Dicemooh Saat Jalani Protokol Kesehatan Masa Pandemi? Cuekin Saja!

Hari ini kepala saya bagaikan dicengkeram akar yang menjalar. Mendapati catatan Kemenkes RI per 20 Juli 2020, kasus Covid-19 terkonfirmasi mencapai angka 88ribu! Subhanallah ini melampaui China yang menjadi episentrum dunia penyakit ganas ini. Bingung juga bagaimana ke depannya? Kurva belum juga menurun.

Lalu mendengar kabar teman yang satu keluarga tertular Covid-19 hingga sekarang belum membaik dan sempat tak sadarkan diri, ini menambah harapan tipis akan kenormalan hidup yang diidamkan saat ini. Tapi saya harus tetap berpikir waras dan fokus ke solusi.

Di luaran sudah hidup seperti biasa, seolah tak terjadi apa-apa. Padahal Covid-19 ada di dekatnya yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa saat lengah. Bagaimana Covid-19 dapat menyambar yang lengah? Tentu saja di saat kita sedang galau berlebihan, rasa cemas yang tinggi, overthinking dan banyak hal lagi. Dengan keadaan ini, karena melamunnya terlalu kencang akhirnya imun tubuh drop. Maka dengan lenggang kangkung Covid-19 masuk ke dalam tubuh. Obrak abrik pertahanan dan mulai berulah membuat kekacauan.

Semua itu bisa terjadi begitu saja, tanpa gejala yang begitu jelas tapi bisa langsung parah. Edukasi minim kepada masyarakat luas masih kurang, ditambah sikap pemerintah yang membuat aturan berubah-ubah. Saat psbb pun masih pada melanggar, apalagi setelah diumumkan adanya new normal yang banyak disalah artikan.

Biar tak terjebak dalam new normal kita harus pahami apa itu new normal?

New Normal di masa pandemic ini lebih ke penyesuaian diri. Artinya, di saat menjalani aktivitas seperti biasa, kita harus melakukan sesuatu untuk melindungi diri. Misalnya saat beraktivitas di luar menggunakan masker, memakai baju lengan panjang, bawa sanitizer atau sabun di kemasan kecil serta menjaga jarak dengan orang lain saat di keramaian dan lain sebagainya.

New Normal Saat Bekerja di Luar Rumah

Sudah pasti siapkan perlengkapan keamanannya, gerah atau ribet karena pakai lengan panjang atau jaket tak apa, yang penting selamat. Sediakan tas khusus untuk menyimpan masker cadangan, sanitizer, tisu basah, sabun di botol kecil dan sarung tangan cadangan. Dengan begini, kans si Covid untuk menyelinap ke tubuh kita sudah ada filternya.

Saat di kantor atau pabrik, sebaiknya tidak berdekatan dengan rekan kerja atau berbagi makanan dan minuman. Usahakan bawa bekal makanan dan minuman dari rumah sekaligus dengan perangkat makan sendiri. Tidak beli di luar dan tidak nitip beli sama teman.

Meja kerja dan semua barang yang ada di dekat tempat kerja selalu dibersihkan. Sediakan semprotan desinfektan dan sanitizer tersendiri khusus untuk di kantor. Lalu tidak perlu banyak berbincang dengan rekan kerja jika tak perlu banget.

Buat yang biasanya sepulang kerja nongkrong di kafe atau ke mall, mulai biasakan langsung pulang. Selain menghindari kemungkinan si covid ikut dengan menempel di baju, sepatu dan tas, mendingan buru-buru pulang.

Saat di perjalanan di angkutan umum, Tidak perlu banyak berbicara atau makan, tidak banyak yang dipegang, kalaupun pegangan pada besi handle atau kursi saat berdiri, jangan lepas sarung tangan. Jaga jarak aman saat antre karcis atau ketika masuk peron dan lokasi masuk kendaraan. Jangan sampai lupa atau kecolongan.

Sesampainya di rumah, sebelum masuk cuci tangan dulu, semua barang bawaan dibersihkan dengan cara dicuci langsung atau disemprot cairan desinfektan, langsung ke kamar mandi, rendam semua yang menempel di badan. Jangan gantungkan pakaian di kamar mandi  harus langsung masuk ember dan rendam pakai deterjen. Mandi, keramas baru bisa peluk anggota keluarga.

Berlibur di masa pandemic, bisa saja berlibur ke luar bersama keluarga namun jangan sampai lupa semua anggota keluarganya diterapkan faktor keselamatan dan pilih tempat wisata yang tidak terlalu crowded. Bawa bekal piknik sendiri dari rumah juga jajanan anak jangan beli di luar. Kalaupun mau beli ciki-ciki buat anak, bisa beli saat di rumah agar kemasannya dicuci dulu.

Saat di rumah saja 

Ini yang paling saya suka. Kalau masih kerja di rumah pastinya sangat saya harapkan karena saya di masa ini masih ingin di rumah saja untuk meminimalisir paparan covid mengingat kurva masih selalu naik setiap harinya.

Biar gak bosan saat di rumah saja, buat interior yang bikin betah, bisa dengan cara bebersih, menata ulang rumah sesuai dengan desain yang diidamkan atau membuang barang-barang yang sebenarnya tak diperlukan lagi sehingga space rumah menjadi lebih luas dan leluasa untuk bergerak.

Hadirkan tanaman-tanaman di teras atau halaman. Walaupun tak ada space tanah, buat di pot-pot atau bekas botol air mineral yang dibentuk menjadi pot-pot gantung lucu.

Hadirnya tanaman akan memberi penyegaran dan relaksasi. Manfaatkan juga akar-akar sisa sayuran seperti bawang daun, akar lobak, wortel dan kangkung untuk ditanam. Kalau beli papaya, jangan lupa untuk menebar bijinya agar tumbuh dan jadi ada persediaan buah di rumah.

Banyak hal yang dapat dilakukan di rumah. Bisa membaca kembali buku-buku yang belum sempat dibaca, kreasi resep masakan, video call dengan teman-teman dan masih banyak lagi.

Bahkan saat di rumah saja dapat bonding lebih banyak dengan keluarga dan berkesempatan untuk brainstorming untuk rencanakan sesuatu yang lebih baik lagi, melakukan hobi bersama hingga olah raga bersama yang selama ini tak pernah dilakukan. Jadi menemukan apa aspirasi dari anggota keluarga yang jarang terbuka sebelumnya.

Menyikapi Cemoohan dan Pandangan Aneh Orang Lain Terhadap Aksi Protokol Kesehatan

Saat diberlakukan New Normal, pandangan salah kaprah sebagian orang mulai terlihat, saat masih ada yang pakai masker, rajin cuci tangan atau diajak ketemuan tidak mau, pasti di-bully dan dianggap aneh bahkan sampai memandang sinis. Menurut saya tak usah dipedulikan tindakan menyakitkan yang dilakukan teman atau keluarga yang seperti itu karena kalau kita ada apa-apa juga mereka gak bisa tanggung sepenuhnya. Lebih baik jaga-jaga dari pada repot di kemudian hari kan?

Jadi, walaupun sudah disebut new normal, usahaklan kita selalu mencerna informasi dan tak ada salahnya untuk update informasi dari situs Kemenkes RI atau WHO sebagai tolak ukur apa yang harus kita perbuat. Selamat menjalankan new normal dengan pemahaman yang tepat!

 


3 comments

  1. Gemesnya sama anak-anak yang main layangan itu Teh, tiap hari bergerombol. Padahal ada orang dewasanya juga tapi bukannya waspada malah sama saja, nongkong rame-rame tanpa masker. Pada selooow semua kayak nggak ada apa-apa.

    ReplyDelete
  2. selama 3 bulan dirumah aja mulai bulan juni lalu aq mulai wfo teh, jadi ketemu lagi sm temen dr mana-mana kan untungnya semua pun sangat menyadari pentingnya mengikuti protokol kesehatan jd merasa aman juga dikantor

    ReplyDelete
  3. Aku juga suka ngeri liat perkembangan virus ini teh, apalagi punya ponakan yg sudah banget dibilangin untuk menerapkan protokol kesehatan...pusing sendiri jadinyaaa

    ReplyDelete