Seni Tampil Percaya Diri di Dunia Nyata dan Digital

Latifa Ramonita, M.I.Kom.

Buat yang banyak beraktivitas di dunia digital seperti saya, terutama pekerjaan yang 80 persen di platform digital, tentu banyak hal yang perlu dipelajari lebih dalam agar kehadiran kita di dunia digital punya tujuan yang lebih jelas. Apakah sekadar have fun, ada tujuan yang ingin dicapai, atau mendorong kelancaran pekerjaan. Satu hal yang sangat penting untuk terus dipelajari, yaitu communication skills. Mengapa penting? Supaya pesan yang ingin kita sampaikan bisa sampai tepat kepada sasaran, dan hasilnya berdampak tentunya.

Mempelajari kemampuan berkomunikasi tidak sesederhana belajar bicara dan percaya diri saja. Banyak komponen yang perlu dipelajari secara menyeluruh. Untuk itu, saya sangat beruntung dapat mengikuti workshop dari Indonesian Social Blogpreneur Community (Komunitas ISB)  “The Power Of Presence” – Building Confidence Through Personal Grooming and Effective Communication di tempat yang sangat nyaman yaitu Nutrihub Jakarta di kawasan Gandaria V Jakarta Selatan pada 12 Agustus 2026.  

Siapapun pastinya pernah belajar ilmu komunikasi dari berbagai platform kan? Tapi belajar komunikasi itu gak cukup sekali dua kali, tapi perlu terus diasah dan diulang karena ilmu komunikasi selalu berkembang. Dari acara ini, kami para peserta mendapatkan ilmu komunikasi yang premium karena belajar dari dua Dosen Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR. Ibu Dr. Elke Alexandrina, M.Sc. dan Ibu Latifa Ramonita, M.I.Kom.

Mengapa Komunikasi Efektif Penting?

Sesi awal Ibu Latifa Ramona memberi arahan jika kita sedang membangun personal branding, harus dibarengi dengan memupuk kepercayaan diri. Lalu beliau menegaskan bahwa kepercayaan diri bukan berarti yang paling banyak bicara dan harus sempurna. Ibu Latifa memberikan tips melalui formula clarity – preparation – presence. Dengan formula tersebut, pesan yang disampaikan menjadi terstruktur karena tahu apa yang ingin disampaikan dan kepada siapa pesan itu disalurkan, dan bagaimana supaya bisa hadir sepenuhnya saat berkomunikasi.

Ibu Latifa juga memberi sudut pandang bahwa public speaking dengan sentuhan storytelling penting dikuasai agar atensi dari audiens maksimal, caranya adalah memberikan sentuhan pengalaman dan menekankan garis besar pesan yang harus mereka ketahui. Dorong audiens untuk dapat bergerak melakukan sesuatu setelah mendengar kita bicara, baik secara offline maupun dalam platform digital.

Digital footprint menjadi bagian dari personal branding kita yang dapat memperkuat reputasi dari cara bagaimana kita bicara, tampil, berbagi informasi, berinteraksi, hingga audiens dapat mengingat dari kebiasaan dan identitas kita di media sosial. Oleh karena itu, penting untuk dipahami bagaimana membuat konten yang tepat di media sosial.

Ibu Latifa menekankan juga bahwa personal branding bukan sekadar memiliki spotlight, memperlihatkan secara berulang suatu pencapaian secara berlebihan, memaksakan untuk selalu mengikuti suatu tren, hingga membangun persona yang tidak sesuai dengan kepribadian. Ibu Latifa menyarankan strategi yang lebih tepat, yaitu menentukan tujuan yang jelas terlebih dahulu, menguasai kemampuan, untuk siapa kemampuan itu disalurkan agar memiliki manfaat, hingga bagaimana cara menyampaikannya.

Menurut Ibu Latifa, membuat storytelling yang otentik tidak perlu sempurna, cukup menyentuh secara manusiawi saja dapat memberikan kesan kuat tentang diri kita di benak mereka, maka dari itu, menyampaikan pesan yang disertai pengalaman dengan emosi yang pas, lalu memberikan insight dalam setiap pembicaraan hingga menghasilkan nilai manfaat yang dapat dipetik lawan bicara, jika lawan bicara berkesan terhadap kita setelah ngobrol secara langsung atau setelah membaca caption di media sosial, maka interaksi tersebut sudah berhasil.


Dr. Elke Alexandrina, M.Sc.


The Power of Presence

Saya sering bertemu dengan orang-orang dengan penampilan yang nyaman dilihat, hangat, mampu membuat suasana hati tenang walau baru bertemu, bukan karena penampilan mewah atau fisik mereka yang cantik, ganteng atau perlente. Namun pembawaan yang terbuka, hadir sepenuhnya, saat menyimak lawan bicara benar-benar mendengarkan hingga memberikan tanggapan yang membesarkan hati. Tentu saja, kesan yang saya dapatkan adalah inspirasi baik dari pembawaan dirinya yang santun dan berkelas.

Apa yang saya alami tersebut berhubungan dengan materi yang dibawakan oleh Ibu Elke Alexandrina, bahwa seseorang yang memiliki kepercayaan diri, tidak bergantung dengan apa yang dipakainya, namun merasa yakin dengan nilai-nilai yang melekat pada dirinya. Seperti pembawaan dan caranya berkomunikasi. Seorang individu yang menyadari bahwa komunikasi adalah bagian dari penampilan, dipastikan selalu memiliki kepercayaan diri yang kuat.

“Orang bisa saja lupa dengan apa yang kita katakan, namun mereka akan selalu ingat bagaimana kita memperlakukan mereka.”

Menurut Ibu Elke, The Power Of Presence dapat terbangun jika perpaduan antara penampilan, attitude, tata cara berkomunikasi, dan kepercayaan diri dapat digabungkan.

Personal Grooming Sebagai Bentuk Menghargai Diri

Jangan sepelekan grooming, karena first impression terjadi dalam hitungan detik. Menurut Ibu Elke, personal grooming adalah sebagai bentuk menghargai diri sendiri dan orang lain. Berpenampilan rapi saat di tempat umum, tidak mengeluarkan aroma tak sedap dari badan dan mulut, dan berperilaku yang pantas. Semua ini dapat dirangkum dalam 7 elemen yang perlu diperhatikan. Yaitu, kehigienisan tubuh, kebersihan rambut, wajah natural, busana yang dikenakan sesuai acara, sepatu, aksesoris tidak berlebihan, dan bahasa tubuh yang wajar.

Kebiasaan Sehari-hari Untuk Mencapai Good Presence

Dalam membangun komunikasi yang efektif,  Ibu Elke menganjurkan kebiasaan sederhana yang konsisten dilakukan setiap hari, hal ini dapat memberikan perubahan besar pada cara kita berinteraksi dengan orang lain. Beberapa kebiasaan yang bisa mulai dilatih adalah tersenyum untuk menciptakan kesan yang lebih terbuka dan ramah, menjaga postur tubuh agar terlihat percaya diri, membangun positive self-talk supaya kita memiliki cara pandang yang lebih positif terhadap diri sendiri, berbicara dengan penuh perhatian dan tidak terburu-buru, mendengarkan lebih banyak daripada berbicara, serta memilih kata-kata dengan sengaja agar pesan yang disampaikan tetap jelas dan tidak menimbulkan salah persepsi. Ketika kebiasaan-kebiasaan kecil ini dilakukan secara konsisten, komunikasi tidak hanya menjadi lebih efektif, tetapi juga membantu membangun kepercayaan, kenyamanan, dan hubungan yang lebih positif dengan orang lain.

Dian Kartika (Health Educator PT Nutrifood Indonesia)


Kesehatan Tubuh Ikut Andil dalam Penampilan & Kepercayaan Diri

Pola makan sehat ternyata bukan sekadar soal memilih makanan yang dianggap sehat, tetapi juga tentang membangun kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Dalam sesi bersama Nutrihub Jakarta, Dian Kartika (Health Educator PT Nutrifood Indonesia) mengajak kami memahami kembali konsep Pedoman Gizi Seimbang dan “Isi Piringku”, termasuk pentingnya keseimbangan antara makanan pokok, protein, sayuran, dan buah. Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan seperti terlalu sering mengonsumsi makanan manis, berlemak, gorengan, ngemil, makan dalam porsi besar, melewatkan sarapan, hingga kurang bergerak dapat berkontribusi terhadap masalah berat badan dan kesehatan. Menariknya, kesehatan tubuh juga tidak cukup dinilai hanya dari angka timbangan atau BMI, karena komposisi lemak tubuh dan gaya hidup secara keseluruhan turut perlu diperhatikan.

Pesan yang bisa dibawa pulang dari sesi ini adalah bahwa hidup sehat tidak harus dimulai dengan perubahan ekstrem. Kita bisa memulainya dari hal-hal sederhana, seperti memperhatikan isi piring, mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak, memanfaatkan rempah serta bahan alami untuk memperkaya rasa, dan membiasakan tubuh untuk lebih banyak bergerak. Pola makan sehat bukan tentang diet sesaat atau sekadar mengejar tubuh ideal, melainkan tentang membangun kebiasaan yang dapat dijalani dalam jangka panjang agar tubuh tetap sehat, bugar, dan mendukung kita untuk tetap produktif serta menikmati waktu bersama keluarga.

Bersama Teman-teman dari Komunitas Blogger ISB 


Nutrihub Jakarta Mendukung Komunitas

Selain menjadi ruang kolaborasi yang mendukung berbagai kegiatan komunitas, Nutrihub Jakarta yang berlokasi di Jalan Gandaria V No.14, Kebayoran Baru Jakarta Selatan ini, juga menawarkan suasana yang nyaman untuk berkegiatan. Ruangannya terasa cozy, tertata dengan baik, dan cukup fleksibel untuk digunakan sebagai tempat diskusi, workshop, talkshow, maupun gathering komunitas. Hal kecil yang membuat pengalaman semakin menyenangkan adalah tersedianya berbagai pilihan minuman dari Nutrifood yang bisa dinikmati secara gratis oleh peserta. Jadi, setelah berdiskusi dan bertukar ide, peserta bisa mengambil minuman, duduk santai, lalu melanjutkan obrolan dalam suasana yang lebih rileks. Rasanya seperti berada di sebuah creative space yang membuat orang tidak hanya datang untuk mengikuti acara, tetapi juga betah untuk berinteraksi dan membangun koneksi.


No comments