DNA Salmon Manual Injection vs Micro Injection: Mana yang Lebih Cocok?



Dalam beberapa minggu ini, aktivitas saya benar-benar mengambil alih sebagian besar waktu saya, sampai tidak ada celah untuk sekadar menjadwalkan perawatan tubuh maupun gigi, karena dikejar deadline dengan jeda waktu yang berdekatan. Tapi, jika saya menuruti pekerjaan saja, tidak akan ada selesainya, bukan? Maka dari itu, di tanggal merah kemarin saya merapel semua keperluan dalam satu hari, mulai makan menu Saigon Delight di PIM Street Gallery, ngobrol ngalor ngidul sama bestie, hingga perawatan wajah di ZAP Pondok Indah Mall.

Paling saya tunggu tentunya suasana rileks saat perawatan di ZAP Clinic, DNA Salmon adalah pilihan perawatan yang saya ambil saat itu. Karena merasa wajah sudah terasa kusam, dan dalam waktu dekat, saya akan banyak pertemuan dengan beberapa orang untuk masalah pekerjaan plus memberi pelatihan di beberapa perusahaan. Jadi, saya sempatkan untuk perawatan DNA Salmon Injection.

Manual Injection DNA Salmon

Kali ini, saya mencoba perawatannya dengan metode penyuntikan DNA Salmon secara manual, sebelumnya, saya sudah mencoba perawatan DNA Salmon Micro Injection yang menggunakan alat micro injection. Perbedaannya hanya pada teknis penyuntikan. Untuk metode manual penyesuaian penyuntikannya dapat diatur kedalamannya pada area tertentu yang menjadi concern. Kontrol tekanan dan jumlah cairan DNA Salmon yang dibubuhkan pun dilakukan melalui pendekatan yang lebih personal terhadap kondisi kulit pasien.


Mengapa kali ini saya memilih manual injection?

Jika dulu saya perawatan DNA Salmon Injection untuk tujuan hidrasi dan glowing, sekarang saya lebih ke ingin memulihkan kulit yang sudah tidak sehalus dulu karena sudah mulai muncul fine lines tipis dan saya ingin refreshment secara cepat untuk beberapa area yang terlihat kurang segar. Mengambil perawatan ini juga atas saran dokter, menurut dokter metode manual injection untuk kondisi kulit wajah saya sekarang lebih tepat karena penargetan lebih fokus.

Soal rasa sakit, lebih terasa yang mana?

Manual injection dilakukan satu per satu suntikan dengan ukuran jarum yang lebih besar dari ukuran jarum micro injection sehingga sensasi tusukan lebih terasa jelas, namun rasa sakitnya masih bisa ditoleransi karena tetap diberikan anestesi topikal. Setelah treatment akan muncul bentol-bentol kecil bekas suntikan yang akan mereda dalam satu hari. Tapi pengalaman yang saya rasakan, dalam waktu dua jam saja bentol-bentol tersebut sudah hilang. Jadi, downtime perawatan pada setiap orang berbeda tentunya dan masih tergolong ringan.

Bagaimana prosesnya?

Proses DNA Salmon Manual Injection

Proses perawatan sama alurnya, durasi perawatan total dalam waktu satu jam, mulai dari pembersihan wajah, membubuhkan oxyfresh untuk menyegarkan semua area kulit wajah. Setelah itu, wajah saya dibubuhi anestesi dan didiamkan selama 30 menit. Setelah anestesi berjalan, baru proses penyuntikan dilakukan.

Kelebihannya, di ZAP Clinic semua perawatan menggunakan racikan skincare yang diproduksi sendiri, salah satunya JUVA By ZAP. Mulai dari cleansing foam, serum, dan perlengkapan skincare lainnya.

Setelah perawatan, dalam waktu 4 jam wajah tidak boleh terkena air, selama tiga hari tidak boleh menggunakan night & day cream selama empat hari setelah perawatan, yang diperbolehkan hanya sunscreen dan  facial wash yang tidak ada scrub nya. Perawatan ini bisa dilakukan sebulan sekali atau sebulan dua kali, disesuaikan dengan kebutuhan kondisi kulit.

Jadi, mana yang lebih baik?

Menurut saya, keduanya tetap memberikan manfaat optimal karena perawatan DNA Salmon baik dengan metode micro atau manual injection, dua-duanya tetap memberikan nutrisi dari cairan DNA Salmon yang bermanfaat sebagai upaya meminimalisir efek penuaan, seperti mengurangi kerutan halus, mengurangi flek hitam, mengecilkan pori-pori, menghilangkan bekas luka secara bertahap, hingga menangkal radikal bebas.

Jika menginginkan distribusi cepat dan merata, micro injection bisa menjadi pilihan. Namun jika ingin hasil yang lebih targeted dan personalized, manual injection bisa menjadi opsi yang menarik.

Karena saya sudah mencoba keduanya, saya merasa manual injection memberikan pengalaman treatment yang lebih personal dan terasa lebih disesuaikan dengan kondisi kulit saya saat ini. Pada akhirnya, memilih treatment bukan hanya soal tren, tetapi tentang memahami kebutuhan kulit di fase yang sedang kita jalani.

Mengapa saya tetap pilih ZAP Clinic?

Lounge yang nyaman
 

Complimentary yang bikin betah


JUVA By ZAP, Skincare andalan untuk perawatan di ZAP Clinic

Di ZAP Clinic saya merasa refreshing karena di sana menyajikan pelayanan yang sangat membuat saya merasa di rumah, mulai dari keramahan GRO, therapist, hingga dokternya. Saya juga selalu menikmati semua hospitality yang disajikan di setiap kliniknya.


No comments