Pages

Tuesday, 7 November 2017

Sekolah Magang Indocement dan Gemari Pembuka Masa Depan Berkelanjutan

Share it Please
Pembagian sertifikat untuk peserta pelatihan yang lulus

Selalu antusias jika menyaksikan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) suatu perusahaan. Dari sana, saya jadi mengetahui kredibilitas perusahaan yang total dan sempurna karena peduli dengan lingkungan dan komunitas di sekelilingnya. Kontribusi memberi kesejahteraan pada masyarakat di sekitarnya mejadi acuan bahwa perusahaan tersebut bertanggung jawab atas keadaan lingkungan sekitarnya yang kena dampak atas aktivitas perusahaan.

Demikian pula dengan Indocement. Komitmen nya sangat kuat dan menjalin kedekatan dengan lingkungan sekitarnya. Hal tersebut adalah prioritas baginya. Pada 31 Oktober 2017 saya bersama puluhan blogger berkesempatan mengunjungi Sekolah Magang Indocement (SMI) dan Gemari (Gerakan Masyarakat Mandiri) yang merupakan sentra usaha kreatif masyarakat mitra CSR Indocement di Kampung Pasir Tangkil RT 13 RW 05, Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Banyak hal menarik dari program CSR Indocement ini. Saya melihat sendiri bagaimana kegiatan dilaksanakan. Semuanya melalui prosedur dan standar Dinas Pendidikan. Instrukturnya bersertifikat dan kompetensinya sesuai.

Menurut Ibu Dani Handajani, Corporate HR Division Manager Indocement, semua peserta SMI adalah pemuda pemudi yang ada di lingkungan pabrik. Diprioritaskan yang putus sekolah, masih mudah dan usia produktif dan proses penyeleksiannya dibantu oleh kepala desa setempat.

Pak Abdul Aziz dkk sedang berbagi pengalaman 

Saat kunjungan, para siswa sedang belajar dan kami berkesampatan berdialog dengan mereka secara langsung. Beberapa alumni pu  turut hadir di sana. Salah satu alumni untuk pelatihan bangunan, bernama Pak Abdul Aziz berbagi pengalaman. Ia mengikuti pelatihan selama dua minggu dan setelah mendapatkan sertifikat kelulusan dari SMI, langsung mendapat pekerjaan.

“Sebelum ikut pelatihan di SMI, saya memang sudah menekuni pekerjaan sebagai tukang bangunan tetapi mengerjakannya hanya berdasarkan perkiraan sendiri. Setelah mengikuti pelatihan SMI, saya jadi tahu teknik konstruksi yang tepat.”

“Selain itu, saya pun tak sekadar tahu soal bangunan. Banyak teknis lainnya yang dipelajari lebih detail.” Pak Abdul Aziz menambahkan.

Begitu pula dengan Rusman. Lulusan pelatihan las ini sudah bekerja juga berkat sertifikat yang diperoleh dari SMI. Rusman juga mengetahui teknik menge-las dengan baik dan rapi lebih dalam lagi.

Luar biasanya lagi, Anton Suharyanto asal Gunung Putri, berkat keahliannya yang diperoleh dari SMI, ia sekarang dipercaya oleh sebuah SMK di Bogor menjadi salah satu instruktur.

Intinya, dari perbincangan ini, para peserta mendapatkan ilmu yang benar-benar mereka butuhkan. Sehingga dijalankan sungguh-sungguh. Walau hanya dua minggu tapi materi padat. Maka dari itu, jika ada peserta yang tidak serius dan tidak mampu menyelesaikan pelatihan dengan baik, tak akan diberikan sertifikat kelulusan. Tetapi masih diberi kesempatan untuk belajar kembali dengan syarat dan ketentuan.

Hal ini diberlakukan karena menyangkut kredibilitas SMI di masyarakat. Kelebihan lainnya, para lulusan SMI setelah lulus bebas mengaplikasikan kemampuannya di mana saja dan mencari peluang bebas di luar Indocement.

inkubator plasma sepeda motor berbasis komputer
Prakarya membuat miniatur pesawat

Setelah kami puas ngobrol-ngobrol bersama siswa dan alumni SMI, kami berkunjung ke GEMARI (Gerakan Masyarakat Mandiri) yang dibangun di atas lahan seluas 1.200 m2. Gemari melibatkan 3 warga desa mitra yang berasal dari Desa Lulut, Desa Bantarjati dan 1 orang Kepala Instruktur dengan sertifikasi nasional asal Bogor.

Bidang yang dijalankan di Gemari, mencakup pelatihan bengkel, inkubator plasma bengkel sepeda motor, Pelatihan dan usaha kerajinan tangan (handycraft) dan pelatihan dan pengembangan serta usaha ikan hias.

Handicraft dari pelepah pisang
Salah satu hasil karya lukisan peserta
Sentra ikan hias

Di Gemari ada workshop melukis dan pembuatan miniatur pesawat dan kerajinan tangan lainnya. Hasil karya mereka dipamerkan dalam event besar di GOR Pakansari dalam waktu dekat ini.

Indocement dalam kegiatan di Gemari berperan memberikan pelatihan dan pembinaan masing-masing bidang sekaligus membukakan kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Depok dan SMK Nur Widya Mandiri Kota Bogor.

Tak berhenti di situ, Indocement juga membantu mempromosikan Gemari sehingga terpublikasi dengan baik ke masyarakat yang akan mengundang partnership dan dukungan lebih banyak lagi bagi para peserta latihan di sana.

Kegiatan berkarya di Gemari, tak pernah sepi bahkan berhasil mendapatkan omzet rata-rata total Rp. 16 Juta Rupiah per bulannya dari 4 bidang yang ada. Budidaya ikan hias adalah aternatif jika prakarya lainnya sepi. Jadi, semuanya selalu berputar dan stabil.

Prestasi para peserta pun diperhatikan dan dilibatkan dalam berbagai kejuaraan UKM. Beberapa kali Gemari memperoleh penghargaan atas karyanya yang bermanfaat untuk masyarakat luas.

Indocement Safety Health Environment Learning Center

Selesai mengunjungi Gemari, kami beranjak ke I-SHELTER (Indocement Safety Health Environment Learning Center) yaitu tempat pelatihan kemanan, kesehatan dalam lingkungan bekerja. Acuan-acuan yang menjadi standar berpakaian, tata letak peralatan, penggunaan peralatan dan pengetahuan kondisi-kondisi penting saat bekerja menjadi sebagian materi untuk para pegawai Indocement di gedung ini.



Perkakas standar
Simulasi untuk mengemudi

Alat peraga, simulator dan properti yang dipakai untuk pelatihan lengkap ada di sana. Sehingga siapapun yang belajar, akan mudah memahaminya.

Program SMI sangat menginspirasi, memberikan perbekalan yang tak pernah habis untuk masyarakat sekitarnya. Ilmu yang diberikan berdampak jangka panjang dan lebih dari sekadar materi langsung nilainya. Bahkan semua peserta tak terikat setelah lulus mendapatkan sertifikat kelulusan. Semuanya bebas mendulang peluang tanpa batas untuk kesejahteraan masing-masing.

Sustainability nya benar-benar dijalankan sebagai komitmen memberikan keterampilan yang total dengan dukungan fasilitas dan instruktur yang layak.


Pulang dari Pabrik Semen Tiga Roda Indocement ini, saya banyak merenungkantentang sisi lain dari sebuah perusahaan yang memberikan pemberdayaan secara utuh untuk lingkungan sekitarnya. Ini adalah kunjungan seru sekaligus menginspirasi.

2 comments:

  1. gagal pokus sama foto terakhir. keren nih seperti kepala proyek :)

    btw, merinding ya pas tahu Indocement mau repot-repot mendirikan Sekolah Magang sebagai salah satu CSR-nya
    ini bukti, mereka sebagai perusahaan yang sangat peduli dengan lingkungan sekitar. apalagi pas denger cerita dari alumni SMI, bener2 salut

    ReplyDelete
  2. seneng banget kemarin bisa ikutan ke acara ini juga teh, ngademin hati bgt ya CSRnya...

    ReplyDelete

Blogroll

About