidak, jika punya riwayat alergi, ada tindakan untuk berjaga-jaga dan antisipasinya dengan memberi anak makanan yang aman dan tidak memicu alergi.

Anna juga menyarankan supaya ketika konsultasi ke dokter, ajak anggota keluarga, mau yang inti atau keluarga besar. Agar anggota keluarga lainnya juga tahu masalah alergi dan tidak sembarangan memberikan makanan yang justru menjadi pemicu alergi pada anak.

Head of Tailored Nutrition Sarihusada, dr. Maria Melissa mengatakan bahwa edukasi tentang alergi dilakukan dengan tiga cara, diantaranya edukasi langsung kepada para ibu, melalui seminar dan fun walk.

Pelepasan Balon sebagai tanda komitmen Bunda Tanggap Alergi
Tetap Ceria
Melengkapi dukungan edukasi untuk masyarakat terhadap tanggap alergi, Nutricia Sarihusada menggelar Fun Walk 2017 Langkah di Car Free Day dengan tema yang “Si Kecil Tetap Ceria Karena Bunda Tanggap Alergi” pada 9 April 2017.

Playground

Kemeriahan di sekitar panggung

Fun Walk meriah, dihadiri media, blogger, komunitas-komunitas yang ada di ibukota dan masyarakat umum. Dalam rangkaian acara Fun Walk ini, terdapat booth-booth menarik untuk anak-anak yang hadir. Misalnya, Playground, Lukis Wajah, Lomba Mewarnai, Fun Games, Photobooth, Konsultasi gizi dan masih banyak lagi.

Fun Walk pun diiringi irama perkusi yang meriah dan tidak ketinggalan Demo Masak bersama Chef Giovanni. Masakan yang diangkat adalah Puding susu yang menyehatkan.

Talkshow
Demo Masak

Akhir acara, ditutup dengan sesi talkshow bersama Prof.Budi dan Psikolog Anna Surti Ariani, masih membahas soal Alergi anak. Pamungkas acara adalah bagi-bagi hadiah dan foto bersama.

Buat para bunda atau siapapun yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang alergi anak, bisa mengakses www.alergianak.com di sana ada narasumber dokter yang siap menjawab pertanyaan. Silakan mendaftar. Dan layanan ini FREE!
Mari edukasi bersama dan tanggap alergi, agar anak tetap ceria dan tumbuh kembang sempurna.

3 comments:

  1. Saat ini serba enak ya teh... konsultasi anak bisa dilakukan dirmh dgn gadget kita. Jadi para Bunda bisa bertanya langsung dan mendapatkan solusinya Dr ahlinya. Jd yuk bunda manfaatkan fasilitas yg serba mudah ini

    ReplyDelete
  2. Banyak banged ya Teh informasi yang kita dapet di acara ini. Jadi tambah aware terhadap anak2 yang mengidap alergi.

    Semoga dgn gerakan 3 K ini, banyak masyarakat yg semakin sadar.

    ReplyDelete
  3. Waah berarti alergi saya bisa jadi pencetus alergi ke anak ya... Emang gen dari ibu kuat. Saya alergi dingin, efeknya paling gatal2, nah anak yg kedua ini py asma sedangkan di keluarga saya ga ada yg punya riwayat asma, setelah ditelusuri, ternyata almarhum ibu mertua saya juga asma... Tapi, saya punya alergi akut sih, alergi kalau invoice ga cair, bawaannya suka pengen jajan bala-bala *eh :D :D

    ReplyDelete

Blogroll

About