![]() |
| ki-ka: Offie Dwi Natalia, Valencia Fabian, dan Lala Adani |
Kenalan yuk sama Arichsan! Sebuah media untuk terhubung dengan sesama Ibu yang ingin berbagi dan menelaah segala dinamika kehidupan ibu beserta tantangannya dengan ruang aman, dan berekspresi dengan selaras. Arichsan hadir di Instagram dengan akun @Arichsanrumpi dan di Tik Tok @Arichsan.rumpi. Informasi dan dialog yang disuguhkan dalam berbagai kontennya seolah mengungkapkan isi hati setiap ibu dalam kesehariannya. Arichsan yang dibidani oleh Lala Adani, seorang Finalis Putri Indonesia 2019 ini, diwakili oleh tiga karakter bersahabat, yaitu Santi, Richie, dan Almira.
Santi, yang berjiwa keibuan sering
menjadi penengah saat teman-temannya sedang konflik, Richie yang dijuluki The Trophy Wife, hidupnya yang
berkecukupan dan stylish namun paling
loyal dalam bersahabat. Sedangkan Almira, adalah pekerja dengan kesibukan yang
sangat padat namun tak pernah mengabaikan keluarganya dan dipastikan semua
orang terdekatnya selalu dibuat nyaman dalam berbagai kondisi. Lala dan tim
sangat piawai mengemas konten dengan pendekatan yang sangat relevan dengan
dunia ibu-ibu sesuai zaman.
Supaya lebih dekat lagi dengan semua
ibu di manapun berada, maka dari itu Arichsan mengundang beberapa ibu dan calon
ibu ke acara Ngabuburich Volume 1 di Selibar Café pada tanggal 8 Maret 2026,
bersamaan dengan moment International
Women’s Day 2026. Bahasan yang diangkat sesuai dengan konten pilar motherhood, women support woman, dan financial literacy. Dalam acara dua jam
itu, berlangsung hangat dan intimate antara
narasumber dengan semua peserta yang hadir.
Valencia Fabian, BA, CFP, QWP, AWP membagikan Practical Financial Mapping, Offie
Dwi Natalia, M.Psi., Psikolog, CGA Psychologist membagikan Dream
Again After Motherhood. Diskusi
semakin hangat dengan hadirnya moderator sekaligus Founder Arichsan, Lala Adani. Bahasan sangat valid dengan kondisi
peserta yang hadir. Sehingga bahasan yang disampaikan sangat interaktif dan
hidup.
![]() |
| Offie Dwi Natalia, M.Psi., Psikolog, CGA Psychologist |
Dari sisi psikologis, Psikolog Offie mengajak para perempuan yang telah menjadi ibu untuk kembali mengenal dirinya sendiri. Ia menjelaskan bahwa setiap perempuan akan mengalami transisi besar dalam hidupnya, dari fase lajang menuju kehidupan berkeluarga. Dalam fase ini, seorang perempuan tidak hanya menjalani peran baru sebagai istri, tetapi juga menghadapi berbagai dinamika kehidupan yang lebih kompleks.
Menurut Offie,
ketika perempuan memasuki kehidupan berkeluarga, ia akan berhadapan dengan
berbagai tantangan, mulai dari relasi dengan keluarga besar dari kedua belah
pihak, pengelolaan keuangan rumah tangga beserta pembagian tanggung jawabnya,
hingga perubahan kehidupan setelah hadirnya anak. Di tengah berbagai peran dan
tanggung jawab tersebut, sering kali seorang ibu tanpa sadar mulai melupakan
dirinya sendiri. Ia menurunkan ego dan mengesampingkan hal-hal yang dulu menjadi
bagian penting dari dirinya, seperti hobi, waktu untuk diri sendiri, atau
aktivitas yang membuatnya merasa utuh. Me
time pun sering kali tidak lagi menjadi prioritas karena perhatian lebih
banyak tercurah untuk keluarga.
Karena itu, Offie
menegaskan pentingnya setiap ibu untuk kembali mengenali dirinya. Dengan
memahami kondisi diri serta kehidupan barunya, seorang ibu dapat menyesuaikan
perannya secara lebih sehat dan seimbang. Proses ini juga perlu diiringi dengan
komunikasi yang terbuka bersama pasangan maupun keluarga besar agar tercipta
sistem dukungan (support system) yang saling menguatkan. Dengan dukungan
tersebut, seorang ibu tetap dapat memenuhi kebutuhan fisik dan mentalnya tanpa
harus mengabaikan perannya dalam keluarga, baik sebagai ibu maupun sebagai
istri.
![]() |
| Valencia Fabian |
Menambahkan perspektif tersebut, Financial Planner Valencia menyoroti peran penting ibu sebagai manajer keuangan dalam rumah tangga. Ia menekankan bahwa peran ini membutuhkan keterbukaan informasi antara pasangan, khususnya terkait transaksi dan perencanaan keuangan keluarga. Menurut Valencia, komunikasi yang terbuka dalam hal keuangan tidak hanya membantu pengelolaan finansial menjadi lebih tertata, tetapi juga berkontribusi besar terhadap terciptanya hubungan yang sehat dan keharmonisan dalam keluarga.
Valencia juga
memberikan tips stabil keuangan di situasi sulit dengan tiga cara yaitu:
1. Meningkatkan volume investasi, misalnya
jika selama ini hanya mengambil investasi reksadana atau deposito saja, bisa
ditambahkan dengan investasi saham yang nilai return nya bisa lebih besar. Walaupun faktor risikonya tinggi,
namun bisa dipelajari sendiri dari sumber-sumber yang mudah diakses, Valencia
menyarankan untuk mempelajarinya melalui tutorial di you tube atau platform
belajar lainnya.
2. Memperbesar cashflow
Memperbesar cashflow menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga
stabilitas keuangan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menambah sumber penghasilan di luar
pendapatan utama, misalnya melalui pekerjaan sampingan, bisnis kecil, atau
memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan tambahan.
Selain itu, aset yang dimiliki juga dapat dioptimalkan agar lebih produktif,
seperti menyewakan properti, berinvestasi pada instrumen yang memberikan imbal
hasil rutin, atau mengembangkan usaha keluarga yang berpotensi memberikan
pemasukan berkelanjutan.
Di
sisi lain, memperbesar cashflow juga bisa dilakukan dengan mengelola
pengeluaran secara lebih bijak. Mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu
penting, menghindari utang konsumtif, serta membuat perencanaan keuangan yang
jelas dapat membantu menjaga arus kas tetap sehat. Dengan keseimbangan antara
pemasukan yang meningkat dan pengeluaran yang terkontrol, kondisi keuangan
keluarga akan menjadi lebih kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan
ekonomi.
3. Memperpanjang masa pensiun
Selain memperbesar arus kas, strategi penting lainnya adalah memastikan dana
pensiun dapat bertahan lebih lama. Hal ini dapat dimulai dengan menyusun
perencanaan keuangan jangka panjang yang mempertimbangkan berbagai kebutuhan di
masa pensiun, seperti biaya hidup sehari-hari, kebutuhan kesehatan, serta
potensi kenaikan biaya akibat inflasi. Dengan perencanaan yang matang,
seseorang dapat mengetahui berapa dana yang perlu disiapkan agar tetap dapat
menjalani masa pensiun dengan nyaman.
Untuk
memperpanjang masa pensiun, penting juga memiliki sumber penghasilan pasif yang
tetap berjalan meskipun sudah tidak aktif bekerja. Pendapatan dari investasi,
usaha kecil, atau hasil sewa aset dapat membantu menopang kebutuhan hidup
sehingga dana pensiun tidak cepat habis. Selain itu, menjaga gaya hidup tetap
seimbang dan mempersiapkan dana kesehatan juga menjadi langkah penting agar
keuangan tetap stabil dan masa pensiun dapat dijalani dengan lebih tenang.
Menjelang berbuka
puasa, acara pun ditutup dengan sesi tanya jawab yang menambah hangat diskusi,
karena beberapa peserta dengan leluasanya berbagi pengalaman pribadi yang
menjadi topik diskusi lebih luas lagi. Acarapun ditutup dengan buka puasa
bersama dan networking. Benar-benar
acara ngabuburit yang kaya! Ngabuburich!





No comments