Pendidikan Lingkungan Anak Melalui Modul Interaktif Gratis


Masih ingat saat sekolah mendengar berita bahwa lapisan ozon sudah banyak mengalami kebocoran akibat gas rumah kaca, polusi yang pekat dan berbagai aktivitas manusia yang di luar batas normal menggunakan bahan bakar atau pencemaran udara yang berdampak pada terjadinya kebocoran lapisan ozon tersebut. Seketika saya merasakan kengerian. Apa dampak lima dan sepuluh tahun ke depan sejak saat saya menerima informasi tersebut?

Dari kejadian itu, saya berupaya mencari banyak informasi lalu mendapat beberapa tips untuk meminimalisir kerusakan ozon, dengan  tindakan kecil namun berdampak. Misalnya, tidak lama-lama membuka pintu kulkas karena berpotensi mengeluarkan gas dan membuat energi listrik terbuang banyak. Lalu, tidak membuat efek polusi dari membakar sampah sembarangan dan lain-lain.

Ingatan saya ini terbuka karena pada 6 Mei 2021 lalu, saya mengikuti webinar tentang upaya edukasi kepedulian lingkungan untuk anak PAUD hingg kelas 6 SD yang diselenggarakan oleh Danone-AQUA dan Sekolah.mu.

Program ini tentu saja sangat menarik antusias saya mengingat dulu sangat jarang program seperti ini. Program yang mengusung prinsip dari Danone Indonesia tentang One Planet One Health yang diimplementasikan melalui kampanye #BijakBerplastik dan “Sampahku Tanggung Jawabku” sejak 2018 dengan target mengedukasi 100 Juta konsumen dan 5 Juta anak usia sekolah.

Mengikuti perkembangan kampanye ini, saya tak meragukan lagi karena sejak 2018 saya sudah mengikuti beberapa program #BijakBerplastik dan Circular Economy. Sangat memberikan insight bermanfaat dan menjadikan saya terbawa untuk mendalami implementasi program ini yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya pun jadi tidak berpikir satu pihak dalam menyikapi penggunaan barang berbahan plastik. Plastik tidak harus dihindari namun yang penting diterapkan adalah bagaimana menggunakannya dengan bijak dan hasil akhirnya mau di kemanakan jika sudah tidak dipakai lagi.

Selaras dengan ini, tentu saya menyambut dan mendukung program “Sampahku Tanggung Jawabku” dengan target pendidikan lingkungan anak yang implementasinya melalui e-learning pada www.sekolah.mu yang dibidani oleh Najeela Shihab. Program ini berupa kegiatan bagi anak yang didaftarkan sebagai peserta. Walau belajar melalui online dengan modul interaktif sekaligus ada sesi praktik.

Setiap pendaftar tidak dikenakan biaya dan akan mendapatkan fasilitas modul yang dapat diakses selamanya. Anak belajar melalui buku panduan, video dan kegiatan praktik yang diberi panduan langsung. Setelah periode belajar selesai, semua anak akan mendapatkan raport penilaian dan sertifikat.

Modul PAUD – Kelas 3 SD

Target usia 4-9 tahun modulnya dapat diakses di sini Sampahku Tanggung Jawabku (PAUD) | Sekolah.mu bertujuan untuk memahami berbagai jenis sampah, sehingga anak dapat membedakan antara sampah yang dapat diolah kembali dan yang tidak. Anak-anak juga diberi gambaran ke mana sampah-sampah tersebut akan bermuara. Tak hanya itu, anak-anak juga akan diberikan aksi nyata dengan melakukan kegiatan-kegiatan tersebut melalui praktik dengan panduan dari fasilitator.

Modul Kelas 4 SD – 6 SD

Targget untuk usia 10-12 modul dapat diakses di sini https://www.sekolah.mu/program/sampahku-tanggung-jawabku-sd dengan tujuan yang sama dengan pembelajaran usia PAUD – Kelas 3 SD.

Diharapkan dari hasil belajar bersama AQUA dan Sekolah.mu, setiap peserta dapat menjadi pribadi yang selain cerdas juga inovatif. Mempunyai prinsip dan dapat mengeksekusi idenya tanpa harus mengendapkan apa yang menjadi pemikirannya untuk dikontribusukan pada orang banyak kelak.

Menarik sekali! Karena program ini dapat memberikan pengalaman berharga untuk setiap anak bahkan akan menadi portofolio dan pendorong prestasi lainnya. Anak juga akan lebih siap dalam memahami dan menyikapi kondisi lingkungan di sekitarnya sehingga kapanpun dan di mana pun anak kelak akan mempunyai rasa kepedulian dalam upaya menyelamatkan lingkungan.

Mari, seluruh orang tua yang ingin anak-anaknya bermanfaat untuk orang banyak, ini adalah kesempatan istimewa untuk mempersiapkan anak-anak menjadi enerasi berkualitas, produktif dan menjadi kebaikan untuk Negara pada saat bonus demografi terjadi.

Caranya, dapat mengakses website www.sekolah.mu atau mengunduh aplikasi sekolahmu di play store atau apps store.


Seperti yang dijelaskan oleh Ibu Ratih Anngraeni, Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia, menurutnya dalam program ini, anak-anak berkesempatan mendapatkan pelatihan langsung cara memilah sampah organic dan anorganik, membuat biopori di halaman rumahnya dan lain-lain. Dengan langsung terlibat seperti ini, diharapkan daya ingat anak terhadap kegiatan ini akan terus menempel hingga terbentuk inisiatif untuk selalu menjaga lingkungan sekitarnya dimulai dari tindakan-tindakan kecil.

Pada kesempatan yang sama, Bapak Jumeri dari Kemendikbud hadir untuk memberikan dukungan juga terhadap  program ini. Karena berbanding lurus dengan visi misi pemerintah dalam menggalakkan pendidikan untuk semua segmen. Walau di masa pandemi, menurutnya program e-learning seperti ini sangat penting digalakkan. Karena metode pembelajaran interaktif seperti ini dapat memberikan warna dan solusi dalam menyikapi kejenuhan belajar anak secara jarak jauh.

Diaminkan juga oleh Najeela Shihab bahwa sekolah.mu menyediakan platform belajar online dengan berkolaborasi bersama Danone-AQUA demi mewujudkan penyediaan platform pendidikan yang berkualitas dan berdampak terhadap kemajuan anak.

Alasan Anak Harus Ikut Program Sampahku Tanggung Jawabku

Mengingat gunungan sampah akan terus bertambah, perkembangan industri yang akan semakin meningkat, teknologi canggih yang semakin membutuhkan keseimbangan dengan pengelolaan limbah yang dihasilkannya agar tidak merusak lingkungan. Hal ini dapat diantisipasi dengan peran anak-anak sejak dini sebagai persiapan generasi yang dapat memberikan solusi terhadap masalah-masalah kompleks terkait lingkungan. 

Yuk para orang tua, ikutkan anak-anaknya untuk berpartisipasi dalam program ini agar memberikan banyak solusi terkait lingkungan di masa depan. 

No comments