Pages

Monday, 23 October 2017

Indonesia Produksi Mobil Sendiri Dengan Kandungan Lokal di Toyota Motor Manufacturing

Share it Please

Tanggal 18 Oktober 2017 adalah hari yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari untuk menandai kalender. Kami dua puluh Blogger berkesempatan mengunjungi Pabrik Mobil Toyota di Karawang bersama Mobil123 Portal Otomotif No 1 di Indonesia.

Pabrik yang kami kunjungi adalah PT.Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 1 seluas 100 hektar. Pabrik yang asri, rapi dan bersih ini membuat kami nyaman ditambah tuan rumah yang tak kalah menyambut kami dengan baik. Terharu sekali mereka memberi kami predikat “Blogger Nasional”

Sebelum melihat apa saja yang kami temui di sana, kenalan dulu yuk dengan TMMIN. Awal berdirinya pada 1973 PT.Toyota-Astra Motor sebagai importir kendaraan merek Toyota di Indonesia. Melalui perjalanannya, pada 1977 berhasil meluncurkan Kijang Generasi Pertama dan berhasil melakukan ekspor ke negara-negara di kawasan Asia Pasifik pada 1987.

Total produksi kendaraan Toyota meningkat terus, mencapai 1 Juta unit di Tahun 1996, tahun ke tahun melalui re-organisasi dan penambahan investasi hingga puncaknya pada 2017 kumulatif ekspor Toyota mencapai 1 juta unit kendaraan utuh sedangkan kumulatif produksi mencapai 3 juta unit kendaraan utuh.

TMMIN memiliki 5 pabrik di Indonesia, yaitu Sunter Plant 1 & 2 Serta Karawang Plant 1,2 & 3. Dari lima pabrik ini menghasilkan Toyota Fortuner, Toyota Kijang Innova, Toyota Etios Valco, Toyota Sienta, Toyota Yaris dan Toyota Vios serta Limo.

Tak hanya produksi mobil, mesin juga diproduksi dengan jenis mesin TR yang rebuat dari baja. 1TR-KAI (mesin bensin) 2TR-KAI (mesin bensin dan ethanol) yang diproduksi di Sunter 1 & 2. Juga jenis 1NR dan 2NR. Hebatnya lagi, kedua jenis mesin ini bukan hanya diproduksi untuk kebutuhan dalam negeri namun merambah ekspor juga.

Di awal produksi model Kijang pada 1977, kandungan lokal hanya 19% sekarang sudah 60-85%. Inovasi dan terobosan yang dilakukan Toyota membuat pesat pertumbuhan dari segi produksi maupun penjualan. Bahkan Indonesia tercatat di urutan ke empat untuk penjualan mobil terbesar di dunia setelah Amerika, Jepang dan Cina.

Pabrik yang kami kunjungi adalah TMMIN Plant 1. Begitu masuk ke dalam pabrik, sudah harus mengikuti peraturan. Mulai memakai pakaian yang ringkas, perempuan disarankan tidak memakai rok, jika mengenakan baju lengan pendek, akan diberikan pelindung karena selama di dalam pabrik akan banyak percikan api. Tidak lupa dengan kacamata khusus yang dapat melindungi dari paparan debu, percikan api dan lain-lain selama di dalam pabrik.

Kami pun diarahkan supaya tidak melewati luar jalur yang sudah ditentukan dengan tanda. Setiap akan melintas atau menyeberang harus lihat kanan kiri dulu sebab ada mobil operasional yang berseliweran. Prinsip “Good Thinking Good Product – Dari Pikiran yang baik, menghasilkan produk yang baik” terpampang dalam banner besar di dalam pabrik. Tulisan yang terpampang tersebut memberikan sugesti semangat kepada seluruh karyawannya.

TMMIN juga menerapkan prinsip Clean, Bright dan Comfort (CBC) yang diterapkan oleh karyawan dan hasil masukan dari semua karyawan juga.

Sekarang kita intip yuk bagaimana mobil diproduksi di TMMIN Plant 1 yang hanya memproduksi Toyota Fortuner dan Toyota Kijang Innova.

Toyota bertumpu pada Toyota Production System (TPS) dengan Pilar Just in Time dan Jidoka. Just in Time adalah aktivitas penyediaan produk sesuai jenis yang diperlukan. Jadi, bahan yang tak diperlukan dan yang tak ada nilai tambah dapat diminimalisir. Perkejaan pun berbagi beban dengan robot untuk mengantisipasi keterbatasan tenaga manusia.

Sedangkan Jidoka memiliki tiga prinsip yaitu tidak menerima, tidak membuat dan tidak meneruskan cacat. Untuk hal ini, operator diberi wewenang penuh untuk menghentikan mesin saat terjadi ketidaknormalan.

Dalam proses produksi dibagi menjadi 6 tahap. Yaitu, Stamping (Pengepresan), Welding (Pengelasan), Painting (Pengecatan), Engine Manufacturing (Produksi mesin), Assembling (Perakitan) dan Quality Inspection (Pengujian Kualitas).

STAMPING (Pengepresan)

Tahap pertama ini dengan membentuk lempengan-lempengan baja untuk panel bodi mobil, untuk satu panel dibutuhkan sekitar 80-250 lembar baja. Setelah proses stamping dipotong dan digolongkan. Sisa potongan didaur ulang kembali.

WELDING (Pengelasan)

Pengelasan dilakukan oleh manusia dan robot. Di Toyota, dilengkapi dengan fasilitas main body jig dan global body line.Dalam proses ini, setiap panel disatukan menjadi sati bagian rangka mobil utuh.

PAINTING (Pengecatan)

Memasuki Painting Shop, mobil dicat sesuai pesanan konsumen. Untuk hasil sempurna, mobil dicat dalam 4 tahap. Yaitu ED (Electric Deposition) Coat, Primer/Surfacer Coat, Base Coat dan Clear Coat. Cat yang digunakan adalah cat pilihan dan ramah lingkungan.

ASSEMBLY (Perakitan)

Semua komponen bodi dirakit menjadi satu kerangka mobil utuh. Seperti frame, kursi, roda, lampu dan lain-lainnya. Komponen dibawa oleh robot dan diserahkan ke operator untuk dirakit. Konveyor bergerak sesuai dengan kecepatan yang telah diatur.

Quality Inspection (Control)

Pemeriksaan dilakukan pada bagian luar dan dalam mobil serta mesin. Penyetelan pun dilakukan mencakup kemiringan roda, penyetelan lampu, penyetelan fokus, menguji kecepatan, penguji kebocoran dan pemeriksaan suara.

Area pabrik yang bersih


Salah satu robot yang membantu tenaga manusia 



Faktor keselamatan dan kenyamanan karyawan saat bekerja adalah prioritas Toyota, bahkan lingkungan pabrik pun dibuat bersih, hijau dan menanamkan kedisiplinan tinggi terhadap karyawannya.

Prinsip-prinsip yang diterapkan tentunya berdampak pada produktivitas dan pemasaran yang bagus dan menjadi market leader.

Usai mengunjungi pabrik, kami berbincang dengan pihak Mobil123.com dan TMMIN. Suasana hangat dan saling memberi opini serta masukan membuat kami betah. Dari sini, kami mengetahui banyak tentang Toyota dan bagaimana sepak terjangnya dalam meraih market leader yang berkesinambungan.

Kontribusi Toyota dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat tentu saja besar. Lapangan pekerjaan yang diserap dan kegiatan Corporate Social Responsibility yang masif, memberi dampak positif untuk masyarakat, linkungan dan industri. Oh ya, karyawan yang ada di Toyota seluruh Indonesia berjumlah lebih kurang 9500 orang dan semuanya berstatus karyawan tetap.

Konsistensi yang dilakukan Toyota menorehkan inspirasi yang nyata untuk saya pribadi. Mulai dari kegigihan menerapkan prinsip, menciptakan inovasi, menghargai operator dengan memberi wewenang penuh terhadap produksi di lini mesin dan menciptakan kenyamanan lainnya.

Tentu saja ikut acara ini menjadi unforgettable moment dan mendapatkan kesempatan seperti ini adalah suatu apresiasi yang tak terhingga. Terima kasih untuk TMMIN dan Mobil123.

8 comments:

  1. Indonesia luar biasa memang. Sudah memproduksi mobil untuk negeri sendiri, dan bahkan untuk ekspor ke luar negeri. Mungkin banyak yang mengira kalau mobil Kijang Innova dan Fortuner itu buatan Jepang, padahal pabrik manufakturnya ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  2. Seneng banget bisa main ke Pabrik Toyota, banyak hal baru banget yang saya dapat. Senenggggg

    ReplyDelete
  3. Pengalaman pertama berkunjung ke pabrik mobil eh pengalaman yang didapatkan sangat menyenangkan dan tak terlupakan, ditambah pengetahuan yang didapat di sana Teh :)

    ReplyDelete
  4. eh itu ada robot2nya juga...keren
    pabriknya juga asyik
    hasilnya juga oke dan keren banget

    ReplyDelete
  5. pernah ke pabrik yg sunter, dan ini yg di karawang beda, pengalaman menambah wawasan ttg produk Toyota...perluuuu :D

    ReplyDelete
  6. Fortuner putih itu menggiurkan sangat. *ngarep gudibek Fortuner* wakakaka

    ReplyDelete
  7. Wajib pakai APD biar aman, udah kayak insinyur2 gitu hihi... Wah proses pembuatannya begitu yaaa...pantas saja kualitas toyota no 1

    ReplyDelete
  8. wajar kalau innova dan fortuner ini harga nya selangit ya teh hihi

    ReplyDelete

Blogroll

About