Tuesday, 6 June 2017

Hemat Energi Potong Sepuluh Persen Jadikan Gaya Hidup

Share it Please

Tips Hemat Energi di Rumah

Dalam sebulan terakhir heboh dengan keluhan ibu-ibu rumah tangga dan beberapa teman tentang listrik yang harganya melambung. Bagi saya yang awam saat itu, ikut panik dan ada rasa marah juga melihat kenaikan ini. Tapi saya berubah pola pikir setelah menghadiri talkshow “Hemat Energi Potong 10 Persen Energi Berkeadilan” di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bulan Mei 2017 lalu.

Pak Aliyudin Sitompul
Kami berbincang santai dengan Pak Aliyudin Sitompul, Dirjen Ketenagalistrikan tentang energi. Baru tahu saya jika pemadaman listrik bergilir itu adalah salah satu solusi agar trafo di pusat tidak meledak, kalau sampai meledak, semua tak akan mendapatkan listrik dong?

Terus soal boros energi, tanpa sadar kita suka nge-charge hp sampai seharian atau semalaman tanpa dicabut, atau posisi saklar yang selalu stand by nyolok dan tidur dalam keadaan lampu menyala. Ini sangat memboroskan. Ada beberapa peralatan yang tak perlu dipakai juga, seperti dispenser yang terus ON atau penerangan di ruangan yang berjendela lebar padahal sudah terang dari cahaya matahari. Ini penting banget diperhatikan.

Potensi penghematan energi pada rumah tangga, bisnis dan industri adalah sebesar 187.175 GWh. Manfaat Hemat energi Potong 10 Persen adalah hemat energi sama dengan hemat biaya, menjadi konsumen cerdas dan ramah lingkungan karena lebih sedikit berkontribusi pada emisi karbon dioksida dari pembangkit listrik tenaga fosil.

Kita juga harus ingat bahwa di peradaban sekarang, masih banyak saudara-saudara kita di timur yang belum mendapatkan energi listrik. Sedangkan listrik adalah pendukung peradaban yang mendukung pembangunan. Jika kita sudah berhasil melakukan penghematan energi ini, bisa membangun gardu baru di tempat yang membutuhkan. 87% listrik masih dinikmati masyarakat di kota.

Tiga langkah mudah untuk hemat energi potong 10 persen adalah:
  1. Matikan peralatan elektronik yang sedang dipakai selama satu jam sehari, sama dengan akses listrik yang dibutuhkan satu rumah di daerah terpencil selama lima jam setiap hari.
  2. Hindari alat elektronik dalam posisi stand by dengan mencabut tusuk kontak
  3. Jadikan hemat energi menjadi gaya hidup sehari-hari.

Ketika membeli peralatan elektronik, sebaiknya pilih yang kapasitas penggunaan listriknya tidak boros namun tetap fungsional. Begitu pula saat mencuci pakaian, gunakan mesin cuci hanya pada saat cucian banyak dan jemur saja di tempat yang kering dengan panas matahari secara langsung. Tidak disarankan menggunakan pengering di mesin cuci.

Saya sendiri sudah menerapkan hal ini, bahkan melakukannya di lingkungan rumah. Sekitar perumahan saya, sering lampu di jalanan masih menyala saat hari mulai terang, biasanya saya matikan sambil jalan. Terutama di jalan depan rumah setiap pagi saya rutin mematikannya. Karena saya sadar, listrik itu bukan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Akan selalu habis kapan pun.

Usai Prescon bersama Pak Gunawan, Ibu Farida dan Yunita Idol
Fun Walk Makassar



Kami yang berkesempatan ikut kampanye hemat energi potong 10 persen di Makassar

Sebagai program lanjutan Kampanye Hemat Energi Potong 10 Persen Untuk Energi Berkeadilan, Kementerian ESDM mengadakan acara serentak pada 21 Mei 2017 mengedukasi perwakilan tiga kota di Indonesia, yakni, Balikpapan, Makassar dan Bali. Edukasi hemat energi potong 10 persen bagi masyarakat di tiga kota tersebut disampaikan melalui Funwalk dan talkshow serta hiburan di masing-masing kota.

Jadi, masyarakat dapat belajar dengan fun dan tidak membosankan. Kehadiran Alexa Band menyemangati peserta yang hadir dan quiz-quiz berhadiah bertaburan hadiah kece. Oh ya, dalam kesempatan ini, hadir juga Duta Earth Hour dan Hemat Energi, yaktu Yunita, salah satu finalis sebuah ajang pencarian bakat di tahun 2014.

Yunita awalnya diajak menjadi ikon Earth Hour Makassar sebagai duta dan Yunita menjadi penyemangat dan role model bagi anak-anak muda untuk bisa menerapkan gaya hidup hemat energi dalam kesehariannya.


Gerakan Hemat Energi Potong 10 Persen ini berlaku juga untuk perusahaan dan Industri. Diharapkan perusahaan atau industri dapat membuat kebijakan agar hemat energi dapat dijalankan dengan baik dengan berbagai solusi yang mencerahkan. Untuk perusahaan dan industri sebaiknya mendesain tempat dengan pencahayaan yang cukup dari luar. Misalnya, memanfaatkan desain dengan banyaknya ruang terbuka.

Gerakan hemat emergi ini sebaiknya dijalankan dengan baik dan totalitas. Jika mampu hemat energi berkelanjutan, solusi untuk memberi kesempatan masyarakat daerah terpencil untuk menikmati listrik menjadi cepat teratasi. Dan anak cucu kelak dapat menikmati energi juga dengan cukup di masa depan.



9 comments:

  1. Setuju banget. :D Hemat listrik dari sekarang. Bayangkan saja kalau tiba2 listrik nggak ada lagi. :'D

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, sudah menerapkan ini. :D Memang jauh lebih hemat jatuhnya

    ReplyDelete
  3. Aku paling cerewet soal ini di rumah. Gatel aja kalau lihat kabel masih nyolok, lampu masih hidup, dsb. Selama ini sih sudah cukup hemat, kalau malam, lampu yg hidup hanya 1, magic com dicabut kabelnya. Btw, maksudnya potong 10% itu sebenarnya gimana? Apa & siapa yg dpt potongan?

    ReplyDelete
  4. Saya setuju banget, Teh. Banyak hal simpel bisa kita lakukan untuk energy saving. DAn itu juga ujung-ujungnya menguntungkan kita sendiri :)

    ReplyDelete
  5. Nahhh ini dia. Aku agak cerewet soal listrik soalnya. Di rumah udah pakai lampu led. Tapi masih belom bisa lepas ac :'(

    ReplyDelete
  6. Keren nih mbak Ani, kampanye esdm emang pas banget karena kita suka lupa bhw energi yg kita pakai ngga bisa diperbaharui

    ReplyDelete
  7. Walaupun hanya 10% langkah yg dilakukan dalam menghemat listri tapi dampaknya sangat besar

    ReplyDelete
  8. kayaknya sepele ya... tapi ternyata dampaknya sangat tinggi
    makasih infonya teh ani

    ReplyDelete
  9. Yes! Dukung gerakan #Potong10persen :)

    ReplyDelete

Blogroll

About