Indonesia Creators Economy Jembatani Kerja Sama Brand dan Creators

Pic by, Pixabay

Makan bareng di restoran, melihat menu yang disajikan di meja menggelitik untuk dijepret dulu sebelum dimakan. Lalu dibagikan di sosial media. Ketika hangout di pusat perbelanjaan atau tempat wisata kece, jari tangan mulai bergerak menekan tombol record video lalu dibagikan di story instagram, facebook atau twitter. Selain membagikan, ada ulasan narasi yang dibuat plus menciptakan tanda pagar suka-suka lalu tag lokasi dan brand-nya. Padahal sedang tidak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan marketing atau sosial media. Secara langsung, kita sudah menjadi content creator. Sesederhana itu memulai karya!

Ingin Punya Batik Gringsing atau Coba Kue Geplak Khas Bantul? JNE Bantul Siap Mengirim Tepat Waktu

 

Sumber foto : rumahbatikbedjo

Sudah pernah ke Pantai Parangtritis? Kalau sudah berarti sudah kenal dengan Kota Bantul. Karena pantai ini terletak di daerah Bantul Yogyakarta.

Bantul adalah salah satu kota yang menjadi penguat ikon Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di sana banyak sekali potensi yang dapat memajukan perekonomiannya. Tinggal ditambah kolaborasi dengan investor yang fair atau pengelolaan potensinya yang tepat. Saya menulis tentang Bantul ini karena tertarik dengan kota satu juta penduduk ini yang diulas dalam artikel liputan6 di sana dijelaskan bahwa Bantul mempunyai berbagai sumber komoditi yang dapat dipasarkan secara global.

Perawatan Lux di ZAP BSD dengan Harga Ramah Kantong

 


Mau perawatan wajah dan tubuh tapi pandemi belum usai? Ada solusi terbaik yang bisa treatment sekaligus melindungi. Karena protokol kesehatannya sangat dijaga ketat di sana. Yaitu di ZAP Clinic. Pilihan jatuh ke ZAP Clinic karena melihat prosedur perawatan yang sangat memerhatikan aspek keamanan dan kenyamanan pelanggannya. Misalnya, mulai proses reservasi, antrean dan janjian yang tertata.

Deteksi Dini Kanker Paru Untuk Meningkatkan Kesintasan Pasien

 


Saya pernah kebagian tugas menunggu saudara yang sakit kanker paru di Rumah Sakit Paru Bukit Jarian Bandung. Setiap jam, terdengar jeritan keluarga lain yang menunggu pasien yang meninggal karena tak tertolong karena penyakit ini. Suasana cukup membuat saya ciut, ditambah di luar kaca kamar rawat inap terdapat pohon beringin menjulang dan di lorong rumah sakit banyak keluarga dengan muka cemas dan ketidakpastian. Begitu pula saudara saya, tak tertolong. Berpulang dengan mengenaskan, wajah, jari tangan dan kaki menghitam dan lubang bekas bor untuk mengeluarkan cairan dari paru-paru menganga. Walau kecil, bikin ngilu dan remuk hati yang melihatnya.