Eksplorasi Philip Kotler Museum Marketing With Hermawan Kertajaya


Tidak pernah menyangka sebelumnya saya bisa berkunjung ke Philip Kotler Marketing Museum with Hermawan Kartajaya di EightyEight@Kasablanka, Lantai 8, Jakarta. Kunjungan ini terasa seperti healing sekaligus kesempatan menambah ilmu. Apalagi, dua nama besar di dunia pemasaran, Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya, menjadi bagian dari cerita di museum ini.

Philip Kotler dikenal sebagai salah satu pakar pemasaran dunia yang pemikirannya banyak menjadi rujukan, termasuk dalam penulisan karya ilmiah. Sementara itu, Hermawan Kartajaya adalah pakar pemasaran Indonesia sekaligus pendiri MarkPlus. Ia juga pernah berkolaborasi dengan Kotler dalam menulis sejumlah buku pemasaran. Salah satu pemikirannya yang menarik adalah 9 Elemen Inti Pemasaran, yang membagi pendekatan marketing ke dalam tiga bagian: mind-share, market-share, dan heart-share. Ketiganya mengajarkan bahwa pemasaran bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga bagaimana brand dikenal, dipilih, dan dipercaya konsumen.

Hermawan Kertajaya & Philip Kotler

Sebagai digital marketer, saya merasa belajar marketing tidak boleh berhenti. Perkembangan dunia digital membuat cara brand berkomunikasi dengan konsumennya terus berubah. Bahkan, inspirasi pemasaran bisa ditemukan dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Saat berkendara di jalan, misalnya, saya sering memperhatikan spanduk, billboard, stiker iklan di kereta, hingga promosi di transportasi publik. Dari sana, kita bisa belajar bagaimana sebuah brand menarik perhatian dan menyampaikan pesan kepada target audiensnya.

Masuk ke museum ini seperti diajak melihat perjalanan marketing dari masa ke masa. Mulai dari pemasaran konvensional hingga era digital, semuanya ditampilkan melalui berbagai media visual dan alat peraga. Saya jadi bisa melihat bagaimana strategi, tools, dan pendekatan pemasaran berkembang mengikuti perubahan zaman dan perilaku konsumen.


Video imersif: Evolusi pemasaran dari masa ke masa

Tools & Konsep Marketing

Eksekusi ide Pak Hermawan Kertajaya

Formula 9E

Brand Placement 
Bagi brand yang ingin memperluas eksposur melalui sponsorship, museum ini juga menyediakan ruang untuk berkolaborasi. Kehadiran brand sebagai sponsor dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan visibilitas, memperkenalkan produk atau layanan kepada pengunjung, sekaligus membangun asosiasi positif dengan dunia pendidikan, kreativitas, dan pemasaran. Dengan begitu, kerja sama ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga bentuk dukungan terhadap ruang belajar dan pengembangan wawasan pemasaran.

Ada juga berbagai visual imersif yang membuat pengalaman belajar terasa lebih menarik. Rasanya seperti sedang ikut kelas atau diskusi kelompok bersama Pak Hermawan Kartajaya. Bukan sekadar membaca teori, tetapi melihat bagaimana konsep marketing diterjemahkan ke dalam bentuk visual yang lebih mudah dipahami. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah visualisasi 9 Elemen Inti Pemasaran. Konsep ini mengingatkan bahwa membangun brand membutuhkan strategi yang matang, taktik yang tepat, dan nilai yang bisa dirasakan pelanggan.


Biografi Hermawan Kertajaya

Fasilitas kelas untuk pengunjung

Menariknya lagi, museum ini juga menyediakan ruang workshop yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan kolaborasi. Jadi, pengunjung tidak hanya datang untuk melihat koleksi atau membaca sejarah pemasaran, tetapi juga memiliki ruang untuk berdiskusi, berbagi ide, dan mengembangkan wawasan bersama.




Saya pulang dengan beberapa catatan baru. Belajar marketing bisa dilakukan dengan banyak cara, termasuk melalui kunjungan seperti ini. Teori tetap penting, tetapi mengamati praktik di sekitar kita juga memberikan banyak pelajaran. Dunia pemasaran selalu bergerak dan kita perlu terus memperbarui cara berpikir agar tidak tertinggal.

 

No comments