Thursday, 13 July 2017

Lebaran Menyisakan Pesan Khusus

Share it Please

Buat saya, lebaran tak sekadar merayakan hari kemenangan dan merayakan hari besar dari Agama yang saya anut. Karena lebaran buat saya menjadi barometer tersendiri untuk proses muhasabah (Mengumpulkan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat dan mengevaluasinya) ini yang terpenting.

Kali ini, saya Cuma ingin membahas kesan lebaran lebih ke pribadi, di luar hiruk pikuk silaturahim bersama keluarga. Karena itu sudah biasa dan kesannya pasti tak tertandingi namun saya kali ini ingin mengangkat tema refleksi setelah lebaran dampaknya pada diri sendiri.

Apalagi lebaran tahun ini adalah lebaran yang spesial mengingat beberapa hari setelahnya adalah hari ulang tahun saya yang menjadi titik awal kehidupan yang harus menjadi tolak ukur keberhasilan menjalankan hidup dalam berbagai aspek. Ya, berat bahasannya. Tapi ini harus dibahas jika tak ingin terlambat untuk memperoleh kualitas hidup yang bermanfaat selama hayat masih di kandung badan.

Lebaran tahun ini, saya lebih banyak merenung dan memikirkan bagaimana memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan tidak terlalu memikirkan remeh temeh yang menyedot banyak waktu. Padahal waktu yang tersisa begitu berguna untuk melakukan sesuatu yang lebih besar manfaatnya.

Ketika mengunjungi banyak kerabat di Bandung, banyak diantaranya yang menjadi inspirasi saya untuk maju dan banyak motivasi yang didapat. 

Maka dari itu, setelah lebaran ini, bersamaan resolusi diri setelah merayakan ulang tahun, saya akan melakukan:

Mengerjakan sesuatu yang tertunda : Banyak yang tertunda selama ini karena mementingkan hal yang tak begitu bermanfaat. Mulai saat ini, saya harus benar-benar memilah, mana event yang bisa dihadiri dan yang tidak. Karena berkunjung ke suatu event yang tak ada korelasinya dengan aktivitas diri sendiri, malah membunuh waktu yang seharusnya dipakai untuk mengembangkan diri.

Sesuatu yang tertunda itu diantaranya, membuat buku tentang blogging, meluncurkan portal perempuan online yang masih dalam garapan seadanya dan masih terlunta-lunta sampai tak terurus, membuat program yang lebih yahud di komunitas-komunitas yang saya garap. Dan masih banyak lagi.

Menjalin Hubungan baik dengan banyak orang : Tak perlu memusingkan kelakuan orang lain yang di luar batas, tak perlu jadi komentator mereka di sosial media karena saya yakin, mereka sudah dewasa dan tahu mana yang baik dan buruk, kalaupun mereka melakukan yang buruk, toh sebenarnya mereka sudah tahu dan sudah dewasa, itu tanggung jawab mereka.

Lebih Banyak di Rumah : Proporsi kerja saya tahun ini, In Syaa Allah ingin lebih banyak di rumah saja. Mengerjakan sesuatu yang bisa dilakukan di rumah yang selama ini terbengkalai. Selain menyelesaikan tugas-tugas yang berserakan, saya juga jadi lebih bisa mengawasi anak semata wayang saya. Mengingat sudah remaja dan mau persiapan ujian masuk SMA. Maka saya harus lebih fokus ke anak. Untuk acara-acara sesekali saja. Jika ada yang harus ke luar kota tidak apa-apa yang penting tidak terlalu lama perginya.

Berani Menolak : Selama ini jujur, saya sering melakukan pekerjaan untuk orang lain karena dasar “Tidak enak, takut mengecewakan orang lain” sehingga sering mengorbankan waktu dan tenaga demi orang lain tanpa memikirkan kondisi diri. Padahal mendzolimi diri sendiri itu tidak boleh lho! Nah, untuk sebagian urusan, saya sudah bisa berani menolak.

Menolaknya secara baik-baik dan dikondisikan dengan alasan logis. Jadi tidak tersinggung yang ditolaknya. Berjanji juga untuk selalu membantu dalam bentuk lain dan kapasitas lain. Sehingga saya tetap bisa membantu sesuai kemampuan tanpa mengorbankan diri sendiri.

Lebih Mengutamakan Frekuensi Ibadah Dalam Segala Aspek
Dalam arti, beribadah bukan cuma sekadar shalat lima waktu dan kegiatan-kegiatan ritual lainnya namun harus mencakup segala aspek kehidupan, termasuk tingkah laku, saat niat dalam melakukan sesuatu, bekerja yang bertanggung jawab, tidak menyakiti hati orang lain dan perbanyak berbagi tanpa pamrih. Aamiin.

Sesuai pesan keluarga saat lebaran kemarin, mereka memberi motivasi dan perbekalan dengan mengingatkan bahwa saya melakukan berbagai hal jangan diniatkan untuk dipandang orang atau dinilai orang tapi niatkan hanya untuk memberi manfaat dan menitikberatkan pada dampak positif yang bisa diterima orang lain.

“Bukan melakukan sesuatu untuk dipandang atau dinilai tapi lakukan sesuatu untuk memberikan efek manfaat dan jejak yang baik.” Begitu pesan keluarga saya saat lebaran. Mereka mengatakan ini karena mengamati dan memantau kegiatan saya. Mereka takut saya melakukan sesuatu tanpa tujuan yang tepat.

Alhamdulillah lebaran kali ini penuh pesan khusus yang membangun mental saya dan menjadikan saya bermuhasabah setiap waktu.

12 comments:

  1. Teh Ani, semoga bukunya bisa segera digarap dan diselesaikan ya. Pasti banyak yang bisa memperoleh manfaat dari sana.
    Semangat Teh Ani!

    www.damavara.com

    ReplyDelete
  2. yang terakhir wajib banget ya teh, tapi aku masih suka sulit untuk ngelakuin :(

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah ya teh,
    Apakah emang umuran kita ((kitaaa)) rasanya hal2 diatas udah lekat banget dengan diri yaa. Semoga kita selalu membangun mental dan menjadikan bermuhasabah setiap waktu menjadi lebih baik .

    Sehat selalu ya Teh, tetep berkarya, salut sama sosok teh ani yang selalu menginspirasi buatku khususnya.

    ReplyDelete
  4. Muhasabah diri memang penting dan harus sempat dilakukan ya, teh.

    Itu pesan dari keluarganya bijak banget.
    Semoga kita tetap meninggalkan jejak yg baik bagi orang lain ya, teh.
    Ditunggu bukunya.

    ReplyDelete
  5. "berani menolak" wah ini biasanya yang bikin dilema ya teh. bahasa wong jowo " sungkan mau nolak "

    ReplyDelete
  6. Pesan keluarganya saat lebaran *catet.

    ReplyDelete
  7. Libur lebaran jadi lbh pny wkt bareng keluarga ya teh.. Sbg refleksi diri kita jg..

    Maaf lahir bathin.. :)

    ReplyDelete
  8. Semoga semua keinginan teh Ani dapat terwujud. Iya teh...sebaiknya lebih banyak waktu untuk keluarga, karena anak yg sudah remaja Pengawasan nya hrs lebih ekstra lg, sangat menginspirasi tulisan ini, untuk saya memperbaiki diri dan menjadi contoh sy kedepan nya

    ReplyDelete
  9. Ani, postingan yang berbobot. Ditunggu bukunya. Lihat itu Sekar si gadis mungil dan pemalu yang kini sudas menjelma menjadi gadis remaja cantik berjilbab. Apa Sekar masih ingat bunda, ya? #ngarepdiingat.

    ReplyDelete
  10. Lbaran mnjadikan kita lbih brmuhasabah diri...

    ReplyDelete
  11. waaahhhhh keren teh... semoga bisa terlaksana semuanya yaaa..
    Usia hanya sekedar angka dan dewasa adalah pilihan. Sipppp.. maju terus ya teh. Jadi kebanggaan Sekar pastinya..

    ReplyDelete
  12. bener bangeet teh...Ramadhan memang pause yang penuh berkah :). Jadi bisa set up prioritas lagi

    ReplyDelete

Blogroll

About