Banyak tempat yang recall diri saya untuk selalu datang dan berlama-lama di sana, sekadar untuk duduk merenung sambil ditemani kopi atau teh, serta cemilan favorit dan buku. Rasanya buat saya “surga” banget kalau sudah berada di sana. Bukan karena kemewahannya, tapi tempat-tempat tersebut selalu berhasil mengembalikan kepada diri untuk terkoneksi lebih dalam. Jika sudah terkoneksi, energi saya penuh kembali dan merasa lahir menjadi versi terbaik diri sendiri. Yang tadinya menyerah, lelah, atau demotivasi, tapi saat energi dan jiwa memperoleh charging dari sana, kekuatan pun kembali dan siap menghadapi berbagai tantangan di depan mata!
Tempat-tempat tersebut adalah:
1. Pojok Dapur
Hal yang bikin saya betah di pojokan dapur ini karena ada penerangan alami dari jendela besar di atas. Jadi, saat saya belajar, bekerja, atau sekadar santai di sana, sering menatap ke langit dan pohon kamboja yang mengintip di balik jendela seolah menyapa dan ikut menemani saya bersantai di sana. Nuansa alami yang tak terbeli dan didapat dari pojokan dapur sederhana ini, justru menjadi tempat keluarnya banyak ide inovatif. Sampai saya meloloskan beberapa artikel jurnal SINTA, mendapat pekerjaan copywriting, hingga meramu materi pelatihan, banyak karya saya yang lahir di sana.
Tempat saya mengais inspirasi di pojok dapur ini, memudahkan saya juga saat membuat camilan atau mengambil makanan dan minuman dari kulkas. Selain ide berkembang, perut juga kenyang!
2. Ruang Kerja di Rumah
![]() |
| Ruang Kerja Pribadi |
Meja kerja dengan segala pernak-perniknya membuat saya merasa seperti bos bagi diri sendiri. Saya di sana merasa sangat produktif, waktu 24 jam rasanya masih kurang untuk saya. Dari ruangan dan meja inilah saya bisa terhubung dengan kolega, partner kerja, dan murid-murid saya di kampus dan di kelas digital marketing berinteraksi dengan berbagai kegiatan produktif. Hal yang sangat saya syukuri, saya bisa mengais rezeki dan membiayai hidup sendiri dan anak hanya dari kamar ini.
Saya pun bisa kuliah hingga S2 dan mengisi banyak kelas dari meja kerja di kamar ini, betapa Allah Maha memudahkan hambaNya. Saya banyak bersyukur atas karuniaNya ini, maka segala nikmat yang diberikanNya terus mengalir.
3. Teras Rumah
![]() |
| Cafe ala rumahan |
![]() |
| Teras Rumah |
Sambil mengerjakan banyak hal seperti journaling, mengerjakan deadline pekerjaan, membaca buku, drafting konsep event, mengembangkan ide, dan sekadar santai ngopi pagi atau malam, saya merasa penuh energinya, apalagi ditemani oleh anak-anak hijau yang kalau bergoyang tertiup angin, seolah ikut tenggelam dalam kegiatan saya di teras itu.
Karena saya suka sekali dengan nuansa kafe, saya memutuskan untuk mendekorasi teras ini seperti kafe dengan nuansa ruang terbuka. Seperti ditaruh kursi dan meja, tanaman gantung, pohon pucuk merah dan palem kuning, hingga sirih gading. Jika belanja, saya selalu stok kopi asli yang sudah digiling dan teh tubruk serta perlengkapan lainnya. Peralatan minum pun saya membeli perlengkapan dengan corak yang sering saya temui di beberapa kafe favorit saya.
Dengan kafe ala saya di teras rumah ini, anggaran buat ngafe jadi terpangkas dan bisa ditabung atau dialokasikan untuk hal lainnya yang lebih penting. Bukan sekadar berhemat, saya sebagai perempuan kan lebih baik banyak di rumah ya? Dari pada lama-lama di luar hanya untuk bekerja di kafe.
4. Outdoor Coffee Shop
![]() |
| Arborea Cafe |
Walaupun di rumah sudah ada kafe pribadi yang nyaman dan privat, namun sesekali ke kafe juga tidak ada salahnya ya? Karena dengan sesekali berkegiatan di dunia luar, artinya tidak akan ketinggalan tren yang sedang terjadi, atau sekadar terhubung secara tatap muka dengan orang lain. Saya biasanya selalu ingin ngumpul dan ngobrol panjang dengan bestie dan orang-orang yang satu frekuensi di kafe outdoor seperti Arborea Café di Senayan, dengan dikelilingi hutan kecil dan duduk di bangku dengan secangkir kopi dan kudapan, biasanya obrolan mengalir dan berujung pada ide spontan yang langsung dieksekusi.
Menjadikan acara kumpul di kafe lebih bermanfaat dan memacu produktivitas dengan berkualitas. Jika sedang ingin sendiri pun saya kerap ke sana dan memanfaatkannya untuk me time. Kalau sedang sendirian, saya sukanya di SPARK Senayan atau The Breeze BSD yang merupakan mall dengan konsep ruang terbuka dan taman yang luas.
Di Senayan Park, saya lebih suka ngopi di tempat yang berhadapan langsung dengan danau dan berbatasan dengan taman, di sana sambil merenung, saya mengamati sekumpulan angsa yang berenang ke sana kemari sambil mengeluarkan suara khasnya. Sungguh damai dan menyenangkan.
Sementara di The Breeze BSD, saya lebih suka ngafe di tempat yang berdinding kaca dan berhadapan langsung dengan taman juga. Biasanya, saya di sana suka lupa waktu! Tapi gak ketinggalan salat karena di sana tersedia musala yang nyaman dan mudah diakses.
5. Cozy Café
![]() |
| Coffee N |
Kafe di ruangan tertutup yang nyaman buat saya, yaitu Coffee N di dekat rumah di Pamulang dan J.Co Serpong Paradise Mall. Di sana seolah sudah didesain untuk working from café yang totalitas! Kursi dan meja yang tersedia khusus lebar dengan banyak stop kontak dan saklar untuk charging laptop atau handphone, saya pun merasa betah di sana karena ruangan sejuk dan banyak tanaman hidup di dalamnya. Dari kedua kafe ini, saya selalu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat langsung. Yaitu pekerjaan yang selesai, tugas yang sempurna, hingga ide yang dieksekusi.
Soal menu, pastinya masuk di budget saya, untuk refill makanan dan minuman saat berlama-lama di sana. Bahkan di kafe tersebut, saya sering bersosialisasi dengan pengunjung lain, antara saling meminjam charger, bertanya jam, dan random things lainnya.
Jadi, lima tempat tersebut berhasil mencuri sebagian waktu saya untuk tenggelam dalam banyak hal. Rasa nyaman dan bahagia itu relatif, tapi saat kita mampu memilih bahagia dari hal yang terjangkau, itu adalah lebih dari sekadar bahagia yang tak terbeli dan tak semua orang bisa merasakannya. Terima kasih lima tempat yang selalu membuatku menjadi “tempat pulang”






Walau kenyamanan itu relatif, tapi tetap bagi sebagian besar orang, rumah itu tempat ternyaman dan tempat kembali untuk pulang ya...
ReplyDeleteMeni resep betah Teh di teras rumahnya. Itu ada atapnya ya, jadi terlindung dari air kalau pas hujan kan?