![]() |
| Menu khas Lombok di Ratu Taliwang |
Ada kalanya rasa rindu datang bukan kepada seseorang, melainkan pada sepiring makanan. Aroma bumbu yang terbakar di atas bara, sambal pedas yang menggigit lidah, hingga sensasi hangat nasi putih yang disantap bersama lauk khas daerah semuanya mampu membawa ingatan kembali ke sebuah tempat yang pernah dikunjungi.
Buat
saya, makanan tradisional Indonesia selalu punya ruang spesial di hati. Apalagi
kalau pernah mencicipinya langsung dari daerah asalnya. Rasanya sulit
dilupakan. Begitu juga dengan kuliner khas Lombok yang terkenal berani dalam
penggunaan rempah, cabai, dan teknik memasak tradisional yang membuat cita
rasanya begitu kuat.
Sejak
beberapa minggu terakhir, saya benar-benar kangen dengan Ayam Taliwang. Bukan
sekadar ayam bakar biasa, tapi ayam kampung muda dengan bumbu khas Lombok yang
pedas, gurih, sedikit manis, dan kaya rempah. Saat sedang mencari tempat makan
yang bisa mengobati rasa rindu itu, saya menemukan Rumah Makan Ratu Taliwang
yang baru saja grand opening pada 16–17 Mei 2026 di kawasan Pamulang.
Karena lokasinya dekat rumah dan cukup strategis,
berada di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan yang berbatasan langsung dengan
Sawangan Depok dan Lebak Bulus Jakarta Selatan, saya langsung memutuskan untuk
datang.
Begitu
sampai di depan rumah makan, aroma ayam bakar langsung menyambut dari area
dapur. Wangi cabai, bawang, dan terasi yang dipanggang di atas bara membuat
perut otomatis lapar. Tempatnya sederhana tetapi nyaman, dengan nuansa rumah
makan khas daerah yang hangat dan akrab.
Tanpa pikir panjang, saya langsung memesan satu ekor Ayam Bakar Taliwang dengan kombinasi rasa pedas dan manis, lengkap dengan Plecing Kangkung, Sambal Beberuq, nasi hangat, dan es teh manis dingin.
Ayam Bakar Taliwang: Ikon Kuliner Lombok yang Kaya Rempah
![]() |
| Ayam Taliwang Pedas |
![]() |
| Ayam Taliwang Pedas Manis |
Menu
pertama yang datang tentu saja Ayam Bakar Taliwang. Tampilan ayamnya menggoda
sekali. Warna merah kecokelatan dari bumbu bakarnya terlihat mengilap terkena
olesan sambal dan minyak bumbu.
Ayam
Taliwang biasanya menggunakan ayam kampung muda agar teksturnya empuk namun
tetap memiliki serat khas ayam kampung. Sebelum dibakar, ayam dibelah dan
dipukul sedikit agar pipih, lalu dilumuri bumbu khas Lombok yang terdiri dari
cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kencur, tomat, terasi
bakar, gula merah, garam, dan sedikit jeruk limau.
Proses
memasaknya juga tidak instan. Ayam terlebih dahulu direbus bersama bumbu agar
rempah meresap sampai ke dalam daging. Setelah itu baru dibakar di atas bara
api sambil terus dioles bumbu hingga aromanya keluar sempurna.
Di
Ratu Taliwang, saya memilih kombinasi rasa pedas dan manis. Pedasnya terasa
“nendang” tetapi masih nikmat dinikmati. Sementara sentuhan manis membuat rasa
bumbunya lebih seimbang. Daging ayamnya juicy, tidak kering, dan aroma bakarnya
sangat terasa. Kelebihannya di Ratu Taliwang bisa memilih jenis ayam kampung
atau ayam negeri, saya prefer ayam
negeri supaya lebih juicy.
Setiap gigitan benar-benar mengingatkan saya pada suasana makan di Lombok.
Plecing Kangkung: Segar, Pedas, dan Jadi Pasangan Wajib Ayam Taliwang
![]() |
| Plecing Kamgkung |
Belum lengkap makan Ayam Taliwang tanpa Plecing Kangkung.
Plecing
Kangkung adalah sayuran khas Lombok yang menggunakan kangkung air dengan batang
besar dan tekstur renyah. Kangkung direbus sebentar agar tetap hijau dan segar,
lalu disajikan dengan sambal plecing di atasnya.
Sambalnya
dibuat dari cabai rawit, cabai merah, tomat, bawang putih, terasi, garam, dan
perasan jeruk limau. Setelah diulek, sambal biasanya diberi taburan kacang
tanah goreng dan kelapa parut agar rasanya semakin gurih.
Tampilan
Plecing Kangkung memang sederhana, tetapi rasanya luar biasa. Sensasi segar
dari kangkung berpadu dengan sambal pedas yang tajam membuat hidangan ini jadi
penyeimbang sempurna untuk ayam bakar yang kaya bumbu.
Di Ratu Taliwang, Plecing Kangkung disajikan segar dengan sambal yang terasa autentik. Pedasnya khas Lombok yang berani, tetapi bikin nagih.
Sambal Beberuq: Sambal Segar yang Unik dan Menggoda
![]() |
| Sambal Beberuq |
Menu
berikutnya yang tidak kalah menarik adalah Sambal Beberuq.
Bagi
yang belum familiar, Sambal Beberuq adalah sambal khas Lombok yang berbahan
dasar terong bulat kecil mentah atau setengah matang yang dipotong-potong, lalu
dicampur dengan sambal segar.
Bumbunya
terdiri dari cabai rawit, bawang merah, tomat, terasi, garam, dan kencur. Semua
bahan diulek kasar sehingga teksturnya masih terasa. Setelah itu baru dicampur
dengan potongan terong dan kadang ditambahkan kacang panjang atau mentimun.
Sekilas
tampilannya mirip sambal biasa, tetapi rasanya sangat khas. Ada sensasi segar,
sedikit smoky dari terasi, dan aroma kencur yang kuat. Sambal ini cocok sekali
dimakan bersama ayam bakar dan nasi hangat.
Di
Ratu Taliwang, Sambal Beberuq-nya terasa fresh dan benar-benar memperkuat cita
rasa masakan Lombok yang terkenal kaya sambal.
Sate Bulayak dan Sate Rembiga, Kuliner Lombok yang Juga
Wajib Dicoba
Sebenarnya
Ratu Taliwang hanya menyediakan empat menu utama khas Lombok, yaitu Ayam Bakar
Taliwang, Plecing Kangkung, Nasi Balapuyung, dan Sambal Beberuq. Namun Ratu
Taliwang dapat menerima pesanan pre order
untuk acara-acara. Jadi, selain menu yang saya pesan, Ratu Taliwang juga
menghadirkan berbagai menu khas Lombok lainnya yang menggoda selera.
Salah
satunya adalah Sate Bulayak. Berbeda dari sate pada umumnya, sate ini disajikan
bersama bulayak, yaitu lontong khas Lombok yang dibungkus daun aren dengan
bentuk memanjang spiral. Teksturnya lebih padat dan kenyal dibanding lontong
biasa.
Daging
sate biasanya menggunakan daging sapi atau jeroan yang dibakar dengan bumbu
sederhana, lalu disiram kuah santan berbumbu kacang yang gurih dan sedikit
pedas. Rasanya unik karena perpaduan kuah santan dan bulayak membuat hidangan
ini terasa sangat tradisional.
Ada
juga Sate Rembiga yang terkenal sebagai salah satu sate khas Lombok paling
populer. Daging sapi dipotong kecil-kecil lalu dimarinasi dengan cabai, bawang
putih, ketumbar, gula merah, dan terasi sebelum dibakar. Berbeda dari sate
Madura yang memakai saus kacang, Sate Rembiga lebih menonjolkan rasa manis,
gurih, dan pedas langsung dari bumbu dagingnya.
Aroma
bakarnya sangat khas dan biasanya disajikan bersama nasi hangat dan sambal.
Cita Rasa Autentik dari Tangan Orang Lombok Asli
Yang
membuat pengalaman makan di Ratu Taliwang terasa lebih spesial adalah sosok
pemiliknya, Mba Nanda, yang merupakan orang Lombok asli dan sudah berpengalaman
memasak aneka kuliner khas daerahnya.
Semua
resep dibuat langsung oleh beliau sehingga rasa yang dihadirkan tetap autentik.
Meski proses memasaknya dibantu para pekerja, seluruh kualitas makanan tetap
berada dalam supervisi langsung pemiliknya.
Hal
seperti ini penting bagi saya, karena makanan tradisional bukan hanya soal rasa
enak, tetapi juga soal menjaga cita rasa asli daerahnya.
![]() |
| Rumah Makan Ratu Taliwang - Pamulang |
Obat Rindu Kuliner Lombok di Tengah Kota
Buat
pencinta makanan pedas dan kuliner Nusantara, Ratu Taliwang bisa menjadi tempat
yang pas untuk menikmati masakan khas Lombok tanpa harus pergi jauh ke Nusa
Tenggara Barat.
Lokasinya
mudah dijangkau dari Pamulang, Sawangan, hingga Jakarta Selatan. Cocok untuk
makan bersama keluarga, teman, atau sekadar melepas rindu pada cita rasa Lombok
yang kaya rempah.






No comments