Operasi Gigi Bungsu Dengan Biaya BPJS Kesehatan

Hasil rontgent, ada gigi bungsu miring dan gigi depannya bolong hingga akar


Setahun belakangan saya merasa terganggu dengan nyeri di sekitar geraham kanan. Ketika diperiksa ke dokter gigi terdekat, selalunya cuma dilihat saja lalu dikasih obat. Karena jika dilihat secara mata telanjang, gigi saya baik-baik saja dan tampak sehat. Namun saya merasa sakit tak terkira bercampur gatal dan nyeri merambat hingga ke kepala dan bahu.

Nyeri tersebut datangnya sesekali saja atau ketika makan cokelat dan makanan manis lainnya, baru terasa. Biasanya saya cukup beli obat gigi di apotek, berangsur membaik. Puncaknya, enam bulan yang lalu. Saya sudah merasa terganggu dengan rasa nyeri yang tak dapat ditoleransi. Akhirnya, saya ganti dokter gigi yang lain. Ini belum pakai BPJS karena belum sempat ke puskesmas jadi ke dokter gigi dekat rumah saja.

Dengan drg.Dewi Adiwilaga inilah ketemu biang kerok penyebab rasa nyeri tersebut. Menurut dokter Dewi, gigi bungsu saya impaksi, alias tumbuh miring tidak semestinya. Saya memperoleh pencerahan dari beliau, bahwa gigi bungsu sering menjadi masalah bagi sebagian orang karena sebagian gak kebagian tempat untuk tumbuhnya gigi tersebut.

Dari sini, dokter Dewi menyarankan saya untuk bedah minor. Subhanallah dokter cantik ini menyarankan saya untuk memanfaatkan BPJS Kesehatan atau Kartu JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang saya miliki saja, menurutnya, akan lebih ringan jika pakai JKN. Tanpa pikir panjang, saya langsung ke puskesmas untuk periksa dan meminta rujukan untuk bedah minor tersebut.

Setelah memperoleh surat rujukan dari Puskesmas Benda Baru Pamulang, besoknya saya ke RSUD Kota Tangerang karena RSUD Tangerang Selatan tidak tersedia peralatan Bedah Mulut. Tak apalah, saya ingin punya pengalaman juga, kan? Sambil jalan-jalan ke Kota Tangerang ya? Hehehe. Saya sengaja berangkat jam 6 pagi jadi sampai sana jam 7 lebih sedikit. Alhamdulillah, bisa dapat antrean yang tak terlalu panjang.

Dokumen yang diperlukan

Oh ya, persyaratan untuk berobat di tempat yang dirujuk, cukup membawa dokumen sebagai berikut:
  1. Kartu Keluarga
  2. KTP
  3. Kartu JKN (BPJS Kesehatan)
  4. Surat rujukan dari Puskesmas.

Jangan lupa fotokopi dulu semua dokumen tersebut dari rumah agar tidak repot sebab di tempat rujukan akan diminta semua fotokopinya. Setelah ambil antrean, Customer Service akan memproses data dan meminta fotokopi dokumen tadi lalu membuatkan kartu pasien. Dan tunggu dipanggil untuk konsultasi ke dokter gigi bedah mulut.

Saat itu, saya hanya di-rontgent gigi dan diperiksa lalu pulang dulu. Saya disuruh menunggu dipanggil pihak rumah sakit dalam jangka waktu selambatnya 6 bulan. Biasanya, tergantung banyaknya pasien, jika beruntung, antrean dipanggil pada masa tunggu, ada yang sebulan, dua bulan atau tiga dan seterusnya. Kalau saya pas banget 6 bulan. Kok lama? Ya iyalah, namanya juga pakai asuransi BPJS yang semua tumplek berobat di situ dari seluruh Tangerang Kota dan Kabupaten. Jadi, wajar saja ya, jika antreannya selama itu?

Jika sakitnya tidak terlalu mengganggu, tidak masalah. Tapi jika sudah sangat bengkak atau terlampau sakit, bisa berobat sementara dulu di Puskesmas sambil menunggu antrean. Atau jika punya rezeki lebih, bisa lakukan bedah mulut di rumah sakit atau klinik yang berbayar. Kalau saya tidak terlalu mengganggu, jadi bisa menunggu sampai dipanggil. Sekalian ingin tahu prosesnya jika pakai BPJS plus menghemat.

Tiba masanya, biasanya, pemanggilan dilakukan dua minggu sebelum hari H. Di masa ini, sebaiknya rawat dulu gigi supaya pas waktunya dibedah, kondisi gigi dan gusi sedang tidak sakit. Supaya proses bedah mulut bisa cepat dilaksanakan. Jika kondisi sedang sakit, maka bedah mulut akan ditunda. Nantinya harus tunggu antrean lagi.

Rawat gigi dengan selalu membersihkannya setelah makan dan H-3 periksakan dulu ke puskesmas, biasanya akan diberi obat dulu jika ada masalah dengan gigi menjelang operasi.

Hari H Bedah Mulut

Hal-hal ini perlu dilakukan:
  • Usakahan tidur cukup sebelumnya agar kondisi fit. Banyak minum air putih.
  • Bersikap rileks supaya tekanan darah tidak tinggi menjelang operasi, karena jika tensi darah tinggi, bisa batal operasinya. Pengalaman saya saat mau operasi kepikiran banget, sesampainya di RSUD merasa tidak santai, berbagai perasaan campur aduk, akibatnya, tensi darah saya mencapai 130 padahal saya paling tinggi pun tekanan darah hanya sampai 110 biasanya. Untunglah masih bisa dilakukan operasi dengan tensi 130 tersebut. Namun saya berusaha rileks dan ngobrol-ngobrol dengan pasien lain yang sama-sama menunggu.
  • Makan dulu yang cukup dari rumah, karena beberapa jam setelah operasi belum bisa makan. Kalaupun bisa, makanan cair atau lembek. Itu pun harus hati-hati.
  • Tidak usah cemas karena saat disayat, dicabut dan dijahit tidak akan terasa karena dibius lokal.
  • Pasrah dengan tindakan dokter karena kita harus percaya dengan kerjanya.
  • Berdoa dan bersikap santai.

Bye Bye dua gigi saya yang tercabut!

Setelah dioperasi

Dokter gigi akan menyarankan kita agar :
  • Tidak makan makanan dan minuman kasar, pedas dan panas dulu pada 24 jam pertama.
  • Perbanyak minuman dingin.
  • Jika bengkak tidak usah kaget karena itu biasa.
  • 24 Jam pertama, sering kompres air dingin atau es batu.di sekitar pipi.
  • Tidak banyak meludah, sebaiknya ludah telan saja.
  • Tidak minum dengan cara menyedot.
  • Tidak banyak kumur-kumur karena semakin berkumur bisa semakin berdarah.
  • Seminggu setelah operasi, check up lagi, bisa ke Puskesmas atau RSUD, jika ke RSUD, harus meminta rujukan kembali tentunya. Biasanya saat check up ini, sekalian dibuka benang jahitan.

Mengapa Gigi Bungsu Miring Harus Diangkat?

Mengapa gigi bungsu yang tumbuh miring harus diangkat? Berikut penjelasan dari drg. Marlina yang menangani saya:
  • Gigi bungsu yang tumbuh miring jika tidak dicabut dapat menyebabkan terganggunya saraf di sekitar gigi.
  • Untuk Sebagian orang ada yang gigi bungsunya menembus bagian dalam pipi, ini tentunya sangat mengganggu.
  • Gigi di depannya bolong dan rusak, akibat gigi bungsu miring, gigi di depannya bisa berlubang dan rusak parah. Ini saya alami sendiri, karena saat diperiksa dokter gigi di RSUD Tangerang, dari hasil rontgent, gigi yang di depan si bungsu itu bolong hingga ke akar. Menurut drg. Marlina, yang harus dicabut jadinya dua gigi. Dan misteri paling kuat dari kenyerian gigi saya itu rupanya gigi bolong yang rusak terdorong si bungsu itu. Karena setiap saat makanan masuk ke situ dan terjadilah karies hebat serta infeksi.
  • Berperan besar terhadap kenyamanan fungsi rahang. Karena impaksi juga berhubungan dengan kondisi buka tutup rahang.

Tidak usah takut dioperasi gigi bungsu miring karena kondisnya biasa saja, seperti cabut gigi biasa, bedanya hanya ada pembiusan lokal, penyayatan, pencabutan dan dijahit, tidak terasa juga karena ada efek anestesi atau bius itu.

Sesudahnya, saya pribadi tidak merasakan sakit yang amat sangat. Nyut-nyutan sedikit wajarlah ya? Karena itu bekas sayatan dan jahitan. Tapi berkah banget buat saya, setelah operasi masih bisa langsung kerja dan biasa saja. Bahkan tidak merasakan bengkak.

Tip dari saya, jika setelah operasi, ikuti semua anjuran doker gigi, mulai dari meminum obat yang diberikan, berkumur pelan dengan cairan betadine sehabis makan, menuruti saran-sarannya setelah operasi dan lakukan kontrol sesuai jadwal. Semua dijamin lancar.

Biaya

Berapa biaya yang dikeluarkan dari proses awal hingga akhir operasi? Tentu saja Nol Rupiah. Alhamdulillah BPJS Kesehatan sangat membantu saya. Jika bayar, biayanya tidak sedikit!

Kesimpulannya, ambil tindakan segera, sebelum semuanya menjadi parah bahkan merusak gigi di sebelahnya, jika sudah diangkat, lega rasanya. Jadi terbebas dari infeksi dan sesuatu yang mengganjal. Bahkan, saya jadi tak sering migrain yang sampai merambat hingga bahu. Pokoknya, bebas dari siksaan sakit gigi yang katanya “lebih sakit dari sakit hati” bener lho!


Yuk, semangat, jika punya JKN dari BPJS manfaatkan dengan baik, jika prosesnya ingin cepat, bisa bedah mulut di Rumah Sakit atau Klinik berbayar. Yang penting sehat dan bisa lebih produktif.

10 comments

  1. Aku dulu operasi gigi bayarnya juta-juta banget, Buk. Serem. Padahal tahun 2003 itu. Syukurlah sekarang ada BPJS, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebayang kan sekarang kalo bayar biayanya berapa? :D

      Delete
  2. Saya mah gigi kanan atas nyengsol, tumbuhnya keluar rshang, ketutup gusi. Gigi kiri atas tumbuhnya ke belakang. Duh pabeulit, Teh. Mau operasi sieun nyerina... Haha. Tapi kayaknya abis baca tulisan teh Ani ini mau memantapkan diri pake BPJS.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sok geura diproses atuh biar beres :)

      Delete
  3. Alhamdulillah, suami saya jg 2 thn yg lalu operasi gigi bungsu pakai bpjs... Krn yg diambil empat2nya jd bius total hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah dibius total Mba? Sadarnya berapa lama?

      Delete
  4. Sekaranb sudah aman ya ... tanpa gangguan gigi bungsu. BPJS sangat membantu masyarakat

    ReplyDelete
  5. Ngeri juga liat hasil rontgent sebelum dicabut. Giginya nabrak yang depannya. Jadi inget temen kostku yang dulujuga pernah operasi seperti ini. untungnya dia dibiayai perusahaan jadi gak ribet ngurus surat-suratnya.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Aduh serem juga ya liat gigi tumbuh miring gitu, aku kebayang sakitnya teh.. tp Alhamdulilah sekarangkan tth udah terbebas dr sakit gigi, dan Bpjs memang sangat2 membantu, akupun pernah ngerasain manfaatnya.

    ReplyDelete