Pages

Sunday, 7 May 2017

Sehari di Cirebon Bersama Big Bird dan ILDI

Share it Please
Big Bird Jalan Jalan ke Cirebon. Foto by Wulan Muhariani

Sudah lama saya ingin sekali eksplor Cirebon, tempat-tempat yang dekat dan menarik selama ini banyak terlewatkan. Padahal nilai sejarah dan wisatanya tak kalah dengan wisata luar negeri. Kedalaman makna cerita, sejarah dan hal-hal menarik lainnya sangat kaya.

Sampai suatu hari, di grup Facebook Komunitas ILDI (Indonesia Life Style Digital Influencer) yang digawangi Nuniek Tirtasari, seorang Start Up yang sudah melanglangbuana hingga taraf internasional, mengumumkan adanya acara jalan-jalan ke Cirebon bersama Big Bird (salah satu produk andalan dari Blue Bird Group)

Tanpa pikir panjang, saya mendaftar, kebetulan Sekar sedang libur, saya pun mendaftarkannya sekalian. Alhamdulillah terpilih dan 22 April 2017 saya dan puluhan Blogger cusss.... ke Cirebon dengan Big Bird yang nyaman, adem, luas, driver nya yang ramah dan mau menginformasikan setiap rute yang dilewati. Bahkan di setiap rest area selalu menawarkan apakah kami hendak beristirahat, ke kamar kecil atau membeli minum dan camilan? Baik banget.

Bersama Ajeng Lembayung dan Big Bird 

Bersama Driver yang ramah

Selain kapasitas luas dan bersih, dalam Big Bird ini juga bisa karaoke lho! Buat yang ingin tidur bisa tidur nyenyak juga. Oh ya, Big Bird Jalan Jalan akan selalu ada. Termasuk daerah-daerah wisata lainnya. Misalnya, Yogyakarta, Jungle Land, Bandung dan Cirebon. Pokoknya pantengin saja sosial media nya @BluebirdGroup Big Bird Jalan Jalan akan selalu ada dan Bulan Puasa nanti akan ada Big Bird Jalan Jalan Mudik.

Sekarang, yuk kita simak cerita kami saat berada di Cirebon. Destinasi pertama, kami ke Nasi Jamblang Ibu Nur yang berada di Jalan Cangkring 2 No.34 Kejaksan Cirebon Jawa Barat. Sampai di Cirebon pas jam makan siang jadi pas. Ada beberapa tantangan makan di sini. Pertama, antrean panjang dan ketersediaan tempat duduk. Karena pengunjung membludak dan tak mau melewatkan Nasi Jamblang Ibu Nur yang kesohor ini.

Nasi Jamblang Ibu Nur
Lauknya yang beragam

Antrean panjang

Nasi Jamblang 

Antrean panjang tak menyurutkan semangat, melihat menu lauk yang beragam dan pastinya jarang ditemui. Misalnya, Cumi tinta hitam (Kalau di tatar Sunda disebutnya Balakutak), Ayam goreng, Paru goreng, Bacem Tempe Tahu, Pepes Telur Asin, Asin Jambal Roti, Rempeyek, Ikan, Pindang telur puyul, ati, ampela, idah dan masih banyak lagi. Sampai bingung mau ambil yang mana hehehe.

Tapi, saya sempat bertanya ke pramusaji nya, menurutnya, yang rekomen lauknya adalah cumi tinta hitam dan pepes telur asin itu, saya pun ambil lauk tersebut dan beberapa lauk lainnya. Untuk minum, es teh manis sudah cocok banget. Kalau mau cepat, bisa ambil soft drink di lemari pendingin.

Alurnya cukup mudah dan tertib, kita antre makan prasmanan, bayar lalu cari tempat duduk. Tips makan di sini, jika selesai makan tidak usah ngobrol di situ, mendingan cepat keluar, untuk memberi tempat duduk ke yang lain yang lagi makan sambil berdiri, hehehe.

Setelah kenyang, kami Shalat Dhuhur di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Masjid dengan arsitektur kuno namun kuat fondasi dan bangunannya. Banyak ukiran dan karya estetika dari mulai gerbang hingga ke dalam masjid nya.

Depan Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Kami tak menyia-nyiakan waktu, usai Shalat Dhuhur menuju Keraton Kasepuhan dipandu Guide Mas Wawang. Sejarah penyebaran Islam oleh Sunan Gunung Jati dan semua peninggalan serta prasasti yang ada di Keraton Kasepuhan dijelaskan dengan rinci oleh guide. (Untuk Keraton kasepuhan insya Allah akan di-posting terpisah)

Depan gerbang masuk Keraton Kasepuhan 
Mendengarkan penjelasan guide tentang sejarah Keraton Kasepuhan
Salah satu sudut keraton
Silsilah Keraton Kasepuhan Cirebon
Lokasi Sumur Agung
Oh ya, jangan lupa untuk ke Sumur Agung jika ke Keraton Kasepuhan, siapkan botol minum juga karena airnya bisa diminum. Segar rasanya.

Emping dan Manisan Mangga

Ada Kopi khas Indonesia yang murah dan diolah dadakan
Di luar keraton banyak penjual oleh-oleh khas Cirebon. Seperti emping melinjo yang rasanya beda dong dengan yang ada di Jakarta atau di pasar pada umumnya. Terus manisan mangga asli tanpa campuran lain selain gula putih murni, ada terasi cirebon yang wanginya khas dan masih banyak lagi. Tips nya, kalau beli oleh-oleh mendingan di penjual emperan ini saja, selain harga miring juga sekalian menolong mereka kan?

Empal Gentong Haji Apud
Empal Gentong

Setelah puas keliling Keraton Kasepuhan dan beli oleh-oleh, kami mengisi perut yang sudah meminta jatah makan sore di Empal Gentong Haji Apud. Alamatnya di Jalan Ir.H.Juanda Battembat Cirebon Jawa Barat. Tempatnya luas dan nyaman, bisa memilih mau di luar atau di dalam. Menu nya beragam, ada Empal Gentong yang khas Cirebon banget, ada sate kambing dan aneka minuman. Untuk Empal Gentongnya juara banget, kuahnya lekat dengan rempah dan santan, irisan daun bawang menetralkan rasa dari lemak daging dan jeroan. Ditambah nasi hangat dan minum es teh manis berhasil memanjakan lidah dan mengenyangkan perut.

Snack khas Cirebon
Setelah kenyang dan istirahat sebentar, kami berfoto bersama dan menuju tempat oleh-oleh khas Cirebon sambil Shalat Maghrib. Lalu melanjutkan ke Batik Trusmi. Yeayyy!!! Batik Trusmi yang dinantikan, secara tempat ini surga nya Batik. Mulai dari motif, harga sampai ragam model tersedia di sana. Motif Batik khas Cirebon dengan warna cerah dan motif unik memang menjadi magnet pencinta Batik seperti saya dan teman-teman.

Batik Trusmi
Tas Batik Trusmi
Souvenir lucu
Murceeeeeee

Batik Cita Rasa Seni yang tinggi

Kumpulan Batik di Desa Trusmi ini banyak ragam corak dan harga. Sangat terjangkau mulai harga kisaran Rp.15.000 hingga ratusan ribu rupiah. Awas kalap belanja di sini, secara banyak kain yang dijual murah dengan motif menarik. Pokoknya jaga dompet hehehe kalau perlu, pakai alarm supaya bisa nge-rem.

Belanja Batik Trusmi sama saja dengan mendukung UKM dan perajin Batik yang pada umumnya dikerjakan oleh ibu-ibu setempat juga memelihara warisan dunia. Batik Trusmi juga ada pusat study nya jika ingin belajar. Tempatnya ada di sekitar butik-butik tersebut.

Cirebon menyimpan banyak kenagan dan kesan. Membuat mata saya terbuka betapa kaya nya budaya dan wisata Indonesia, tak perlu “harus” ke luar negeri pun di negeri sendiri sudah banyak destinasi menarik dengan value tinggi.

Buat yang tinggal di Jakarta atau Bandung, bisa pulang pergi untuk wisata ke Cirebon, belanja plus kulineran atau berkunjung ke tempat sejarah di sana. Kalau ingin lebih nyaman dan berhemat, bisa ikut program Big Bird Jalan-Jalan infonya bisa klik di Bluebirdgroup.com

Foto: Wulan Muhariani

Terima kasih buat Mba Nuniek ILDI dan Bluebird Group atas jalan-jalan berkesan ini. Oleh-oleh nya banyak dan kesannya nempel jadi ingin ke sana lagi suatu saat.

16 comments:

  1. Wahhh.. Ternyata di Cirebon banyak tempat yg harus dikunjungi ya Teh. Nasi Jamblang Ibu Nur itu harus nyobain, pulangnya jgn lupa beli emping melinjo sama batik Cirebon harus jadi koleksi.

    Harus masuk List liburan bareng sama keluarga niyyy.. ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa banyak hal menarik yang luput, saya juga Insya Allah mau ke sana lagi :)

      Delete
  2. Aku asli Cirebon teh. Di kota wali ini, emang sego jamblang (nasi jamblang) enak tenan. Sampe-sampe ada lagunya, loh. Tapi pake bahasa Cirebonan. Hehe 😀

    ReplyDelete
  3. Udah diniatin kapan-kapan pengin melalak sekeluarga ke Cirebon. Semua destinasi dan kuliner di atas langsung masuk list insya Allah. Tfs.

    ReplyDelete
  4. Walaupun ga ikutan acaranya, tapi baca ini berasa keseruannya. Apalagi empal gentong yang sudha pernah makan disini, pasti kalau di Cirebon sono asli berasa enaknya kali ya Teh. Batik Trusmi warnanya cerah banget pula. Dan murah meriah, awh mau ikutan pantengin ahhh situs sosmednya Big Bird yang emang udah ga diragukan kualitasnya. Karena sekolah si adek Jo pun gurunya minta bus Big Bird yang pastin nyaman buat krucil2 xixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau udah lihat Batik Trusmi, niat gak beli juga jadi beli :))
      Oh ya, jalan2 sama Big Bird asyik, nyaman hehehe

      Delete
  5. Akhir Mei kemaren aku pertama kalinya ke Cirebon mb Ani. Hehehe...kalap di Batik Trusmi juga😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan Mba? Musti digembok dompetnyaaa :))

      Delete
  6. pagi2 gini liat nasi jamblang jadi laper, di jakarta sih ada yang jual (pesanggrahan sama blok m) tapi daunnya agak beda meski rasanya sama2 enak karena yang jual asli cirebon

    *eh iya, gagal pokus nih bu liat kacamatanya hi hi hi :)a

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan2 jalan2 rame2 yuk ke Cirebon bareng Blogger :))
      Itu kacamata dari mana coba? Dari Indosat wkkwkwk

      Delete
  7. Yang bikin kangen dari kota Cirebon adalah makanannya enak-enak tapi harganya murah :D

    Big Bird itu bis yang paling nyaman. Sekolah anak-anak saya selalu pakai Big Bird kalau field trip. Bisa diprotes orang tua kayaknya kalau gak pake Big Bird :D

    ReplyDelete
  8. Wah, asyik banget nasi jamblangnya, eh naik Big Birdnya.... :)

    ReplyDelete
  9. Ahhh.. teteh bikin mupeeenggg.
    Yang udah pernah halan halan ke cirebon cuma suami doang.
    itu empal gentongnya emang enak banget teh "kata suami" kwkwkwkw..
    next ajak ajak dongg~

    ReplyDelete
  10. Big Bird Jalan-Jalan ini memang ide yang brilian. Harga terjangkau, tinggal duduk santai sudah sampai di tujuan. Satu paket lengkap sudah jalan-jalannya ya.

    ReplyDelete

Blogroll

About