Saturday, 27 May 2017

Sinergi Akal, Fisik dan Sosial Agar Anak Pintarnya Beda

Share it Please
Clozetters Gathering With Parenting Club

Mempersiapkan generasi penerus berkualitas harus sejak dini dan peran orang tua adalah paling utama. Aktivitas si kecil mulai dari rumah mencerminkan pergaulan anak di masa mendatang, kelak terjun ke masyarakat luas nantinya tidak akan menemui masalah.

Anak saya usianya sudah 13 tahun berarti sudah remaja, tapi menurut Psikolog Rosdiana Setyaningrum, usia segitu masih terhitung anak-anak. Dan tidak salah saya mengikuti acara Parenting Club bersama Wyeth dan Clozette Indonesia. Saya pun masih punya banyak keponakan yang masih kecil dan ilmu yang saya timba ini bisa dibagikan ke adik-adik dan sepupu saya yang masih punya anak kecil.

Clozetters dan Parenting Club Gathering ini dilaksanakan di Gastromaquia yang cozy dengan dominasi putih sesuai dengan dress code kami. Terdapat di kawasan selatan Jakarta pada 24 Mei 2017. Kami mengenakan dress code White Touch Gold menyemarakkan suasana yang penuh keramahan panitia dari sejak kedatangan di venue.

Sambil networking dengan teman-teman baru, kami mengawali acara dengan foto-foto dan makan sore.

Photo credited : Dwina Yusuf

Herfiza dan Psikolog Rosdiana Setyaningrum memberikan materi parenting

Tak lama, acara inti berupa talkshow pun dimulai, narasumber talkshow adalah Psikolog Rosdiana Setyaningrum dan Artis Herfiza yang akrab dipanggil Moya.

Menurut Rosdiana, ada tiga aspek agar anak mempunyai kemampuan berbeda, dalam arti, mempunyai kemampuan yang tidak biasa dan berpengaruh pada perkembangan daya pikirnya sampai dewasa nanti.

Tiga aspek tersebut adalah Akal, Fisik dan Sosial.

Rosdiana menyatakan bahwa setiap anak mempunyai kemampuan yang unik, masing-masing mempunyai potensi dalam dirinya masing-masing. Jadi, parang orang tua sebaiknya tidak selalu membandingkan kemampuan anak sendiri dengan anak lain.

Dalam hal ini, Rosdiana menekankan pada pola pengasuhan anak. Orang tua harus mengetahui bagaimana pola asuh yang cocok, karena pola asuh pada anak tak bisa disamakan. Ada anak yang harus diperlakukan dengan lemah lembut, kegesitan, suka mandiri atau perlu harus dituntun. Nah, pola asuh ini bisa diketahui dari sifat dan kondisi anak serta lingkungannya.

Setelah mengetahui pola asuh yang cocok, orang tua harus konsisten dalam mendampingi anak. Artinya, semua aktivitas anak harus dalam pengawasan orang tua agar diketahui kelebihan dan kekurangannya. Jadi, saat hendak mencari solusi, orang tua sudah tahu langkah apa yang harus ditempuh.


Menggali Akal Anak Sejak Dini

“Anak akan mempunyai akal yang luas apabila anak dibiarkan meng-eksplor segala sesuatu, misalnya, biarkan anak memanjat kursi tapi di bawahnya ada matras, tidak perlu selalu dituntun tapi cukup dilihat. Bila anak jatuh, biarkan dia mencari solusi sendiri jadi akan terlatih dalam mengasah akalnya. Atau ketika main tanah dan mencoba sesuatu yang tidak biasanya tapi masih dalam batas wajar, adalah sangat baik sebagai latihan menemukan solusi.” Kata Rosdiana.

Akal berhubungan dengan otak, anak yang cerdas tentunya perlu konsumsi makanan yang nutrisinya cukup baik. Gizi seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan susu. Pola makan anak juga harus teratur dan dijaga.

Anak makan sebaiknya tidak sambil nonton, menurut Rosdiana, jika anak makan sambil nonton nanti fokusnya akan ke tontonan bukan ke makanan. Bisa jadi, anak akan makan terlalu sedikit atau terlalu kurang jika makan sambil nonton.

Menu makanan anak pun harus bervariasi, mengingat kebutuhan gizi bukan hanya ada pada satu jenis makanan. Anak-anak pun harus belajar mencoba berbagai jenis makanan agar sumber nutrisinya lengkap.

Untuk aturan makanan, jika anak tinggal satu rumah dengan kakek nenek atau anggota keluarga lain, mereka harus tahu pola makan anak dan harus diberi tahu juga makanan apa saja yang tidak boleh dikasih. Misalnya, makanan yang memicu alergi jika anak sedang alergi, kebiasaan makan permen berlebihan dan lain-lain. Usahakan komunikasikan dengan baik agar mengatur pola makan anak sejalan.


Aktivitas Fisik

Jika anak mempunyai aktivitas fisik yang banyak, otak akan berkembang dan pertumbuhan badan akan melesat. Tidak statis dan tidak individualis.

Usahakan anak tidak banyak bermain gadget di rumah. Sebaiknya tumbuhkan minat baca dan banyak bermain di luar bersama teman-temannya.

Jika main di rumah, ajak anak dan fasilitasi anak dengan permainan yang edukatif dan dapat memicu kreativitasnya.

“Mainan yang dapat memicu kreativitas adalah main boneka sambil ada percakapan, main masak-masakan, dengan masak-masakan, anak juga terlatih pengetahuannya bagaimana proses memasak, dari mulai mengupas, memotong dan memasak. Kalau main warung-warungan, anak juga terbiasa melatih diri untuk bertransaksi dengan mengajarkannya berdialog dan antre.” Kata Rosdiana.

Permainan zaman dulu, seperti kucing-kucingan dan main karet untuk perempuan serta main bola untuk laki-laki juga sangat dianjurkan karena melatih motorik kasarnya.

“Sebelum anak diajarkan cara menulis yang merupakan motorik halus, sebaiknya anak diajarkan main bola dulu sebagai latihan motorik kasar jadi saat menjalankan motorik halus, anak akan mudah melakukannya.

Jika anak mulai besar dan sudah bisa menggenggam gelas dengan baik, sebaiknya ganti botol minum dengan gelas plastik yang aman. Latih dan biasakan anak minum dengan gelas. Ini pun merupakan latihan motorik halus.


Kemampuan Sosial

Saat anak berada di lingkungan ramai, biarkan anak mengeksplorasi diri dengan lingkungan dan biarkan anak mengenal teman-temannya. Saat bermain bersama adalah kesempatan anak untuk berlatih mempunyai empaty.

Saat anak mengeksplorasi lingkungannya, anak akan mempunyai rasa percaya diri yang besar, sebaliknya saat anak selalu diladeni, anak akan kurang percaya diri dan bergantung pada orang lain.

Dalam kesempatan ini, Herfiza yang masih punya anak balita pun berbagi pengalaman saat mendampingin anak. Herfiza selalu melatih kedisiplinan anak mulai dari tempat makan. Jika anak makan, harus di kursi makan, tidak bisa di kasur atau di tempat lainnya. Begitu pula saat di mobil. Herfiza selalu membiasakan anak untuk tenang.




Hari beranjak petang, tak terasa sudah banyak sekali ilmu yang kami dapat dari acara gathering ini. Acara ditutup dengan bagi-bagi hadiah dan foto bersama.

Terima kasih Parenting Club dan Clozette Indonesia atas kesempatannya.

10 comments:

  1. Teh Aniii...aku udah lama mau ketemu tapi kmaren bawa bocil jadi nggak bisa ngobrol lama ��
    Teh Ani anaknya udah lumayan besar ya^^
    Anakku yg pertama jg senang bgt klo diajak bumbuin tempe hihi

    ReplyDelete
  2. Mba Ani, senang sekali ya kemarin mendapat banyak informasi tentang tumbuh kembang anak. Aku semakin tahu bahwa kepintaran anak-anak pun berbeda :)

    ReplyDelete
  3. Sekar masih anak-anak...kayanya lebih ke fisik ya teh, mengingat jago silatnya. Keren lah sekar....

    ReplyDelete
  4. Sekarangpun masih ada saja ibu-ibu yang membandingkan anak-anaknyasudah bisa apa saja, padahal semua anak pada dasarnya cerdas dan punya kelebihan masing-masing ya teh. Semoga semua orangtua bisa memahami itu.

    ReplyDelete
  5. ke acara ini aku dapet banget ilmu, pas banget sama umur si bontot 2 tahunan. Di luar acara sempet curhat dan konsul sama mbak rosdiana soal perkembangan anak, heheheh

    ReplyDelete
  6. ga ngerti soal ginian secara belom punya anak.
    tapi bagus juga sih buat bekal di masa depan.
    *bookmark dulu ah :)

    ReplyDelete
  7. Waah, disini lengkap ngbahasnya .. thanks yak, penting buat pengingat lagi nih :)

    ReplyDelete
  8. Aktifitas fisik ya mbak yang jaman sekarang suka kurang, efek gadget sih soalnya.. Huhuu

    ReplyDelete
  9. Terkadang kita dibuat bingung dengan anak2, tapi dengan seringnya ibu mengikuti acara parenting dan rajin membaca jadi kita semakin tahu kebutuhan yang yg diperlukan anak2, ilmu inilah yg susah didapat. Terimakasih teh Ani infonya bermanfaat

    ReplyDelete
  10. Nah setuju banget tuh, sama pola pengasuhan anak karena itu penting banget akan menjadikan apa kelak ketika dia dewasa. Trus juga dengan anak makan jangan di depan TV biar fokusnya ga ke TV betul juga ya Teh kata bu Rosdiana. Saya tambahin dikit hehe kalau nonton tv sambil makan ngunyahnya jadi lama hehe. Senang bisa ketemuan kita, acaranya menarik dan ilmu banget

    ReplyDelete

Blogroll

About