Sunday, 7 May 2017

Islah Cinta Mewarnai Perjalanan Seorang Reporter di India

Share it Please
Novel Islah Cinta Karya Dini Fitria

Sinopsis

Diva, seorang reporter yang ditugaskan meliput kehidupan Islam di negeri minoritas, India. Bersama juru kamera sekaligus atasan di kantornya bernama Jay. Api semangat Diva bergelora dari mulai persiapan hingga berangkat. Karena melihat itinerary yang sangat unik dan menantang. Namun sesampainya di India, guide yang direncanakan menemani selama perjalanannya, harus pulang ke Indonesia karena ada urusan keluarganya yang mendadak.
Tak disangka, guide pengganti adalah mantan kekasih Diva bernama Andrean yang telah lama berusaha dilupakan Diva. Keadaan menjadikan mood Diva berantakan dan tidak fokus. Hampir setiap hari diliputi kedinginan hati, emosional dan perasaan tidak karuan lainnya.

Namun, tugas tetaplah tugas. Guide tak dapat diganti lagi lagi karena sudah mepet dengan jadwal liputannya. Hari-hari bercampur baur, antara dejavu, kesal, serba salah, sikap berpura-pura, selalu merubunginya. Andrean telah menikah dengan gadis pilihan orang tuanya. Ini yang membuat Diva semakin merasa canggung.

Diva dengan bantuan Jay, dapat bekerjasama dengan baik menjalankan liputannya, dari mulai pemakaman Nizamuddin Dargah, Masjid Delhi, Taj Mahal sampai Fatehpur Sikri. Walau segala peristiwa tak menyenangkan dialami, membumbui rasa tidak karuan yang semakin pekat karena hari-harinya ditemani orang yang pernah mengisi hidupnya namun sekarang sudah milik orang lain. Bagaimana tidak? Perasaan tersebut bercampur dengan sikap Pengemis, gelandangan dan orang-orang yang tak nyaman yang selalu mengiringi. Semua itu harus dihadapi Diva dengan teknik agar tak menimbulkan masalah besar.

Beberapa saat, Diva melupakan situasi terburuk dalam hidupnya, saat bertemu Rohan, anak kecil yang sempat mengantarnya keliling di Kota Fatehpur Sikri dan menikmati kemegahan serta arsitektur Istana Akbar beserta masjidnya. Diva juga sempat melampiaskan curhat colongan tak terkatakan kepada Sanjay, lelaki baik yang mau bercerita tentang Shah Jahan yang bercitarasa seni tinggi terhadap sesuatu hingga mempersembahkan penghargaan terindah untuk permaisurinya yang telah meninggal. Dalam obrolan bersama Sanjay, Diva sempat menitikkan air mata dan tak dapat menahan emosi batin nya yang teringat lagi masa lalunya saat mendengar kisah Matahari dan Bulan dari Sanjay.

Sekali lagi, Diva berusaha menepis, keagungan dan cerita peradaban Islam di India berhasil mengobati perasaannya yang terluka. Rasa rindu berada dalam dekapan matahari, ia lampiaskan dengan memeluk kemegahan peninggalan Islam di Istana Akbar dan masjid yang dilaluinya. Terhanyut oleh cerita sejarah serta prasasti yang ditemuinya. Ajaran Islam di India yang lebih pada pendekatan cinta. Tidak mempersoalkan perbedaan, siapapun boleh memperoleh cinta itu dan datang untuk mendapatkannya. Dengan kepedulian dan saling menghargai.

Walau Maher, lelaki Eropa muslim yang tengah dekat dan mampu mengobati luka itu, karena di sela liputan dan tugasnya, selalu menyempatkan diri berkomunikasi dengannya. Diva menaruh harapan besar pada Maher yang mengagumi dan mewarnai hari-harinya. Andrean sempat cemburu terhadap Maher apa lagi mengetahui Maher datang ke India untuk urusan pekerjaan dan menyempatkan diri menemui Diva.

Pada malam terakhir Diva di India, menghadiri acara di Kedutaan Besar Republik Indonesia di India, ia berkumpul secara tak sengaja dengan istri Andrean, Jay dan Maher. Suasana semakin membuat Diva tidak karuan menjadikan malam itu malam paling panjang yang tak diinginkannya. Apa lagi ia melihat pemandangan yang tak diinginkannya dan ingat dengan keinginan kuat Andrean untuk kembali bersatu. 

Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah harapan Andrean untuk kembali ke Diva terkabulkan? Bagaimana dengan Maher bahkan Jay? Penasaran bagaimana Andrean bisa menjadi guide Diva dan Jay di India juga? Jawaban serta kisah akhirnya dapat ditemui di Novel Islah Cinta Karya Dini Fitria yang diproduksi oleh Falcon Publishing.

Resensi

Membaca novel ini dari awal sampai akhir serasa jalan-jalan ke India betulan, setiap perjalanan tokoh dalam novel ini selalu diceritakan penulis dengan detail. Mulai dari tempat, ekspresi orang-orang yang ditemuinya, suasana kota dan tempat yang disinggahi serta properti yang disebutkan. Cerita penulis sangat memberi ruang imajinasi sehingga pembaca selalu masuk dalam alur cerita.

Kondisi dan orang-orang yang ditemui di Nizamuddin Dargah, para sufi, profesor dan narasumber yang ditemui dalam memperoleh keterangan tentang sejarah dan peradaban Islam di India diperoleh dengan detail dan sangat masuk dalam cerita sehingga tak terlihat seperti membaca buku pelajaran tapi pembaca diajak menembus lorong waktu membawa ke zaman peradaban yang diceritakan.

Tempat-tempat dan kisah India yang tak pernah dikabarkan di Indonesia ada dalam novel ini. Selama ini, saya atau bahkan pembaca sekalian tak pernah tahu bahwa ada kejayaan Islam dalam peradaban India? Mengingat India sesempit mengingat “India mayoritas Hidu” dan India identik dengan perempuan berkain sari serta tarian dan nyanyian serta drama yang aduhai. Tapi tak pernah melihat India dari sisi lain. India dengan kejayaan Islamnya dan peninggalan sejarah yang agung dan patut diingat. Kekuatan Islam yang tak bisa disepelekan di negeri Hindustan yang kental dan kuat.

Melalui novel Islah Cinta ini, mampu memberi banyak sudut pandang tentang India dan peradaban Islam di negeri minoritas.

Ketika asyik menyimak kisah sejarah dan romantisme di Taj Mahal dan beberapa tempat sejarah yang diceritakan penulis, sempat terganggu dengan suasana hati Diva yang emosional dan bad mood karena keberadaan Andrean dan terhanyut dalam nostalgia yang tak ia nikmati. Tapi, karena cerita tersebut adalah sub-plot dari kisah ini, yang menimbulkan klimaks untuk novel ini, memang harus dimasukkan. Kalau tidak? Bukan juga novel tapi buku pelajaran sekolah ya? Hehehe.

Selebihnya, Dini Fitria penulis cerdas yang juga reporter mampu membangun cerita yang berhasil mengaduk-aduk emosi saya. Saya bisa terbawa emosi, kagum, cengar cengir sendiri atau menangis. Cerita begitu hidup dan ingin beberapa kali membacanya walau sudah selesai.

Disamping memberi pengetahuan luas tentang Islam di negeri minoritas India, jadi tahu kebiasaan masyarakat India pada umumnya, tempat-tempat yang digambarkan bisa dijadikan rujukan itinerary jika traveling ke sana. Jujur, saya bisa cengar cengir sendiri saat membaca gaya bicara orang India yang digambarkan penulis, menggelengkan kepala sambil menggerakkan tangan. Juga jalanan yang dilewati kawanan sapi dan binatang-binatang yang lalu lalang bersama kendaraan. Bikin saya membayangkannya serasa nyata. Dan kisah Diva bersama Andrean ikut membuat saya sakit. Mengapa demikian? Mendingan buruan cari novel nya. Seru!

Penulis di lokasi cerita, Masjid Taj Mahal (Foto: Instagram Dini Fitria)

Judul: Islah Cinta
Penulis: Dini Fitria
Penerbit: Falcon Publishing
Jumlah Halaman: 307

10 comments:

  1. Duh baca review ini jadi makin pengen nambah deretan bacaan trua direview di IG @ammabacabuku dan blog Resensi Kata. Apalagi soal India, jadi kangen banget sama Hrithik Rosan...

    Teteeeh... Pinjam baca dong... #laludiarahkankeGramedia hehee

    ReplyDelete
  2. Detail Indianya memang dapet banget novel ini.
    Recomened ya, Teh :)

    ReplyDelete
  3. Kalau baca tulisan Mbak Dini Fitria, rasanya pengin banget ketemu orangnya terus salim minta ilmu menulis hahaha.

    ReplyDelete
  4. Berasa jalan-jalannyah mba, pemilihan namanyanjuga umum khas india banget jd bisa tahu klo latarnya memang budaya india. Taoi bacanya sambil joget2 gak mba?? Selalu kn india indentik jogetnya haha

    ReplyDelete
  5. superrr banget ini novel teh!. secara udah lama banget gak sempet baca novel, eh pas liat novel ini dan baca bbrp halaman gak bisa berenti, bikin kecanduan euy...

    ReplyDelete
  6. Wahhh.. Nambah lagi referensi Koleksi Novel yang bagus. Baca ulasan Teh Ani jadi bikin penasaran

    #CussKeGramed

    ReplyDelete
  7. cinta segi-empat nih, bikin penasaran liat proses hubungan mereka
    apalagi, bercerita tentang India yang selama ini saya tahunya ya Rahul-Kajol-Tina (hi hi hi)

    ReplyDelete
  8. Kerren Ulasannya Mbak Ani Berta...!
    Salam Kenal Mbak...
    Saya Juga BLogger, dan smoga bisa saling bersilaturrahmi sesama Blogger...!

    Kalau Boleh Tahu, Tangerang Selatan Di mana ya Mbak tinggalnya?

    Kebetulan, saya juga lama di Tangerang Selatan, khususnya di Ciputat...

    Terimakasih Mbak Ani Berta

    ReplyDelete
  9. AH DENGAN MEMBACA INI, saya dapat dua keuntungan sekaligus. Pertama, isi review eh resensi novel. Gaya baru nih.Kedua, penasaran ingin baca bukunya. sekilas dari ringkasan ceritanya aza udah seru dan mengharu biru.

    ReplyDelete

Blogroll

About