Pages

Friday, 1 September 2017

Samsung Tech Institute Mendukung Pemerintah Dalam Program Pendidikan Vokasi

Share it Please
Kepala Sekolah dari 20 SMK se-Jawa Timur dan jajaran Samsung Electronics Indonesia

Pendidikan vokasi adalah pendidikan yang ditujukan untuk penguasaan keahlian terpadu yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Jadi, kurikulum dan materi pelajarannya disesuaikan dengan jurusan yang diambil. Pendidikan vokasi ini diarahkan untuk siswa siswi SMK agar lulusannya berkualitas dan menjadi tenaga siap pakai.

Menurut data BPS Bulan Mei 2017, tercatat pengangguran di Indonesia didominasi oleh lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), sebanyak 9,27%. Ini menunjukkan adanya masalah kurang tepatnya penerapan keahlian sesuai jurusan pada SMK serta kualitas yang masih di bawah standar.
Maka, pemerintah menggencarkan pendidikan vokasi industri yang diluncurkan pada akhir Juli 2017 lalu di Cikarang oleh Kementerian Perindustrian, kebetulan saya hadair di acara ini. Ulasannya ada di http://www.aniberta.com/2017/07/kemenperin-siapkan-generasi-berkualitas.html

Ternyata, Samsung Indonesia malah sudah melakukan hal ini sejak 2013 lalu, dengan adanya Rumah Belajar Samsung yang diluncurkan di 6 kota. Diantaranya Jakarta, Cikarang, Medan, Makassar, Banjarmasin dan Kendal. Ditambah peluncuran Samsung Tech Institure Jawa Timur pada 29 Agustus 2017 di Dyandra Convention  Center Surabaya, yang mencakup seluruh daerah di Jawa Timur dan berpusat di Surabaya dan Madiun.

Samsung Indonesia berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Indonesia dengan memberikan fasilitas berupa sarana dan sumber daya manusia untuk mempersiapkan lulusan SMK yang menjadi tenaga siap pakai dengan kualitas keahlian yang memadai.

Sejak diluncurkan Samsung Tech Institute hingga saat ini telah menghasilkan 2.507 lulusan. 585 diantaranya berhasil mendapatkan pekerjaan di Samsung Service Center beserta afiliasinya. 1.067  lulusan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

Penandatanganan MoU anatara Kepala Sekolah SMK dan Samsung Indonesia

Menurut KangHyun Lee, Vice President Corporate Affairs, PT.Samsung Electronics Indonesia, lulusan SMK berdaya saing kuat akan menghasilkan industri yang kuat dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat. Kebutuhan industri yang semakin tinggi harus berbanding lurus dengan penyediaan tenaga kerja dengan keahlian yang mempunyai standar berkualitas.

Samsung Tech Institute didukung oleh pemerintah Propinsi Jawa Timur beserta institusi pendidikan formil untuk menggandeng 20 SMK di Jawa Timur. Samsung Indonesia menyediakan pelatihan dasar elektronika, pelatihan perbaikan telepon selular yang kurikulumnya setara dengan keterampilan dasar yang diterapkan oleh Samsung Service Center.

Khusus SMK Negeri 1 Wonosari Madiun, sebagai Samsung Tech Institute percontohan di Jawa Timur yang diberikan kurikulum perbaikan audio video dan home appliances, seperti TV, Kulkas, AC dan mesin cuci.

Sejalan dengan misi pendidikan vokasi yang dipaparkan Drs. Bambang Satrio Lelono, M.A, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, menyatakan bahwa peran BLK (Balai Latihan Kerja) menjadi sangat penting.

“Selayaknya BLK dikelola tidak secara konvensional tapi difasilitasi dengan sarana yang paling update dan dilengkapi tenaga pengajar profesional yang mumpuni di bidangnya.”

Samsung Indonesia sejalan dengan yang dipaparkan oleh Pak Bambang tersebut, mengingat dalam kurikulum Samsung Tech Institute, untuk para guru pun diberikan pelatihan berbasis train the trainer dan pelatihan IT yang dilakukan berkala.

Empat poin fokus revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan yang diamanatkan dalam instruksi Presiden No.9 Tahun 2016, yaitu:

Revitalisasi Kurikulum, Artinya kurikulum yang disempurnakan dan disesuaikan dengan jurusan yang diambil serta penyesuaian dengan kebutuhan industri masa kini. Karena ketidaktepatan terhadap kurikulum yang berjalan selama ini, kurikulum masih memakai bahan ajar lama yang tak sesuai, sedangkan perkembangan industri semakin kekinian, mulai mesin-mesin yang beroperasi di industri yang semakin canggih, pola dan etos kerja yang dinamis memrlukan update kurikulum secara berkala.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai keahlian standar tinggi diperlukan dalam proses belajar mengajar. Setiap guru pun selayaknya memperoleh upgrade ilmu yang berkala. Selain guru, praktisi pun bisa didatangkan untuk mengasah skill sesuai jurusan.

Kerja sama, Sinergi dengan semua pihak yang berkepentingan adalah sangat penting dilakukan. Mengingat saling ketergantungan antar institusi atau organisasi akan menjadi saling mengisi.

Lulusan, Setelah lulus, diharapkan dapat tersalur dan menjadi tenaga siap pakai.

Sejalan dengan poin tersebut, Samsung telah menjalankan dukungan melalui STI dengan memberikan fasilitas, revitalisasi kurikulum dan pelatihan untuk tenaga pengajar.

Dalam STI Tahap 7 (Surabaya dan Madiun) ini, Samsung menjalankan dua format dalam kolaborasinya, yaitu STI Mandiri dan STI Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia (SEIN).

Sebagai informasi, 20 SMK di Jawa Timur tersebut adalah; Implementasi STI Mandiri: SMK Al Huda-Kediri, SMK Ma’Arif-Batu, SMK Muhammadyah 1-Nganjuk, SMK Muhammadyah 1-Surabaya, SMK Muhammadyah Genteng-Banyuwangi, SMK Muhammadyah 5 Babat-Lamongan, SMK Muhammadyah 7 Gondanglegi-Malang, SMK Negeri 1-Gempol, SMK Negeri 2-Malang, SMK PGRI 1-Nganjuk, SMK PGRI1-Pasuruan, SMK Taruna Balen-Bojonegoro, SMK Turen-Malang, SMK Islam 1-Blitar, SMK Negeri 1 Geger-Madiun, SMK Walisongo 2-Gempol, SMK Negeri 1 Bandung-Tulung Agung, SMK Negeri 1 Bendo-Magetan, SMK BP Subulul Huda Madiun dan Implementasi STI Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia adalah SMK Negeri 1 Wonosari, Madiun.

Untuk mendapatkan STI SEIN, tentu melalui berbagai seleksi dan pertimbangan yang ditentukan oleh kebijakan Samsung Indonesia. SMK Negeri 1 Wonosari dipilih sebagai penerima implementasi SEIN karena banyak inisiatif dalam pengelolaan programnya vokasi dan sangat koperatif dalam melaporkan berbagai kegiatan serta evaluasinya.


Samsung berkomitmen untuk memperkuat sustainability dalam program Samsung Tech Institute ini dengan terus mengevaluasi programnya dan disejalankan dengan program pemerintah sebagai wujud dukungan memajukan pendidikan Indonesia. 

4 comments:

  1. Semoga pendidikan Indonesia semakin maju dengan adanya kepedulian seperti ini

    ReplyDelete
  2. hampir sama seperti BLK yah tapi lebih khusus, ada juga pelatihan kesenian cuma belum bnyak sponsor dan yang mengekspos. seru kalau ikut pelatihan makin banyak SDM yang maju

    ReplyDelete
  3. Wah saya malah baru denger dan tahu teh mengenai Samsung Tech Institute ini, programnya keren ya ikut memajukan pendidikan di Indonesia.

    Lulusan SMK nya juga bisa langsung bekerja karena memang sudah memmpunya keahlian tertentu, semoga program nya menyebar smapai seluruh penjuru nusantara ya teh kedepannya :)

    ReplyDelete

Blogroll

About